My Silly Sugar Baby

My Silly Sugar Baby
Bab 17 Gara-gara film


__ADS_3

Mata Silly melebar melihat setiap adegan yang dilihatnya pada film tersebut. Dan mulutnya menganga ketika adegan dewasa mulai ditampilkan.


Kenan terlihat biasa saja melihat adegan film tersebut. Dia nampaknya lupa jika Silly sangat penasaran pada setiap hal yang belum pernah dia lihat atau belum pernah dia rasakan.


Berbeda dengan Kenan, kini Silly benar-benar sangat penasaran dan dia merasakan gelenyar aneh dalam tubuhnya.


Setelah itu dia melihat ke arah tubuh bagian bawah Kenan, tepatnya pada milik Kenan yang bersembunyi di balik celananya.


"Bang…," ucap Silly dengan manja.


"Hmmm…," sahut Kenan tanpa melihat ke arah Silly, matanya masih mengarah pada film yang ditontonnya.


"Pengen…," ucap Silly merajuk dengan pandangan matanya yang mengarah pada senjata milik Kenan.


Kenan menoleh ke arah Silly dan melihat ekspresi Silly yang sedang melihat miliknya dengan penuh minat.


Sontak saja Kenan teringat bahwa sugar baby nya ini masih lugu dan polos. Tentunya juga dia baru ingat jika Silly selalu penasaran dengan milik Kenan.


Seketika Kenan menjahili Silly. Dia merangkul pundak Silly dan bertanya padanya,


"Pengen apa hmmm…?"


"Pengen lihat ini," jawab Silly sambil menunjuk milik Kenan menggunakan dagunya.


Kenan pun terkekeh melihat ekspresi Silly yang terlihat mendamba, menginginkan untuk melihat dan memegang milik Kenan karena rasa penasarannya yang belum dia tuntaskan.


Kenan menolehkan kepala Silly ke arah televisi sambil berkata,


"Lihat itu aja ya."


Tampak di televisi adegan pasangan yang sedang berciuman dengan sangat panasnya. Hingga mereka beralih dengan adegan ranjang yang tentunya sudah lulus sensor.


"Bang, itu ngapain?" tanya Silly yang matanya tetap menatap ke arah televisi tanpa berkedip.

__ADS_1


Kenan menoleh ke arah sampingnya dan memperhatikan Silly yang melihat ke arah televisi tanpa berkedip.


Sepertinya dia menginginkannya, Kenan berkata dalam hatinya sambil tersenyum melihat Silly yang kini mulutnya sudah menganga melihat adegan pada film tersebut.


"Kamu belum pernah melihat yang seperti ini?" tanya Kenan yang masih melihat ke arah Silly.


Silly menggelengkan kepalanya meskipun matanya masih setia melihat adegan film yang ditayangkan pada layar televisi.


Kemudian dia menoleh ke arah Kenan dan melihatnya dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Aku gak dibolehin sama Aurel dan Vania. Mereka selalu melihat film sejuta umat cuma berdua. Aku selalu disuruh pulang atau gak gitu mataku ditutup sama mereka. Kan aku jadi gak bisa lihat," jawab Silly dengan wajah sedihnya.


Kenan tersenyum melihat Silly yang sangat jujur, lugu dan polos. Sugar baby nya itu beda dengan yang lainnya. Bahkan tingkah konyolnya itu bisa membuat Kenan terhibur.


"Berarti mereka sayang sama kamu," ucap Kenan sambil mengusap rambut Silly.


"Ya memang mereka sayang sama Silly. Mereka selalu menemani aku, kecuali ketika Daddy mereka membutuhkan mereka. Aku jadi kesepian lagi deh," tukas Silly sambil tersenyum getir.


"Silly… Silly… Kenapa kamu sepolos ini sih? Beruntung kamu mendapatkan mereka berdua menjadi teman kamu. Dan beruntungnya lagi kamu mendapatkan Abang menjadi sugar daddy kamu. Coba kalau sugar daddy kamu yang lain, pasti kamu udah habis sekarang," tutur Kenan dengan menatap intens mata Silly.


Kenan kembali terkekeh mendengar jawaban dari Silly. Kemudian dia bertanya kembali pada Silly,


"Kenapa? Bukannya kamu ingin jadi sugar baby? Kan harusnya kamu gak bisa nolak."


"Karena aku gak mau kesepi-"


Tiba-tiba Silly teringat jika dia sedang menjadi Silly yang lain. Silly yang terpaksa menjadi sugar baby karena himpitan ekonomi yang memaksanya untuk melakukan itu. Sehingga dia tidak melanjutkan ucapannya.


Kenan mengernyitkan dahinya dan menengadahkan wajahnya di depan wajah Silly. Dia ingin mengetahui apa yang akan dikatakan Silly lebih lanjut.


"Karena Abang ganteng, keren, ya pasti Silly mau lah jadi sugar baby nya Abang," ucap Silly sambil tersenyum lebar.


Namun, raut wajah Kenan seperti tidak percaya pada apa yang diucapkan oleh Silly.

__ADS_1


Melihat Kenan yang seperti itu, Silly ingin mengalihkan perhatian Kenan agar tidak mempertanyakan hal itu lagi.


Tidak sengaja mata Silly mengarah pada senjata milik Kenan. Terbitlah ide konyol dari pikirannya.


Aku pegang saja itunya, kan Bang Kenan ketakutan kalau aku pegang. Tapi aku jadi bingung, kenapa Bang Kenan ketakutan ya? Padahal kata Aurel dan Vania, Daddy mereka malah senang, bahkan mereka disuruh memegangnya. Kok Bang Kenan gak ngebolehin sih? Aneh deh. Aku coba aja kali ya, Silly berkata dalam hatinya sambil melirik senjata milik Kenan yang masih bersembunyi di balik celananya.


Secepat kilat tangan Silly memegang milik Kenan yang masih anteng di dalam sangkarnya. Sepertinya tangan Silly benar-benar berbakat untuk mengambil milik orang lain. Buktinya kini milik Kenan sudah berada dalam genggamannya.


Kenan yang tidak tahu pergerakan tangan Silly merasa kecolongan. Dia berada tepat di depan Silly tapi tidak mengetahui jika tangan Silly mengarah pada miliknya.


Mata Kenan terbelalak ketika merasakan tangan Silly sudah mencengkeram dan meremas miliknya.


Sontak saja Kenan beranjak dari duduknya untuk menghindari Silly yang malah tersenyum lebar padanya.


"Pegang dong Bang…," ucap Silly dengan nada memohon.


"Enggak. Udah kamu nonton itu aja," tukas Kenan sambil mundur satu langkah dari tempatnya semula.


"Disitu gak kelihatan Bang. Lihat punya Abang aja ya," ucap Silly sambil bergerak mendekati Kenan.


"Jangan sekarang ya. Kamu sama Abang belum siap. Kita berdua sama-sama belum siap. Jadi kita nonton filmnya aja ya," tutur Kenan dengan lembut agar Silly mau mengerti.


"Silly siap kok Bang. Cuma lihat sama pegang aja kenapa harus siap-siap dulu?" tanya Silly yang menampakkan kepolosannya.


Kenan benar-benar tidak habis pikir jika kini dia seperti mengajari dan menjelaskan pada bocah yang tidak tahu apa-apa.


Kenan menghela nafasnya, kemudian dia duduk di sebelah Silly dengan miliknya yang ditutupi menggunakan bantal sofa di sebelahnya.


"Sil, kamu masih sekolah sekarang. Kamu masih  belum lulus. Jadi jangan pernah melakukan hal seperti di dalam film tadi bersama dengan laki-laki manapun. Ingat itu," tutur Kenan dengan wajah yang serius menatap Silly.


"Mau melakukan sama siapa Bang, kan laki-laki yang dekat sama Silly cuma Abang. Apa Abang mau melakukannya sama Silly? Aurel sama Vania aja udah melakukannya sama Daddy mereka. Bahkan setiap mereka ketemu katanya. Kok kita enggak Bang?" tanya Silly dengan polosnya pada Kenan.


Seketika Kenan menjadi pusing bagaimana cara menjelaskannya pada Silly. Karena memang benar posisi mereka sebagai sugar baby dan sugar daddy, tapi entah mengapa Kenan merasa harus melindungi Silly dari keegoisannya untuk merampas kesucian Silly saat ini.

__ADS_1


Apa aku harus melakukan dengannya sekarang? Kenan bertanya dalam hatinya.


__ADS_2