My Silly Sugar Baby

My Silly Sugar Baby
Bab 21 Gak kuat!


__ADS_3

Silly mendorong tubuh wanita cantik itu menjauh dari Kenan. Tubuhnya terhuyung ke belakang. Untung saja dia bisa mengimbangi tubuhnya sehingga dia tidak jatuh terjerembab di lantai.


Wanita cantik itu menatap tajam pada Silly. Dia tidak suka melihat Silly yang bergandengan mesra dengan Kenan.


Bahkan Kenan terlihat sangat perhatian pada Silly. Tangan Kenan yang kembali melingkar pada pinggang Silly membuat wanita tersebut semakin geram.


Baginya, Kenan adalah miliknya. Dia tidak suka jika ada wanita lain di sisi Kenan. 


"Siapa kamu? Kenapa kamu bersama Kenan?" tanya wanita tersebut dengan menatap tajam penuh dengan permusuhan pada Silly.


"Aku…," Silly akan menjawab pertanyaan dari wanita tersebut, hanya saja dia tidak mau menyebutkan kata sugar baby di hadapan wanita yang ingin merebut Kenan darinya.


"Dia pacarku. Minggir lah! Aku akan masuk ke dalam restoran itu. Biarkan kami makan dengan tenang," ucap Kenan sambil lebih mengeratkan pelukannya sehingga tubuh Silly lebih menempel padanya.


Wanita tersebut tampak terkejut. Dia tidak pernah bisa menerima jika ada seorang wanita yang bisa menjadi pacar Kenan karena sedari dulu tidak ada yang bisa menjadi pacar Kenan. Bahkan dirinya saja yang sangat terkenal di kalangan laki-laki tidak bisa mendapatkan hati Kenan.


"Apa? Tidak mungkin Kenan. Kamu bercanda kan? Bagaimana bisa kamu memiliki pacar? Kamu sendiri yang bilang jika kamu tidak ingin memiliki hubungan seperti itu. Bahkan kamu mengatakan jika kamu tidak akan menikah bukan?"


Wanita tersebut mengeluarkan semua pertanyaan yang sedari tadi ingin ditanyakan olehnya.


"Vera, hentikan! Kamu terlalu banyak bicara. Dia pacarku saat ini. Jadi jangan mengganggu aku lagi!" Kenan berkata dengan tegas dan menatap tajam pada wanita tersebut.


Ya, benar sekali. Dia adalah Vera. Wanita yang biasanya dibayar mahal oleh Kenan untuk menemaninya dikala dia sedang banyak pikiran. Sayangnya, Vera tidak bisa membangkitkan senjata milik Kenan. Berbeda dengan Silly yang selalu membuat senjata milik Kenan bangkit dan bereaksi walaupun hanya dengan melihatnya.


"Tapi Sayang-"


Belum juga selesai ucapan dari Vera, Kenan sudah mendorong sedikit tubuh Vera agar menyingkir dari hadapannya. 


"Kenan, aku-"


"Diam, atau kau akan menyesal!" tutur Kenan dengan menoleh ke arah Vera sambil menunjuk wajahnya menggunakan telunjuknya dan memandangnya dengan tatapan bengis.


Seketika wajah Vera berubah menjadi ketakutan. Sedari dulu sejak dia kenal Kenan, dia tidak pernah melihat Kenan semarah itu padanya. Sehingga kini dia benar-benar takut dan mengurungkan niatnya untuk mengikuti Kenan masuk ke dalam restoran.


Tadinya dia memang berencana ingin mengikuti Kenan masuk ke dalam restoran tersebut dan duduk satu meja bersama Kenan serta Silly. Kini niatnya itu hanya menjadi keinginannya saja. Dia mengurungkannya karena tidak ingin Kenan marah padanya.


Kenan masuk ke dalam restoran sambil menggandeng mesra Silly tanpa memperhatikan Vera yang menatap kesal pada Silly.

__ADS_1


Dalam perjalanannya masuk ke dalam restoran, tangan Silly melingkar pinggang Kenan dan memeluknya dengan erat.


"Bang, dia siapa?" tanya Silly dengan penasaran.


Silly memang penasaran pada Vera, tapi dia takut jika nantinya Vera adalah wanita yang pernah ada di kehidupan Kenan.


Dia cemburu dan dia tidak mau membayangkan Kenan bersama dengan wanita lainnya.


Kenan menuju ruangan VIP yang ada pada restoran tersebut. Di dalam ruangan tersebut Kenan merasa lebih nyaman dan tidak bisa diganggu oleh Vera seandainya dia mengikutinya masuk ke dalam restoran tersebut.


"Kenapa hmmm… cemburu ya?" tanya Kenan sambil terkekeh dan mengeratkan tangannya yang berada pada pinggang Silly.


Kenan duduk di sebuah kursi sofa yang berukuran besar dan nyaman. Dengan nyamannya Silly duduk miring di pangkuan Kenan sambil berkata,


"Ya jelas dong aku cemburu, Abang kan milik Silly. Pokoknya Abang gak boleh punya wanita lain," jawab Silly sambil melingkarkan tangannya pada leher Kenan.


Kenan terkekeh melihat keposesifan Silly padanya, tapi dia juga senang mengetahui jika Silly membuat Kenan sangat berarti untuk dirinya.


Entah mengapa dia menerima begitu saja keposesifan Silly padanya. Padahal dengan wanita-wanita lainnya dia tidak mau terikat ataupun merasa terbebani dengan keposesifan mereka.


Tentu beda, karena Silly masih belum terjamah oleh siapapun. Dan yang terpenting adalah… Silly bisa membangkitkan hasraat dan napsu milik Kenan.


Tok.. tok… tok…


Pintu ruang VIP itu diketuk dari luar. Dan terdengarlah suara dari orang yang mengetuk pintu ruangan tersebut.


"Permisi Pak, kami mau memberikan buku menu nya."


Sontak saja Silly berdiri dari pangkuan Kenan dan duduk di sebelah Kenan.


"Kenapa?" tanya Kenan sambil tersenyum meledek Silly.


"Malu, ada orang," jawab Silly sambil merangkul lengan Kenan.


Kenan terkekeh dan mengusap lembut rambut Silly.


"Masuk!" seru Kenan mempersilahkan masuk pada orang yang mengetuk pintu ruangan tersebut.

__ADS_1


Seorang waiter masuk dengan membawa buku menu dan mencatat makanan yang dipesan oleh Kenan. Kemudian waiter tersebut keluar dari ruangan VIP itu.


Silly memandang tajam Kenan yang sedang mengutak-atik ponselnya hingga seperti melupakan Silly yang ada di dekatnya.


"Bang…."


"Hmmm…."


"Abang…."


"Hmmm…."


"Abang iiih… Silly dianggurin," Silly merajuk pada Kenan.


Mata Kenan masih tidak lepas pada ponselnya. Dengan kesalnya karena tidak diperhatikan, Silly meraih wajah Kenan menggunakan kedua tangannya.


Cup!


Lagi-lagi Silly mencuri ciuman pada bibir Kenan. 


Mata Kenan terbelalak mendapatkan serangan pada bibirnya dari Silly. Kenan tidak menyangka jika Silly, gadis yang baru saja mengatakan malu jika beradegan romantis di tempat itu, kini mencuri ciuman pada bibirnya.


Beberapa detik setelah itu, Kenan tersenyum dan meraih tengkuk Silly. Dia memberi apa yang diinginkan oleh Silly. Sebuah ciuman yang tidak dipaksakan sama sekali olehnya.


Dengan senang hati Silly membalas ciuman Kenan. Mereka kini kembali berciuman seolah meneruskan adegan ciuman mereka di dalam mobil tadi yang sempat terganggu oleh hadirnya Dinda mengetuk jendela mobilnya.


Ciuman Silly kini lebih handal dari sebelumnya. Awal dia bersama Kenan, dia tidak bisa sama sekali berciuman karena tidak pernah sama sekali berciuman hingga saat ini ciumannya bisa mengimbangi ciuman Kenan.


Dalam hati Kenan merasa senang karena Silly sangat cepat belajar caranya berciuman darinya. Sehingga kini ciuman mereka sangat panas dan sangat menuntut.


Gawat, dia beraksi kembali. Sabar ya otong, kamu jangan meminta sarangmu sekarang, masih belum waktunya, Kenan berkata dalam hatinya sambil menikmati ciumannya bersama dengan Silly.


Ternyata senjata milik Kenan yang tadinya lemas terkurung dalam sangkarnya, kini menjadi mengeras dan tegang. Bahkan Kenan sangat ingin melakukannya bersama dengan Silly saat ini.


Hanya saja dia menahannya dengan sekuat tenaganya karena dia masih ingat jika di sana bukan tempat yang tepat.


"Bang, aku gak kuat," ucap Silly setelah melepaskan ciumannya.

__ADS_1


__ADS_2