
"Sil, hentikan… atau ku terkam kau," ucap Kenan dengan suaranya yang tercekat menahan keinginannya.
Sontak saja Silly berlari keluar kamar mandi tersebut dan bergegas memakai pakaiannya.
"Dasar tidak bertanggung jawab," ucap Kenan Lirih meratapi nasib senjata miliknya yang lagi-lagi harus menahan haasratnya.
Setelah itu Kenan segera mengunci pintu kamar mandi agar tidak bisa diterobos oleh sugar baby nya yang masih penasaran dengan senjata miliknya.
Segera dituntaskannya ritual senjata milik Kenan yang sangat menyiksanya sedari tadi.
Setelah ritualnya selesai, Kenan segera keluar dari kamar mandi dan bergegas memakai bajunya sebelum Silly menerkamnya.
SIal, aku seperti terancam dan ketakutan dalam kandangku sendiri, Kenan berkata dalam hatinya sambil memakai bajunya.
Tiba-tiba Kenan dikagetkan dengan adanya tangan yang melingkar pada pinggangnya.
"Abang… Silly kangen banget deh sama Abang," ucap Silly yang sedang memeluk tubuh Kenan dari belakang.
Kenan tersenyum dingin mendengar pernyataan yang dia dengar dari mulut Silly. Kemudian dia memutar badannya agar bisa menghadap gadis yang sedang memeluknya itu.
"Abang gak percaya," ucap Kenan sambil menampakkan smirk nya pada Silly.
Silly memicingkan matanya melihat ke arah Kenan. Kemudian dia berkata,
"Kenapa Abang gak percaya?"
Kenan melepaskan kedua tangan Silly yang melingkar pada pinggangnya. Kemudian dia berjalan menuju sofa.
"Gimana Abang percaya jika kamu berani berpelukan dengan laki-laki lain di depan sekolahmu?" ucap Kenan sambil tersenyum meremehkan Silly.
"Berpelukan dengan laki-laki lain di depan sekolahku?" ucap Silly menirukan apa yang dikatakan oleh Kenan.
Tiba-tiba Silly teringat tentang Bintang yang berpelukan dengannya tadi sewaktu menjemputnya pulang sekolah.
Sontak saja Silly terkekeh setelah mengingat dirinya dan Bintang yang berpelukan.
Hal itu membuat Kenan semakin kesal. Dia menatap tajam Silly yang seolah tertawa mengejeknya karena cemburu padanya.
"Abang cemburu pada laki-laki itu?" tanya Silly sambil terkekeh.
__ADS_1
Kenan tidak menjawab, dia malah menatap tajam tidak suka dengan tawa Silly yang menertawakannya.
"Gak usah cemburu Bang, dia itu Bintang," tutur Silly yang masih saja terkekeh melihat Kenan yang terlihat kesal padanya.
Bintang. Jadi nama laki-laki itu Bintang. Akan aku cari tahu tentang dirinya, Kenan kembali berkata dalam hatinya.
"Kamu ke sini tadi naik apa?" tanya Kenan dengan nada datar.
"Naik mobil," jawab Silly tanpa berpikir panjang sambil terkekeh.
Terlihat smirk di bibir Kenan. Kemudian dia menarik tangan Silly dan mengajaknya keluar dari kamarnya dengan cara menyeretnya.
"Abang… aduh sakit Abang…," ucap Silly yang merasa kesakitan tangannya ditarik dengan berjalan cepat seperti dia terseret mengikuti langkah lebar Kenan.
Bik Darmi hanya melihat dengan heran ketika Kenan menarik tangan Silly dan berjalan cepat melewatinya.
"Ada apa ya? Apa mereka baik-baik saja? Atau mereka hanya bercanda?" Bik Darmi bermonolog sambil melihat punggung kedua manusia yang mengaku berstatus pacar padanya.
"Ini mobil kamu kan?" tanya Kenan yang sambil menunjuk mobil Silly yang terparkir di dekat mobil Kenan.
Mata Silly terbelalak, dia tidak menyangka jika dia kelupaan sedang menyamar menjadi orang biasa.
"Oh sudah keluar dari bengkel ya? Kok mobil Abang belum ya. Apa karena Abang belum membayar ya?" ucap Kenan sambil melirik Silly yang kaget mendengar ucapan Kenan.
"Waduh… gawat nih. Gimana aku bisa membayarnya? Apa aku harus minta pada Papa saja, mumpung ada di rumah. Eh tapi… kalau tau aku menabrak mobil orang, pasti aku akan diajak pindah fan tinggal bersama mereka. Ya… gimana dong? Apa yang harus aku lakukan?" Silly sibuk dengan pemikirannya.
"Bagaimanapun kamu harus bertanggung jawab. Aku saja sudah bertanggung jawab membayarmu sebagai sugar baby ku dengan sebuah cek," bisik Kenan di sebelah telinga Silly.
Mata Silly membelalak karena dia telah melupakan cek tersebut.
Bego' banget sih? Kenapa aku gak ingat jika memiliki cek yang dari Bang Kenan waktu itu, Silly merutuki kebodohannya dalam hatinya.
"Emmm… Silly mau bayar biaya perbaikan kerusakan mobil Abang," ucap Silly dengan ragu dan takut.
Dahi Kenan mengernyit mendengar ucapan gadis yang ada di dekatnya itu. Kemudian smirk nya kembali terlihat setelah mendengarnya.
"Dapat uang dari mana?" tanya Kenan menyelidik.
"Kan cek yang diberikan Abang pada Silly masih Silly simpan. Jadi Abang bisa menggunakannya sebagai biaya pembayaran perbaikan kerusakan mobil Abang," jawab Silly dengan senyumnya yang lebar sehingga menampakkan deretan giginya.
__ADS_1
Sontak saja mata Kenan terbelalak dan dia tertawa dalam hatinya.
Sepertinya gadis ini bisa mempermainkanku, Kenan berkata dalam hatinya.
"Lalu, bagaimana dengan biaya perbaikan mobil ini?" tanya Kenan menyelidik sambil menunjuk mobil milik Silly yang ada di samping mereka.
"Oh itu… teman Silly sendiri yang menanggung biayanya. Baik banget kan teman Silly?" ucap Silly sambil tersenyum lebar membanggakan temannya yang sebenarnya adalah dirinya sendiri.
"Ya sudah, kalau begitu kita pergi ke bengkel untuk mengambil mobilnya," ucap Kenan sebelum dia berjalan masuk ke dalam rumahnya.
Silly berlari kecil menyusul masuk ke dalam rumah Kenan. Kemudian dia mengikuti Kenan ke dalam kamarnya.
"Mau ngapain?" tanya Kenan yang terlihat galak di mata Silly.
"Kok Abang galak gitu sih sama Silly?" tanya Silly dengan memasang wajah sedih dan matanya berkaca-kaca.
Kenan menghela nafasnya ketika melihat sugar baby nya itu sedang sedih dan akan menangis karena sikap Kenan padanya.
Sungguh dia tidak ingin marah ataupun kesal pada gadis kesayangannya itu. Hanya saja kekesalannya karena melihatnya berpelukan dengan laki-laki lain lah yang membuatnya bersikap dingin padanya.
"Maafkan Abang," ucap Kenan sambil meraih tubuh Silly dan memeluknya.
Silly pun membalas pelukan Kenan. Dalam pelukannya itu dia berkata,
"Jangan marah lagi Bang. Silly takut."
"Abang gak marah sama kamu. Abang hanya tidak suka dengan laki-laki yang bernama Bintang. Dia sudah seenaknya memelukmu. Dan Abang gak suka milik Abang disentuh orang lain," tutur Kenan yang masih memeluk tubuh Silly.
"Tapi Bang, Bintang bukan orang lain. Dia…," ucapan Silly tidak jadi diteruskannya, rupanya dia memiliki rencana lain untuk membuat Kenan cemburu padanya.
Aku kerjain aja Bang Kenan biar dia cemburu dan mengakui perasaan cintanya padaku. Kalau gak dengan cara seperti ini, mana aku tau perasaan Bang Kenan padaku, Silly berkata dalam hatinya.
"Dia kenapa? Bukan orang lain? Maksudnya?" tanya Kenan yang sangat ingin tahu apa yang dimaksudkan oleh Silly.
"Nanti aja deh Bang, sekarang kita ke bengkel aja dulu, ambil mobilnya Abang," jawab Silly sambil tersenyum tipis membayangkan Kenan yang sedang cemburu padanya.
__ADS_1