
Setelah makan mereka selesai, mereka kembali bergandengan mesra keluar dari restoran tersebut.
Di dalam bioskop, selama film berlangsung Silly selalu meletakkan kepalanya pada lengan Kenan.
Hatinya sangat senang sekali semenjak dia berkenalan dengan Kenan. Rasa kesepian dan diabaikan tidak lagi dirasanya.
Entah jika dia kembali ke rumahnya. Apa dia akan tetap merasakan kesepian dan kembali diabaikan karena tidak menerima perhatian dari kedua orang tuanya?
Disaat layar bioskop sedang menampilkan adegan ciuman, Silly kembali terpancing. Dia membisikkan sesuatu di telinga Kenan.
"Bang, pengen kayak gitu."
Sontak saja Kenan menoleh ke samping di mana Silly duduk. Mata Kenan membelalak ketika dia menoleh, ternyata Silly sudah mendekatkan wajahnya sehingga bibir Silly mendarat dengan cepatnya pada bibir Kenan.
Kenan segera melepaskan ciuman tersebut karena dia merasa bukan tempat yang tepat ciuman di sana.
Tampak Silly sangat kecewa ketika Kenan menarik bibirnya. Wajahnya yang tadinya sumringah memancarkan kebahagiaan, kini dia berwajah cemberut, dia merasa ciumannya ditolak oleh Kenan.
Melihat perubahan wajah Silly, Kenan segera meraih pundak Silly dan berbiskk di telinganya,
"Jangan di sini, banyak orang. Gak lucu kan kita diusir keluar hanya karena kita berciuman di sini?"
Seketika wajah Silly berubah, kemudian dia balas berbisik di telinga Kenan.
"Kalau di tempat lain boleh kan Bang?"
Kenan kembali menghela nafasnya disertai senyum lebarnya mendengar keinginan Silly yang tidak jauh dari ciuman dan keinginan untuk memegang senjata milik Kenan.
"Di rumah Abang aja ya," bisik Kenan di telinga Silly.
Seketika mata Silly berbinar dan dia mengangguk dengan antusias mendengar apa yang diucapkan oleh Kenan padanya.
Untung saja mereka duduk di kursi paling belakang dan tidak ada yang duduk di deretan paling belakang kecuali mereka berdua. Sehingga tidak ada yang memperhatikan mereka sewaktu mereka berciuman tadi.
Selama film diputar, Kenan merasa was-was berada di sebelah Silly. Pandangan matanya memang mengarah pada layar bioskop, hanya saja dia merasa harus waspada karena sugar baby nya itu kini suka menyerangnya secara tiba-tiba.
__ADS_1
Dalam hatinya Kenan menertawakan dirinya karena niatan dia untuk memiliki sugar baby adalah agar dia bisa dipuaskan.
Dan sekarang, ketika dia memiliki sugar baby yang sangat ingin memuaskannya, dia malah berusaha mati-matian untuk tetap menjaga kesucian sugar baby nya.
"Bang, sekarang kita pulang ke rumah Abang kan?" tanya Silly pada Kenan ketika mereka berjalan setelah keluar dari bioskop.
Kenan tampak berpikir, kemudian dia melihat jam yang melingkar pada tangan kanannya.
"Besok aja ya Sayang kita ketemu lagi. Sekarang kamu Abang antar pulang saja ya. Sebentar lagi malam. Biar kamu bisa beristirahat di rumah," tutur Kenan sambil berjalan dengan memeluk erat pinggang Silly dari samping.
"Padahal aku pengen menginap lagi di rumah Abang," ucap Silly dengan wajah sedih dan suara yang lirih memperlihatkan kekecewaannya.
Kalau kamu kayak gini terus, bisa-bisa Abang khilaf Sil. Mendingan Abang nikahin aja kamu Sil. Tapi sayangnya kamu masih SMA. Sabar…, Kenan berkata dalam hatinya.
"Kalau besok, aku boleh menginap di rumah Abang?" tanya Silly dengan nada mengharap.
Kenan berpikir sebentar, kemudian dia menjawab pertanyaan Silly,
"Gimana kalau tiap weekend aja?"
Seketika bibir bawah Silly maju dan dia berekspresi sedih memandang Kenan.
Karena sibuknya Kenan berbicara dengan Silly, dia tidak memperhatikan bahwa ada seseorang yang sengaja berjalan di belakangnya, lebih tepatnya membuntuti mereka.
Kurang ajar! Aku harus segera menjauhkan wanita itu dari Kenan.
Vera, dia menyamar dan berjalan di belakang Kenan dan Silly untuk mendengarkan percakapan mereka dan dia berniat untuk membuntuti mereka karena Vera ingin mengetahui di mana mereka berdua tinggal.
"Kita pulang ke rumah Abang dulu ya, mau ambil tas dan seragam aku yang aku pakai waktu itu," tutur Silly sambil memakai sabuk pengamannya.
"Ya udah, sekalian kita makan malam di rumah atau di luar?" tanya Kenan sambil menyalakan mesin mobilnya.
"Makan di rumah Abang aja ya, lebih enak bisa berduaan," jawab Silly sambil tersenyum lebar.
Mendengar jawaban dari Silly, Kenan tersenyum lebar. Dia sudah menduganya, apa yang akan dikatakan oleh Silly sudah bisa tertebak olehnya.
__ADS_1
Silly menyalakan radio mobil tersebut dan dia menyanyi sepanjang perjalanan menuju rumah Kenan.
Kenan pun sesekali ikut berdendang bersama dengan Silly menyanyikan lagu yang sedang diputar di radio.
Tampaknya mereka berdua sangat senang sekali. Mereka berdua merasakan hal itu. Dan itu jarang sekali mereka rasakan. Untuk saat ini mereka sangat menikmatinya dan tidak rela melepaskan saat ini.
Lagi-lagi Kenan tidak memperhatikan jika ada mobil yang mengikutinya. Tidak biasanya Kenan seperti itu. Biasanya dia selalu waspada di setiap keadaan. Kini, di saat dia bersama dengan Silly, kewaspadaannya hilang begitu saja dan berganti dengan keceriaan.
Vera mengikuti mobil Kenan dengan jarak yang sangat dekat. Harusnya Kenan tahu jika ada yang mengikutinya. Sayangnya Kenan lebih tertarik mendengar nyanyian Silly dan bernyanyi bersamanya sehingga dia tidak menyadari jika ada mobil yang mengikutinya.
Hingga mobilnya masuk ke dalam rumahnya dan mobil Vera hanya bisa sampai di depan pagar rumah Kenan saja.
"Sial!" Seru Vera dalam mobilnya sambil memukul stir mobilnya hingga mengeluarkan bunyi dari klaksonnya yang tidak sengaja dipukul olehnya.
Tiiiiin!
Sontak saja satpam rumah Kenan yang berjaga di pos keamanan berlari menghampiri mobil Vera.
Tok… tok… tok…
"Permisi, ada perlu apa di depan rumah ini?" tanya satpam tersebut setelah mengetuk kaca jendela mobil Vera.
Vera merasa sudah tertangkap, sehingga dia tidak bisa mengelak lagi. Dibukanya kaca jendela mobilnya, dia tersenyum kikuk sambil berkata,
"Maaf Pak, ternyata saya salah alamat."
"Oh begitu. Baiklah Mbak, segera tinggalkan rumah ini Mbak. Karena yang punya rumah tidak suka jika ada mobil parkir di depan rumahnya," ucap satpam tersebut dengan tegas, tanpa ada senyum dari wajahnya.
Dengan segera Vera menutup kaca jendela mobilnya. Kemudian dilajukannya mobil itu dengan kencang ke arah lain tanpa mengatakan apapun pada satpam tersebut.
Dasarnya Vera yang memang mempunyai sikap tidak sopan pada siapapun. Yang dia miliki hanya wajah cantiknya. Karena itulah dia merasa sombong dan seolah-olah bisa bersikap seenaknya pada siapapun karena merasa tidak butuh dengan orang lain.
Setelah beberapa saat, mobil Vera kembali ke daerah depan rumah Kenan. Dia kembali mengintai dari jarak yang sedikit jauh sehingga satpam rumah Kenan tidak mengetahuinya.
Vera sengaja kembali ke rumah Kenan karena tahu jika Kenan akan mengantar Silly pulang ke rumahnya. Dia ingin tahu tempat tinggal Silly sehingga dia bisa mencari tahu tentang kehidupan Silly dan siapa Silly yang sebenarnya.
__ADS_1
Selang beberapa saat, mobil Kenan keluar dari rumahnya. Dengan semangatnya Vera kembali membuntuti mobil Kenan hingga tiba di suatu tempat.
"Oh… jadi ini tempatnya. Lihat saja kau wanita licik, akan aku hancurkan hubungan kalian," ucap Vera sambil tersenyum sinis.