My Silly Sugar Baby

My Silly Sugar Baby
Bab 42 Lagi


__ADS_3

Kenan terkejut merasakan ada yang memeluknya dari belakang tubuhnya. Tapi, ketika dia melihat tangan putih mungil dengan jari yang sangat lentik itu membuat dia tahu jika yang sedang memeluknya adalah Silly, sugar baby kesayangannya yang kini menjadi calon istrinya.


"Abang… Silly mau…," ucap Silly dengan nada menggoda.


Kenan tersenyum dan dia hanya diam menunggu gadisnya itu untuk mengatakan atau melakukan sesuatu padanya.


Dia ingin tahu apa yang akan dikatakan atau dilakukan Silly padanya. Dia juga ingin tahu sejauh mana sugar baby nya itu akan beraksi.


Sepertinya Kenan lupa jika Silly selalu penasaran dan tidak pernah berhenti untuk mencari tahu jika rasa penasarannya itu belum tuntas.


"Bang… Silly mau itu…," ucap Silly sambil meraba dada Kenan dari posisinya saat ini yang masih memeluk Kenan dari belakang.


Kenan memejamkan matanya, merasakan sensasi dari tangan Silly yang bergerak dengan sangat lembut hingga membuat tubuhnya seperti terkena sengatan listrik.


"Bang…," rengek Silly dengan suara yang sangat menggoda.


Tanpa berpikir panjang, Kenan membalikkan tubuhnya dan membawa tubuh Silly hingga punggungnya terbentur tembok.


Kedua tangan kekar Kenan mengunci tubuh Silly sehingga Silly tidak bisa bergerak ke mana pun.


Ekspresi wajah Silly mengatakan segalanya. Biasanya perempuan akan takut jika berada dalam situasi seperti ini. Lain halnya dengan Silly, kini Silly tersenyum menggoda pada Kenan.


Dan dengan cepatnya tangan Silly melingkar pada leher Kenan. Silly menggigit bibir bawahnya. Dan dengan tatapan menggodanya dia mengedipkan sebelah matanya pada Kenan yang berjarak hanya beberapa sentimeter dari wajahnya.


Bohong sekali jika Kenan tidak tergoda oleh Silly. Mata Kenan tertuju pada bibir Silly yang sangat menggodanya.


Tanpa sadar bibir Kenan meraup bibir Silly dengan ganasnya. Ciuman Kenan sangat kasar dan menuntut, bahkan terlihat jelas kabut gaairah pada mata Kenan.


Silly berusaha keras mengimbangi ciuman sugar daddy nya itu. Dia ingin Kenan selalu membutuhkannya agar dia tidak diabaikan lagi olehnya.


Merasa dirinya sudah dikuasai oleh gaairah dan napsu, Kenan segera menuntun Silly menuju ranjangnya tanpa melepaskan ciuman mereka.


Tanpa ada obrolan atau apapun, mereka hanya bergerak menuruti kemauan hati mereka. 


Suara decapan dari ciuman mereka memenuhi ruang kamar Kenan. Bahkan lenguhan Silly terdengar ketika tangan Kenan memainkan kedua bukit kembarnya pada saat mereka berciuman.


Silly merasa tertantang. Dia membuka seragam sekolahnya hingga membuat tubuhnya tidak memakai sehelai benang pun.

__ADS_1


Kenan sudah hilang kendali ketika tangannya memainkan bagian belakang tubuh Silly yang menonjol dan sudah tidak memakai apapun.


Tangan Silly pun tidak menganggur. Tangannya membuka handuk yang melingkar pada pinggang Kenan. Dan memainkan belalai gajah milik Kenan yang sudah tegap berdiri semenjak mereka berciuman tadi.


Kenan merasakan gaairahnya bertambah. Senjata laras panjangnya yang dipegang dan sedikit dimainkan oleh Silly membuatnya tambah bernapsu.


Mereka berdua saling bertukar saliva. Lidah mereka menari-nari saling bertautan, hingga decapan yang dihasilkan berhasil menggantikan kesunyian kamar tersebut.


Silly memukul-mukul dada Kenan ketika dia kehabisan oksigen. Kenan pun melepaskan ciumannya dan merapatkan dahi mereka ketika mereka bernafas untuk sama-sama meraup oksigen.


Masih dengan nafas yang terengah-engah, mereka berdua saling menatap dalam mata yang ada di hadapan mereka.


Kemudian Silly dengan cepatnya menempelkan bibirnya pada bibir Kenan, menandakan bahwa dirinya menginginkan ciuman itu kembali.


Gayung pun bersambut. Kenan tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. Dia menggigit bibir bawah Silly agar Silly membukanya lebih lebar.


Ciuman mereka sangat menuntut. Hingga Kenan sudah tidak bisa menahannya lagi.


Tangannya bergentayangan pada kedua bukit kembar Silly hingga Silly kembali melenguh.


Silly semakin bergairah dan tangannya pun tidak bisa dikondisikan. Kini tangan Silly kembali berpegangan pada senjata laras panjang milik Kenan yang sudah mengeras dan berdiri tegap.


Kenan menahan segala rasa yang dirasakannya saat ini. Tangannya beralih memegang aset berharga Silly yang ada pada bagian bawah tubuhnya. Dan bibirnya kini meraup dua bukit kembar milik Silly secara bergantian.


Silly kembali melenguh dan mendesis menahan rasa yang menyelimutinya. Tubuhnya merasakan gelenyar aneh, perutnya seperti digelitik ribuan kupu-kupu, serta tubuhnya merasakan seperti ada sengatan listrik saat ini.


Kini mereka berdua diselimuti oleh napsu. Sehingga gaairah mereka semakin bertambah.


Kenan merebahkan tubuh Silly di atas ranjang dan lidahnya menjelajah setiap lekuk tubuh Silly, mencicipi rasa setiap lekuk tubuh gadisnya.


Hingga Kenan sampai pada aset berharga milik Silly yang berada di bagian bawah tubuhnya.


Lidah Kenan menari-nari dan bergerak mencicip milik Silly hingga membuatnya mendesis serta melenguh tak tertahankan.


Mendengar hal itu membuat Kenan semakin bersemangat. Lidah dan tangannya tidak menganggur sedetik pun. Hingga membuat Silly merasakan terbuai dan ingin merasakannya kembali.


"Abang… Silly mau juga…," ucap Silly dengan suara yang tertahan.

__ADS_1


Kenan menghentikan apa yang sedang dilakukannya. Dia tersenyum bangga melihat dan memegang milik Silly yang sudah basah karena ulahnya.


Kenan mengungkung tubuh Silly dan mencium sekilas bibirnya. Kemudian dia berkata


"Mau apa hmmm?"


"Itu," jawab Silly sambil menunjuk senjata milik Kenan yang sudah mengeras dan tegang menampakkan uratnya.


Kenan bergerak dan mendekatkan pisang bertelur kembar miliknya pada Silly sambil berkata,


"Ini?"


Silly pun mengangguk dengan matanya yang berbinar. 


Dengan cepatnya tangan Silly memegangnya dan memainkannya dengan menggerakkannya naik turun.


Merasa tidak tertahankan lagi, Kenan segera menggerakkan kepala Silly untuk mendekat pada senjata miliknya. Kemudian Kenan memasukkan miliknya pada mulut Silly untuk memainkannya.


Silly pun menuruti perintah Kenan. Dia tidak tahu sama sekali apa yang sudah dilakukannya bersama dengan Kenan sedari tadi. 


Kini giliran Kenan yang melenguh dan mendesis karena ulah Silly. Dengan telaten Silly memainkannya hingga salivanya membanjiri milik Kenan.


Setelah dirasa sudah cukup dan sudah tidak tertahan lagi, Kenan segera merebahkan kembali tubuh Silly dan dia kembali memanjakan aset berharga bagian bawah milik Silly dengan mulut dan lidahnya.


Setelah merasakan dirinya tidak tahan lagi, Kenan segera mengarahkan senjata laras panjang miliknya pada milik Silly.


Kenan segera tersadar ketika senjata laras panjang miliknya tidak bisa menembus gerbang pertahanan milik Silly yang masih tergembok rapat.


Segera dihentikannya dan dia terduduk di atas ranjang sambil menjambak frustasi rambutnya karena melupakan hal yang sangat penting. 


Silly masih perawan dan dia tidak bisa melakukannya sekarang.


"Bang, kenapa? Ayo teruskan," ucap Silly sambil duduk dan tangannya memeluk pinggang Kenan.


Mereka yang sama-sama sudah tidak memakai sehelai benang pun membuat kulit mereka saling menempel dan membuat rasa aneh itu kembali pada diri Kenan ketika kedua bukit kembar milik Silly terasa dengan nyata berada di punggungnya.


"Bang, ayo lagi…"

__ADS_1


__ADS_2