
"Awas!" seru Kenan dengan membelalakkan matanya.
Sontak saja Silly menghentikan gerakannya. Sepertinya dia lupa jika saat ini dia sedang tidak menggunakan sehelai benang pun pada tubuhnya.
Silly berhenti tepat di tengah pintu dan dia memandang Kenan yang sedang terperangah melihat ke arahnya.
Kenan melihat Silly dari atas hingga bawah dan kembali lagi dia menatap keseluruhan badan Silly.
Kenan benar-benar terpukau dengan apa yang dilihatnya saat ini. Matanya sama sekali tidak berkedip, bahkan mulutnya terbuka melihat karya seni indah yang belum terjamah oleh siapapun.
"Wow… indah, sangat indah. Cantik sekali," ucap Kenan tanpa sadar dengan suara lirih.
Silly tersenyum karena dia merasa jika Kenan memuji kecantikannya. Dengan riangnya dia berancang-ancang akan berlari, tapi kemudian Kenan membalikkan badannya.
Gawat, si otong bangkit lagi. Sepertinya dia sudah menemukan sarangnya, Kenan berkata dalam hatinya.
"Kenapa Bang?" tanya Silly heran.
"Kamu… kamu cepatlah masuk ke dalam kamar mandi," ucap Kenan gugup sambil memejamkan matanya.
"Kenapa sih Bang?" tanya Silly kembali dengan menampakkan wajah herannya.
"Password nya berapa?" tanya Kenan yang ingin secepatnya segera melarikan diri dari hadapan Silly.
"808080," ucap Silly tanpa berpikir.
Segera Kenan berjalan menuju sofa tanpa berpaling melihat ke arah Silly.
"Aneh," gumam Silly lirih.
Kemudian dia membalikkan badannya dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Ceklek!
Pintu kamar mandi ditutup oleh Silly. Dan terdengar kembali suara gemericik air dari dalam kamar mandi tersebut.
"Ah… akhirnya selamat juga," ucap Kenan sambil mengusap dadanya.
Kemudian dia melihat ke arah bawah, di mana miliknya kini sedang menegang sehingga terlihat menonjol dari celananya.
Kenan terkekeh melihat miliknya yang bereaksi hanya dengan melihat kemolekan tubuh Silly saja, tanpa dengan menyentuhnya.
__ADS_1
"Tong, sabar ya… mudah-mudahan aja dia benar-benar buat kamu," tutur Kenan sambil melihat ke arah miliknya dan mengusap miliknya yang terlihat menonjol dalam celananya.
Silly meneruskan mandinya. Dia mengambil sabun dan memakainya ke seluruh badannya.
Tiba-tiba dia berhenti ketika melihat badannya sendiri yang ternyata sudah tidak berbalut pakaian.
"Aaaaaaaaaaaaaah…," teriak Silly dari dalam kamar mandi.
Ternyata Silly baru sadar jika dia tidak memakai apapun tadi ketika berhadapan dengan Kenan. Dia merutuki kebodohannya dengan memukul-mukul kepalanya menggunakan tangannya.
Kenan terkejut ketika mendengar teriakan Silly. Dengan tergesa-gesa Kenan berjalan menuju kamar mandi dan kembali mengetuk pintu kamar mandi tersebut.
"Silly… Sil… ada apa?" tanya Kenan dengan berteriak.
"Bang Kenan kenapa diam aja liat Silly gak pakai baju? Harusnya Bang Kenan ngomong ke Silly kalau Silly belum pakai baju. Silly kan lupa," Silly berteriak mengomeli Kenan dan menyalahkannya atas tindakannya yang lupa akan dirinya sendiri.
Seketika Kenan tertawa terbahak-bahak mendengar omelan Silly. Dia sangat terhibur dengan tingkah konyol Silly yang tentunya menguntungkannya.
"Bang Kenan jahat! Awas aja nanti pasti akan Silly balas!" teriak Silly dari dalam kamar mandi.
"Balas aja, siapa takut! Lagian rejeki yang datang pagi hari gak boleh ditolak," teriak Kenan dari depan pintu kamar mandi.
Di dalam kamar mandi Silly sangat kesal mendengar teriakan Kenan yang seolah menantangnya.
Setelah tidak lagi terdengar suara dari Silly, Kenan kembali duduk di sofa dalam keadaan masih tertawa.
"Oh iya, Hp Silly," ucap Kenan yang teringat tentang password ponsel Silly.
Dengan segera Kenan mengambil ponsel Silly dan memasukkan password yang diberikan oleh Silly tadi.
Mata Kenan terbelalak ketika melihat beberapa foto Silly yang terdapat pada galeri ponselnya. Pada galeri tersebut, Kenan bisa melihat beberapa kegiatan Silly. Diantaranya ketika dia berada di luar negeri bersama dengan kedua orang tuanya dan adiknya.
Kenan sangat tahu tempat-tempat yang dikunjungi oleh Silly dalam foto-fotonya itu.
Kenan kembali mengutak-atik ponsel Silly dan dia menemukan beberapa fakta yang menguatkan dugaan Kenan jika Silly merupakan anak dari orang yang berada. Dia yakin jika keluarga Silly merupakan orang kaya yang tidak kekurangan apapun.
Lalu kenapa dia menjadi sugar baby? tanya Kenan dalam hatinya.
Ceklek!
Pintu kamar mandi terbuka. Kenan segera mengantongi ponsel Silly yang sudah dari kemarin ada di tangannya.
__ADS_1
Tampak Silly berjalan keluar dari kamar mandi dengan menundukkan kepalanya. Sungguh dia merasa malu berhadapan dengan Kenan yang tadi sempat melihat tubuhnya dalam waktu beberapa menit. Lumayan lama karena mereka sempat mengobrol lama.
"Udah selesai mandinya?" tanya Kenan yang berusaha agar Silly tidak malu dan marah padanya.
Sontak saja Silly melirik tajam pada Kenan. Silly tidak menjawab pertanyaan Kenan, dia malah sibuk memikirkan cara untuk membalas mempermalukan Kenan di hadapannya.
Melihat lirikan tajam dari Silly, Kenan berusaha mengalihkan perhatian Silly. Karena dia tahu jika Silly gampang sekali dialihkan perhatiannya olehnya.
"Ehemmm… ponsel kamu bunyi terus-terusan tadi. Apa mungkin telepon dari orang tua kamu?" tanya Kenan dengan senyum manisnya yang selalu mampu membuat Silly terpukau.
Mendengar kata orang tua, sontak saja Silly berlari menuju tasnya yang berada di meja sofa dekat Kenan duduk saat ini.
Silly memang sudah mengatakan pada Bik Ida jika dia menginap di rumah Aurel bersama Vania, tapi dia takut jika mama dan papanya sudah pilang dari luar kota.
Sudah bisa dipastikan jika dia akan mendapatkan omelan mama dan papanya karena seorang gadis dilarang menginap di luar rumah. Lalu, bagaimana jika mereka tahu Silly menjadi sugar baby?
Silly yang masih menggunakan bathrobe menunduk membuka tasnya yang ada di sebelah Kenan. Reflek mata Kenan melihat ke arah dada Silly yang bathrobe nya sedikit terbuka dan memperlihatkan bukit kembarnya.
Milik Kenan mulai kembali menegang. Dan naluri kelaki-lakian Kenan mulai memberontak.
Sabar ya tong, masih belum boleh. Nanti aja kalau dia sudah lulus, Kenan berkata dalam hatinya dengan mata yang masih menatap bukit kembar milik Silly.
Dengan segera tangan Kenan menutupkan bathrobe Silly dengan kedua tangannya.
Silly menghentikan kegiatannya yang sedang mencari ponselnya di dalam tasnya. Kemudian dia memandang kedua tangan Kenan yang sedang memegangi belahan bathrobe nya yang ada di dadanya.
"Kenapa Bang?" tanya Silly dengan heran.
"Kamu yang bener pakai bajunya. Jangan suka mancing-mancing yang sedang tidur," ucap Kenan dengan berupaya sesantai mungkin.
Silly duduk di sebelah Kenan sehingga Kenan melepaskan tangannya. Kemudian Silly mengutak-atik ponselnya seolah Kenan tidak ada di sebelahnya.
Kenan melirik Silly yang sedang memainkan ponselnya. Dia melihat jika Password Silly sama dengan ponsel yang tadi. Dan Kenan menyimpulkan bahwa semua password Silly kemungkinan sama semua.
"HP kamu baru?" tanya Kenan berusaha menyelidik pada Silly.
"Enggak. Ini HP lama, justru HP baru aku ada sama Abang," jawab Silly reflek tanpa berpikir.
Seketika Silly tersadar, kemudian dia menoleh ke arah Kenan dan menatapnya dengan tatapan kesal.
"Mana ponsel aku?" tanya Silly sambil menengadahkan tangannya di hadapan Kenan.
__ADS_1
"Nanti kalau mobilnya sudah keluar dari bengkel dan kamu sudah membayarnya," jawab Kenan dengan senyum dinginnya.
"Apa? Aku yang bayar? Tapi… tapi aku dapat duit dari mana?" tanya Silly dengan wajah terkejut bercampur dengan bingung.