
Kenan tersenyum melihat ponselnya yang terus menyala dengan menampakkan nama Silly pada layar ponselnya.
"Cinta?" ucap Kenan sambil tersenyum ketika mengingat pertanyaan Silly kemarin malam padanya.
Dari dulu Kenan tidak mengerti tentang cinta. Baginya, hidup itu keras dan butuh perjuangan. Dia harus berusaha semaksimal mungkin untuk bisa sampai pada titik kejayaannya sekarang ini.
Disaat dia sukses dan menemukan seseorang yang bisa membuatnya jatuh cinta, pada saat itu pula dia terluka.
Rasa sakit hati yang tidak pernah dia rasakan, akhirnya bisa dia rasakan ketika dia mencintai seorang perempuan yang menurutnya patut untuk dia cintai.
Namun, semua itu hanya sementara saja. Disaat dia sedang sangat bahagia, saat itu pula perempuan yang dicintainya itu merenggut kebahagiaannya.
"Apa itu cinta?" ucap Kenan sambil terkekeh.
Lalu bagaimana dengan Silly? Mengapa Kenan merencanakan semuanya agar dia bisa masuk dalam keluarga Silly dan berakhir menjadi calon suami Silly?
Kenan tidak mengerti apa yang dirasakannya. Yang dia tahu hanyalah menuruti kata hatinya.
Silly membohonginya dan dia tidak suka itu. Kenan hanya ingin membalasnya dan ingin memperlihatkan padanya bahwa tidak ada yang bisa membohongi serta memperdayai dirinya.
Kenan memang sudah mengetahui alasan Silly menjadi seorang sugar baby, dia memakluminya dan dia merasa iba padanya. Ada rasa ingin melindunginya karena kesendiriannya dan keluguan serta kepolosannya.
Tapi, apa itu karena Kenan cinta padanya? Kenan pun tidak mengetahuinya.
"Tunggu aku nanti siang Sayang," ucap Kenan ketika melihat layar ponselnya kembali menyala dan menampilkan nama Silly.
Di sekolah, Silly semakin panik. Dia berulang kali melihat ponselnya. Bahkan dia berkali-kali menghubungi Kenan tapi tidak ada satu panggilannya pun yang diangkat oleh Kenan. Akhirnya seratus tiga panggilan itu hanya menjadi panggilan tak terjawab saja.
"Iiiih… sebel… sebel… Kenapa harus ngilang lagi sih si Abang? Baru aja kemarin malam kita ketemu, masa' sekarang dia ngilang lagi sih? Apa sih maunya?" Silly mengomel tanpa henti meskipun tidak ada Kenan di hadapannya.
Aurel dan Vania saling memandang dan mereka saling menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya mengomel tanpa henti sedari tadi.
__ADS_1
Bahkan ketika pelajaran berlangsung pun Silly tidak fokus pada pelajarannya. Hingga guru menegurnya ketika Silly berulang kali ketahuan sedang melamun pada saat guru menjelaskan pelajaran.
"Sil, kamu kenapa sih?" tanya Aurel sambil menengadahkan wajahnya di depan wajah Silly yang sedang cemberut dengan bibir manyunnya.
Silly tidak menjawab, dia hanya menghela nafasnya ketika melihat wajah Aurel dan Vania secara bergantian.
"Sil, kita mana tau kalau kamu gak memberitahu kami tentang apa yang terjadi," ucap Vania sambil mengusap punggung Silly.
Silly kembali melihat ke arah Aurel dan Vania secara bergantian. Kemudian dia kembali menghela nafasnya.
"Terserah kamu deh Sil kalau kamu gak mau ngasih tau kita. Kita kan bukan dukun, mana bisa kita tau kamu kenapa," ujar Aurel sedikit kesal.
"Ternyata calon suami pilihan Mama Papa itu Bang Kenan," ucap Silly dengan lemah.
Sontak saja mata Aurel dan Vania membelalak. Mereka tidak menyangka jika hidup Silly sangat sempurna.
"Sepertinya nasib kamu benar-benar beruntung Sil," ucap Vania sambil tersenyum getir.
Berbeda dengan Silly yang berasal dari keluarga kaya raya dan semuanya bisa dia miliki tanpa harus bersusah payah mendapatkannya. Silly pun gadis cantik dan pintar dalam akademiknya. Sehingga banyak yang menyukainya.
Dan kini, ketika Silly memutuskan untuk menjadi sugar baby seperti kedua sahabatnya itu, dia kembali beruntung karena mendapatkan sugar daddy yang masih muda, tampan dan tentunya keren. Apalagi sugar daddy nya itu masih single dan juga pengusaha muda yang sudah berhasil.
Ditambah lagi sugar daddy nya itu sepertinya sangat menjaga kesucian Silly. Tidak seperti sugar daddy yang lainnya, mereka selalu meminta kesucian sugar baby nya terlebih dahulu.
Apalagi sekarang mereka berdua mendengar fakta bahwa sugar daddy Silly merupakan calon suami yang dipilihkan oleh kedua orang tuanya.
Betapa sempurnanya kehidupan Silly hingga membuat mereka berdua menjadi iri. Tapi mereka masih sadar akan persahabatan mereka, sehingga rasa iri itu tidak membawa mereka pada hal yang buruk.
"Kalian pasti lupa jika hidupku gak sebahagia hidup kalian. Aku sendirian dan kesepian. Kalian tau itu kan? Jadi, kehidupan kita gak ada yang sempurna. Dan aku bersyukur memiliki kalian berdua," tutur Silly sambil memegang tangan Aurel dan Vania.
"Iya benar Sil. Kami juga bersyukur karena kamu menemukan Bang Kenan waktu itu, bukan yang lain. Kami tidak ingin kamu terperosok seperti kami," ujar Aurel sambil tersenyum getir mengingat awal mula dia menjadi sugar baby.
__ADS_1
"Kami juga bersyukur mempunyai kamu sebagai sahabat kami Sil. Kamu sangat berarti bagi kami," sahut Vania sambil meletakkan kepalanya pada pundak Silly.
Silly melepaskan tangannya dari tangan kedua sahabatnya itu dan tangannya beralih memegang pundak kedua sahabatnya agar mereka bisa berpelukan bersama.
Di dalam ruangan kantornya, Kenan sedang sibuk dengan beberapa map yang masih tertumpuk rapi di atas mejanya.
"Banyak banget sih laporannya. Mana udah jam segini lagi. Aku kan mau jemput Silly," ucap Kenan sambil melihat jam yang melingkar pada tangan kanannya.
Hal yang sangat aneh dari diri Kenan. Dia tidak menyadari jika dirinya lebih mementingkan Silly daripada pekerjaannya.
Seorang Kenan sedari dulu tidak pernah menomor duakan pekerjaannya. Dia selalu mendahulukan pekerjaannya dibandingkan keperluannya sendiri. Dan kini dia lebih mendahulukan Silly daripada pekerjaannya.
Beberapa laporan sudah dikerjakannya hingga menyisakan tiga map di atas meja kerjanya.
Kenan kembali melihat jam yang melingkar di tangan kanannya itu. Dia tersenyum ketika jam tersebut menunjukkan angka jam kepulangan Silly.
"Akhirnya, aku bisa menemuinya," ucap Kenan sambil tersenyum senang.
Segera dirapikannya berkas-berkas yang berserakan di atas meja kerjanya. Kemudian dia bergegas keluar dari kantornya menuju parkiran mobilnya.
Mobil Kenan melaju menuju sekolah Silly dengan kecepatan sedang. Rupanya, tepat sekali Kenan berada disaat semua murid keluar dari gerbang sekolah.
Kenan tersenyum ketika melihat Silly keluar dari gerbang sekolahannya bersama dengan kedua sahabatnya, aurel dan Vania.
Karena ingin memberikan kejutan padanya, Kenan segera keluar dari dalam mobilnya untuk berjalan mendekatinya.
Namun, kejadian itu seolah terulang kembali. Kenan yang masih berada di samping mobilnya melihat ke arah Silly yang sedang didekati seorang laki-laki dengan membawa motor sport dan dia mendengar jika laki-laki tersebut ingin mengantarkan Silly pulang.
"Sialan! Siapa laki-laki itu? Rupanya dia belum tau siapa Kenan sebenarnya," Kenan mengomel sambil melihat ke arah Silly yang berusaha menolak ajakan laki-laki tersebut.
"Sayang, apa kita pulang sekarang?"
__ADS_1