My Silly Sugar Baby

My Silly Sugar Baby
Bab 48 Frustasi ditinggal sugar baby


__ADS_3

Langkah Silly sangat ringan menuju ruangan Kenan. Dengan riangnya dia membuka pintu ruangan Kenan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Bruk!


Kantong plastik yang dibawa oleh Silly terlepas dari tangannya dan jatuh di lantai.


"Abang!" seru Silly dengan suara yang bergetar.


Matanya terbelalak, darahnya berdesir dan tubuhnya seolah tidak bisa digerakkan ketika melihat seorang wanita cantik sedang duduk di pangkuan Kenan yang duduk di kursi kerjanya.


Sontak saja Kenan dan wanita yang berada di atas pangkuannya itu menoleh ke arah pintu.


Mata Kenan terbelalak kaget melihat Silly berada di tangah-tengah pintu dan menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Sayang!" seru Kenan sambil menyingkirkan wanita yang ada di pangkuannya.


Kenan berjalan mendekat ke arah Silly dan dengan refleknya Silly berlari keluar meninggalkan kantong plastik yang berisi makanan yang sedari tadi dibawanya tanpa mengambilnya kembali ketika jatuh ke lantai.


"Sayang, tunggu!" seru Kenan sambil berlari mengejar Silly yang sudah masuk ke dalam lift.


Lift yang dinaiki Silly sudah tertutup ketika Kenan kurang beberapa lagi mendekati lift tersebut.


Dengan segera dia menekan tombol lift yang berada disebelahnya untuk bisa menyusul Silly. 


Kenan segera berlari ketika pintu lift yang dinaikinya sudah terbuka. Dia mencari sosok gadis yang akhir-akhir ini memporak porandakan hatinya.


"Silly!" seru Kenan sambil berlari ketika melihat Silly berlari menuju pintu keluar.


Diacuhkannya semua pandangan mata karyawannya yang berada di lantai tersebut. Dia terus berlari berusaha menghentikan Silly yang akan meninggalkan tempat itu.


"Sayang, tunggu!" seru Kenan ketika melihat Silly masuk ke dalam mobil yang dikendarai oleh seorang laki-laki muda yang berpenampilan tidak kalah keren dari Kenan.


Semua orang berbisik-bisik mendengar Kenan memanggil Silly, gadis yang memakai seragam SMA tadi dengan sebutan sayang.


Kenan mengetuk-ketuk kaca jendela mobil Silly agar Silly mau keluar dari mobil tersebut. 


"Sil.. keluar!" ucap Kenan sambil menatap penuh harap pada Silly yang sama sekali tidak menatapnya.


Silly tidak peduli pada Kenan yang terus memanggilnya. Yang dia pedulikan saat ini adalah perasaannya. Sangat sakit sekali melihat Kenan sedang memangku wanita lain.

__ADS_1


"Ada apa Sil?" tanya Aldo yang sedari tadi bingung melihat apa yang terjadi.


Untung saja Aldo tadi belum meninggalkan kantor itu. Ketika dia hendak melajukan mobilnya, ternyata ada telepon dari temannya sehingga dia mematikan kembali mesin mobilnya dan berbicara di telepon hingga Silly masuk ke dalam mobilnya.


"Jalan Kak," ucap Silly dengan suara yang bergetar.


Aldo menatap heran pada Kenan. Sedangkan Kenan menatap tajam tidak suka pada Aldo.


"Cepat Kak!" ucap Silly memerintahkan pada Aldo.


Dengan segera Aldo menjalankan mobilnya dan meninggalkan Kenan yang berusaha keras untuk mencegah kepergian Silly darinya.


"Sial!" seru Kenan dengan kilatan emosi di matanya.


Segera Kenan kembali ke dalam kantornya dan berlari masuk ke dalam lift untuk cepat sampai ke ruangannya.


Kenan mengambil kantong plastik yang ada di lantai. Dia tahu jika itu tadi dijatuhkan oleh Silly ketika melihatnya bersama wanita tadi.


Kenan menatap tajam wanita yang tadi berada di atas pangkuannya. Wanita yang membuat Silly marah dan salah paham hingga meninggalkannya dengan kemarahan.


"Siapa dia Sayang?" tanya wanita tersebut sambil berjalan dengan berlenggak-lenggok ke arah Kenan.


"Ah iya, jangan sampai memanggilku dengan sebutan sayang. Ingat itu! Jika kamu melakukan apa yang aku larang, kamu tau kan akibatnya?" ucap Kenan kembali sambil menatap bengis pada Vera.


"Cepat pergi dari sini!" seru Kenan dengan tegasnya mengusir Vera sambil menunjuk ke arah pintu.


Vera yang tidak pernah melihat Kenan bersikap seperti itu menjadi takut. Dengan segera dia keluar dari ruangan Kenan, terburu-buru hingga menabrak Andy, sekretaris Kenan yang masuk ke dalam ruangan Kenan dengan membawa beberapa map di tangannya.


Andy menatap heran Vera yang tergesa-gesa keluar dari ruangan tersebut. Kemudian dia berjalan menuju meja kerja Kenan dan menyerahkan map yang dibawanya sambil berkata,


"Ini Pak beberapa berkas yang harus Bapak periksa dan tanda tangani."


"Taruh meja saja dulu. Sekarang saya sedang terburu-buru," ucap Kenan seraya mengambil tas dan kunci mobilnya.


"Lalu ini bagaimana Pak?" tanya Andy sambil menunjuk beberapa map yang ada di atas meja Kenan.


"Nanti saya akan kerjakan. Jika saya tidak kembali, tolong antar ke rumah saya," ucap Kenan sambil berjalan menuju pintu dengan membawa kantong plastik yang dijatuhkan oleh Silly tadi.


Andy hanya bisa menatap Kenan sambil menghela nafasnya. Baru kali ini Bos nya itu tidak mengutamakan pekerjaannya. Dan tentu saja itu akan menghambat pekerjaannya juga.

__ADS_1


Dengan lesu Andy keluar dari ruangan kantor Kenan dan dia mempunyai firasat jika nantinya dirinya akan disibukkan oleh Bos nya itu.


Kenan berlari seperti orang kesetanan. Dia segera menuju mobilnya dan mengendarainya dengan kecepatan tinggi.


"Silly, kamu di mana?" ucap Kenan sambil mengemudikan mobilnya.


Mobil Kenan mengarah ke rumah Silly. Dan hanya dalam waktu beberapa menit saja Kenan sampai di rumah Silly.


Sialnya Silly tidak ada di rumah. Dia belum kembali. Bahkan Bik Ida dan Pak Tukin mengatakan jika Silly menginap di rumah temannya sejak kemarin malam dan belum pulang hingga sekarang.


"Di mana kamu Sil?" ucap Kenan sambil menjambak rambutnya dengan frustasi di dalam mobilnya.


"Aku harus mencarinya ke mana? Apa aku akan tetap menunggunya di sini saja? Tapi kalau dia gak pulang gimana?" Kenan bermonolog frustasi di dalam mobilnya.


Tiba-tiba Kenan teringat akan teman Silly yang menjadi sugar baby Pak Anto. Segera diambilnya ponsel dari sakunya dan dicarinya nomor Pak Anto pada layar ponselnya.


"Halo, Pak tolong cepat tanyakan keberadaan Silly pada sugar baby Bapak. Saya tunggu sekarang juga," ucap Kenan pada Pak Anto yang berada di seberang sana.


Tanpa menunggu jawaban dari Pak Anto, Kenan segera mematikan teleponnya.


"Ke mana kamu Sil?" ucap Kenan sambil berpikir mengenai tempat yang sekiranya didatangi oleh Silly.


"Apa dia kembali ke rumahku ya? Tapi apa mungkin? Dia kan sedang marah padaku," Kenan kembali bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Tiba-tiba dia tertawa menertawakan dirinya sendiri. Kemudian dia berkata,


"Kenan… Kenan… ada apa denganmu? Kenapa kamu sampai seperti ini? Meninggalkan pekerjaan pentingmu hanya demi seorang gadis? Apa kamu mencintainya? Hahahaha… cinta? Apa itu cinta?"


Tiba-tiba ponsel Kenan berdering menampakkan nama Pak Anto sebagai si pemanggil.


Segera Kenan mengangkatnya dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh Pak Anto padanya.


Kenan segera mematikan teleponnya setelah mendengar bahwa Aurel, sugar baby Pak Anto tidak mengetahui keberadaan Silly saat ini.


Kenan bertambah frustasi, dia tidak tahu akan mencari ke mana lagi Silly saat ini.


Tiba-tiba dia mendengar suara deru mobil yang masuk ke dalam halaman rumah tersebut.


Mata Kenan terbelalak ketika melihat Silly keluar dari mobil yang terparkir di sebelah mobilnya dan mobil tersebut adalah mobil yang sama dengan mobil yang membawa Silly dari kantor Kenan tadi.

__ADS_1


"Brengsek!"


__ADS_2