Nahkoda Cinta

Nahkoda Cinta
Senyuman Allena


__ADS_3

Allena: "Dok, terima kasih telah membantu ku bangkit dari keterpurukan ini, aku hampir ingin mengakhiri hidup ku, tapi berkat kau. Aku merasa lebih baik, aku janji jika nanti aku punya banyak uang, aku akan meneraktir mu."


Farhan: "Aku akan menunggu kau meneraktir ku, jika kau lupa, kau akan tahu akibatnya."


Celotehan Farhan membuat Allena tersenyum, Allena belom menceritakan niatnya yang akan bekerja di Malaysia. Telpon itu terputus di karenakan Farhan kedatangan pasien darurat sehingga mereka berdua harus mengakhiri obrolannya.


Allene meletakan ponselnya dan segera mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket. Ke esokan harinya, Allena mendatangi kantor tempat Anggara bekerja sambil memberikan persyaratan untuk melamar pekerjaan di luar negri.


Sampai di depan kantornya, Allena menatap kantor itu berdiam sejenak seolah sedang meyakinkan dirinya untuk berangkat menjadi TKW demi bertemua dengan Akmal.


"Aku memutuskan untuk menjadi TKW di Malaysia bukan berarti aku ingin menyusul mu melainkan ingin meminta kejelasan atas hubungan kita. Apapun yang di jadi di sana nanti aku siap untuk menerima konsekuensinya," gumam Allena dengan penuh keyakinan, Ia melangkah kakinya masuk ke dalam kantor.


"Permisi," sapa Allena.


"Mbak Allena, sudah sehat Mbak?" tanya Anggara.


"Alhamdulilah, Aku sudah baikan. Ini persyaratan yang di butuhkan," jawab Allena.


Anggara menerima sebuah map yang berisikan semua persyaratan yang di butuhkan untuk bekerja di luar negri.


"Semua persyaratannya sudah memenuhi standar ya Mbak, tinggal besok Mbak Allena membuat visa dan paspor," sahut Anggara.


"Baiklah, terimakasih ya Mas. Kapan kiranya kami di berangkatkan?" tanya Allena.


"Minggu depan Mbak, jika besok Mbak Allena sudah selesai mengurus visa dan paspor. Jika belom selesai Mbak kita berangkat kan minggu depannya lagi, bisa jadi bulan depannya Mbak," jawab Anggara.


"Begitu ya, yasudah kalo gitu. Saya pamit ya, terima kasih," kata Allena berlalu pergi meninggalkan Anggara.


Allena berjalan keluar dari kantor Anggara, menatap jam pukul siang hari, dengan cepat Allena langsung mengurus visa dan paspor ke kantor Imigrasi. Tak butuh waktu lama langsung di tangani oleh petugas yang berada di sana.


Allene merasa sangat jenuh menunggu waktu yang cukup lama, hampir 3 jam Ia berada di kantor itu dan akhirnya paspor dan visa jadi dan Allena langsung membayar biayanya. Selesai transaksi Allena pergi meninggalkan tempat itu.


Allena menatap ponselnya, mengingat Akmal yang tidak memberi kabar. Saat hati nya kembali bersedih, tiba-tiba muncuk notice pesan dari Dokter Farhan.


Farhan : "Lepas Magrib, bisa kita bertemu di cafe Run?"

__ADS_1


Allena yang membaca pesan itu langsung minta supir taksi untuk memutar arah ke arah cafe Run, perjalananya lumayan memakan waktu karena semua orang kantoran pulang dari tempatnya bekerja, sehingga membuat jalanan macet. Dengan sabar Allena akhirnya sampai di depan cafe Run.


Saat dirinya masuk, tidak melihat ada Farhan di dalam cafe itu. Membuatnya langsung menundukan kepalanya dan memutuskan untuk pulang.


"Maaf lama menunggu," ucap Farhan.


Allena yang mendengar suara itu di sampingnya, langsung menoleh.


"Dokter Farhan!" seru Allena membuat Farhan tersenyum.


"Sejak kapan Dokter berdiri di samping ku?" tanya Allena.


"Sejak kamu berdiri, ayo duduk," jawab Farhan.


Mereka duduk di meja yang memang sudah di pesan oleh Farhan, Allena tersenyum saat melihat penampilan Farhan yang begitu tampan. Di dalam cafe itu ada yang tak sengaja melihat Allena sedang bersama pria lain, diam-diam pria itu memotren gerak gerik Allena dan mengirimkan hasil potretannya ke Akmal.


Allena tertawa mendengar semua yang di ceritakan Farhan, tawa itu membuat Farhan ikut tertawa, sampai akhirnya Ia tersedak membuat Allena langsung meminta air mineral kepada pelayan cafe itu.


"Minum lah Dok, kau ini kenapa bisa sampai tersedak?" tanya Allena memberikan segelas air mineral.


Farhan mengatur napasnya, merasa sudah baikan. Mereka pun pergi meninggalkan cafe itu dan berjalan menuju bioskop, Allena yang melihat Farhan masih berdehem karena merasa kurang nyaman dengan tenggorokanny. Allena mengajak Farhan membeli minuman yang cukup ramai di kunjungi pembeli.


"Aku dengar minuman ini bisa menyembuhkan orang yang habis ke selek," ucap Allena.


"Benarkah?" tanya Farhan.


"Kita coba ya, kamu tunggu di sini," kata Allena berjalan membeli 2 cup minuman.


"Minum lah, sepertinya ini enak," kata Allena.


Farhan langsung menerima pemberian Allena dan meminumnya, "bagaimana? Apa ada perubahannya?" tanya Allena tak di dengar oleh Farhan.


Farhan menghabiskan langsung minuman itu dengan sekali tegukan, membuat Allena melebarkan matanya dan membuka mulutnya karena terkejut.


"Enak sekali minuman ini," ucap Farhan tak di sengaja Ia bersendawa membuat Allena semakin terkejut.

__ADS_1


"Kau sudah baikan?" tanya Allena.


"Tentu, berkat minuman ini. Terima kasih ya," jawab Farhan membuat Allena senang.


Pria itu masih mengikuti Allena yang sudah memasuki bioskop untuk menonton Film Horor yang masih Tren. Film pun baru di mulai suasa di dalam bioskop itu sangat gelas dan sedikit menegangkan membuat Farhan yang terlihat pemberani saat melihat Fil Horor membuat ya langsung ketakukan.


Allena yang melihat tingkah lucu Farhan yang mengundang tawa baginya, langsung mencubit Farhan, " apa kau takut dengan Film ini?" tanya Allena menari baju Farhan sehingga membuat mereka menatap dengan jarak dengat.


Perasaan canggung pun menyelimuti hati nya, dengan cepat Farhan langsung menggelengkan kepalanya, "aku tidak takut, hanya saja Film ini sangat mengagetkan ku," sahut Farhan kembali menonton.


Saat di momen yang menegangkan dari cerita horor itu, Farhan yang memang takut dengan ceritanya, langsung menjerit ketakutan membuat semua yang ada di bioskop itu langsung menatap Farhan termasuk Allena.


"Kau kenapa? " tanya Allena.


Dengan wajah yang pucat Farhan mengatakan, "aku takut, ini sangat menyeramkan."


Akhirnya selesai sudah ceritanya, dan mereka memutuskan untuk segera keluar dari bioskop itu, Allena yang melihat Farhan dengan wajah yang pucat langsung memeriksa kening nya.


"Apa kau sakit? Wajah mu sangat pucat," tanya Allena.


"Aku baik-baik saja, jangan khawatirkan aku," jawab Farhan.


Mereka berjalan di pinggiran taman yang di hiasi lampu warna-warni membuat pemandangan malam hari sangat lah indah.


"Dok, sepertinya aku akan pergi jauh," kata Allena.


"Apa maksudmu?" tanya Farhan.


"Aku sudah mendaftarkan diri ku menjadi TKW, aku ingin mencari uang untuk membalas budi mu dan aku ingin menemui suami ku. Seperti nya aku akan bercerai dengan nya," jelas Allena.


"Kemana kau akan pergi? Apa kau serius" tanya Farhan.


"Aku akan pergi ke Malaysia, tekat ku sudah bulat. Aku ingin mencari keberadaan suami ku dengan cara aku menjadi TKW, sudah menjadi tekat ku, aku akan menceraikan nya. Aku tidak mau merusak hati ku, terlalu sakit luka yang dia goreskan di hati ku. Ini tidak bisa di maafkan," jelas Allena.


Farhan hanya terdiam mendengar semua yang di ucapkan Allena, dengan keberaniannya. Farhan memeluk Allena membuatnya langsung terdiam.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2