Nahkoda Cinta

Nahkoda Cinta
Rapat bersama Akmal


__ADS_3

"Perhatian! Sebagian teks menggunakan bahasa melayu, harap bijak dalam membaca."


Meisita mememutuskan untuk bertemu dengan pak Adam yang sepertinya mengetahui semua aktivitas yang di lakukan suaminya, tanpa ragu Ia langsung melajukan mobilnya menuju salah satu resto dipusat perbelanjaan terbesar di Malaysia.


Di dalam sebuah resto mewah, Meisita dengan pak Adam saling menatap satu sama lain.


"Apa khabar," sapa Adam.


“Saya sihat encik, lama tak jumpa," sahut Meisita.


"Adakah awak bimbang?" tanya Adam.


“Sebenarnya saya nak tanya tentang Akmal, asalkan dia pegang syarikat saya. Saya cukup lama menguruskan rumah tangga saya, hingga akhirnya saya nak tahu keadaan sekarang," jelas Meisita.


“Saya rasa ada syak wasangka lain terhadap suami awak," sahut Adam.


Membuat Meisita merasa terkejut, mendengar Adam mengatakan hal itu, seperti Ia mengetahui ada hal lain selain tentang pekerjaan.


"Apa maksud awak, saya tidak faham?" tanya Meisita.


“Saya rasa kita patut keluar dari sini, saya akan tunjukkan semuanya kepada awak," jawab Adam.


Meisita semakin bingung, karena rasa penasarannya, Ia pun mengikuti Adam keluar dari resto itu.


“Suruh pengawal peribadi awak bawa kereta awak, kita pergi dengan kereta saya," ucap Adam.


Meisita pun terdiam dan mengikuti semua yang di katakan Adam, karena rasa penasaran itu membuat Meisita naik ke dalam mobil mewah berwarna hitam.


Mobil itu terus melaju cukup jauh, membuat Meisita tidak mengenal jalanan yang Ia lewati saat ini.


"Kita nak pergi mana Encik?" tanya Meisita.


Tidak mendapat jawaban dari Adam, Ia terus melaju sangat cepat. Meisita tidak mencurigai gerak-gerik Adam, Ia tetap tenang sambil memperhatikan setiap jalanan.


Mobil itu berhenti di sebuah vila yang cukup sepi, Meisita dan Adam pun keluar dari mobil dan masuk ke dalam vila, dengan langkah yang ragu. Meisita masuk ke dalam mengikuti Adam.

__ADS_1


Sebelum duduk, Ia di sambut dengan foto pernikahan Akmal dengan wanita yang mirip dengan Saras, matanya menatap lebar foto itu. Tak mempu melanjutkan langkahnya, Meisita langsung ambruk dan terjatuh di lantai, hatinya seperti tersayat pisau tajam yang sengaja di goreskan begitu dalam.


“Bangun, ia tidak banyak, anda perlu melihat apa yang seterusnya," ucap Adam.


Meisita menatap Adam dengan santai nya memberikan lembaran foto kebersamaan Akmal dengan wanita cantik berambut panjang, sedang jalan-jalan di Indonesia, Akmal terlihat sangat bahagia membuat Meisita yang melihat foto itu merasa sangat-sangat terkejut.


Penghianatan yang di lakukan suaminya sangatlah kejam, Ia hampir kesulitan bernapas karena sesak di dadanya.


“Betul ke ni Akmal?" tanya Meisita dengan bibir yang bergetar.


“Dia suami awak, mereka berkahwin kira-kira 2 tahun lalu ketika Akmal menjalankan projeknya di Indonesia," jelas Adam.


"Apa! Kahwin? Jadi ... status mereka sekarang masih berkahwin?" tanya Meisita.


“Akmal tukar identiti, jadi Akmal Khabir. Dapat kahwin dengan kekasihnya," jawab Adam.


“Kenapa awak beritahu saya semua ini. Ini lebih menyakitkan," ucap Meisita.


“Saya dengar isterinya bernama Allena Saraswati, dia meninggal dunia ketika bekerja sebagai pekerja asing di Malaysia. Saya sengaja mengikutnya semasa dia di Indonesia. Ini pesanan ayah awak," jelas Adam.


Meisita mengingat jika dia memiliki vidio tentang Akmal yang berada di hotel bersama dengan wanita cantik.


"Adakah anda tahu siapa gadis ini?" tanya Meisita menunjukan vidio yang sempat Ia ambil dari hotel.


“Saya tak kenal dia, tapi perempuan ni nampak familiar," jawab Adam.


Banyak sekali yang tidak di ketahui oleh Meisita mengenai kecurangan suaminya.


"Apa yang perlu saya lakukan Encik?" tanya Meisita.


"Jangan sampai syarikat Selom jatuh ke tangan suami awak. Kerana kamu akan dihalau jika semuanya sudah menjadi miliknya," pesan Adam.


Meisita terdiam, seperti belom bisa menerima semua kenyataan pahit yang harus Ia ketahui secara terang-terangan. Rasa cintanya begitu besar dengan Akmal, sampai nyawa pun akan dia berikan untuknya.


Begitulah cinta seorang perempuan, Ia akan merelakan segalanya untuk orang yang dia sayang, bahkan melihat hal menyakitkan seperti ini membuatnya tak mampu membeci Akmal, hanya rasa kesal yang saat ini sedang menguasai hatinya.

__ADS_1


Ia berjalan melihat-lihat semua foto yang berserakan di meja kerja milik Adam, semua foto di ambik tanpa di sengaja, tetap senyum dan tawa Akmal dan wanita yang ada di dalam foto itu terlihat sangat bahagia.


Meisita berkali-kali mengatur napasnya, Ia membayangkan jika nanti bertemu Akmal, apa yang harus Ia katakan dengannya.


"Saya fikir dia seorang lelaki yang sangat baik, nampaknya dia melakukan semua ini dengan saya. Apa salah saya Encik, apa! Saya korbankan segalanya untuk dia," ucap Meisita dengan berlinang air mata.


Adam hanya terdiam mendengarkan semua keluh kesah Meisita.


"Saya tidak memberitahu semua ini kepada Tuan Besar, kerana jika dia tahu dia akan marah dan memasukkan Akmal ke dalam penjara," ucap Adam.


♡♡♡


Di dalam kantor, Saras sedang memprsiapkan diri untuk datang ke Selom Group bersama dengan asistennya, dengan berpenampilan menarik, Ia langsung berangkat dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Semua perlengkapan sudah di bawa olehnya, tanpa rasa takut dan gerogi, Saras berjalan masuk ke dalam kantor Selom Group.


Ke datangannya di sambut hangat dengan karyawan yang bekerja di Selom, pujian terlontar dari bibir karyawan yang berjaga. Mereka sangat mengagumi kecantikan Saras, yang terkenal sebagai Queen Desainer setelah Lady.


Langkah yang terlihat anggun masuk ke dalam ruang rapat yang sudah ada Akmal di dalam nya, tanpa berjabat tangan, Saras pun duduk di kursi yang telah di sediakan.


Akmal yang merasa di abaikan oleh Saras hanya tersenyum kecut.


Rapat pun telah di mulai, dari pihak Selom Group mengutarakan ke inginannya untuk membuat desain yang menarik, permintaan ini telah di catat oleh asisten Oji.


Di dalam rapat itu, Saras menunjukan beberapa desain yang saat ini menjadi trend dunia, membuat mereka yang ada di dalam rapat, sangat mengagumi gagasan yang di buat oleh saras.


Akmal terus memandangi Saras dengan senyum yang penuh gairah, tetapi tatapan itu tidak di hiraukan oleh Saras. Ia fokus memberi beberapa sample kepada mereka yang ikut di dalam rapat.


"Baiklah, kita tutup mesyuarat. Untuk menentukan keputusan kami memerlukan mesyuarat kedua yang akan diadakan 14 hari selepas mesyuarat pertama," ucap Zidan selaku moderator rapat itu.


Rapat telah di tutup, dan mereka semua keluar dari ruang rapat. Termasuk Saras yang akan keluar tetapi di halangi oleh Akmal.


Tangannya memegang Saras, membuatnya langsung menghentikan langkahnya, Ia menatap wajah Akmal dengan tatapan yang tajam.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2