Nahkoda Cinta

Nahkoda Cinta
Penyamaran yang sempurna


__ADS_3

"Perhatian! Sebagian teks menggunakan bahasa melayu, harap bijak dalam membaca."


Menggunakan mobil mewah, baju mewah membuat Akmal sangat besar kepala. Ketika menghadiri pertemuan bersama petinggi negara, namanya pun sangat buming di kenal banyak orang.


Senyum simpul tersungging di bibirnya, membuat Akmal terus berjalan sampai di depan pintu masuk gedung. Banyak pengawal berjas yang mengiringi langkahnya, saat itu pula Farhan datang ke Mansion nya.


Allena yang berperan sebagai seorang perawat dan Farhan sebagai seorang dokter.


Sebelum rencana mereka di lakukan, Farhan mempunyai ide jika dirinya harus menjadi dokter pribadi keluarga Meisita, dan saat itu juga Meisita memang membutuhkan perawatan medis karena Ia memecahkan barang hingga tangannya terluka.


Semua kondisi sudah di sating oleh Farhan, Ia mampu berkolaborasi dengan dokter pribadi yag asli, dan mereka menyetujuinya.


Farhan dan Allena pun merubah penampilannya menjadi seorang dokter dan perawat, mobil mereka pun masuk ke dalam Mansion.


Sebelum masuk ke dalam, beberapa pengawal memeriksa merekaa berdua. Terlihat sangat menegangkan saat petugas itu memeriksa rambut Farhan dan hampir memegangnya.


Dengan cepat Jamal berjalan keluar mansion, dan menyuruh dokter dan perawat pun masuk ke dalam.


“Masuklah doktor, puan sedang menunggu," ucap Jamal.


Farhan pun masuk ke dalam kamar Meisita, Ia mengoboti luka Meisita seperti layaknya seorang dokter yang sedang memeriksa pasiennya.


"Awak nak bebas ke?" tanya Farhan.


Meisita menoleh heran dengan dokter yang merawatnya itu, "siapa awak? Adakah anda percaya saya tidak gila?" tanya Meisita.


Farhan hanya terdiam, Ia memberi isyarat kepada Allena untuk memeletakan camera tersembunyi.


Allena membalut luka Meisita, Ia menatap Allena seperti seorang yang tidak asing.


"Saya rasa saya kenal awak," ucap Meisita.


Allene mengedipkan matanya, memberi isyarat jika dia adalah Allena. Untung lah dengan kepekaan yang kuat, Meisita pun akhirnya menyadari jika wanita yang di dalam nya adalah Allena.


Jamal yang berada di luar menghabisi pengawal yang memang di tugaskan untuk menjaga mansion. Jumlah nya tidak banyak, karena sebagian besar dari mereka tengah mengawal Akmal ke gedung.


Dengan cepat Allena membawa Meisita pergi meninggalkan mansion. Saat mobil yang membawa Meisita telah melaju dengan cepat, Ia menatap Allena dengan rasa haru.


"Bagaimana awak tahu jika saya terkunci?" tanya Meisita.

__ADS_1


"Nombor telefon bimbit awak sangat sukar dihubungi, dan pada masa itu saya melihat kot Akmal dengan kesan darah segar, fikiran saya segera melayang kepada awak," jawab Allena.


"Boleh saya tanya?" tanya Meisita.


Allena menatap Meisita yang terlihat sangat pucat.


"Cakaplah," ucap Allena.


"Kenapa awak nak tolong saya, saya fikir awak akan berniat untuk mengambil Akmal daripada saya. Ternyata sangkaan saya meleset, malah dia menyakiti saya malah menjaga saya. Hati saya sangat hancur," curahan Meisita seketika meneteskan air mata.


Allena mengusap bahu Meisita, "jangan menangis, kami adalah mangsa di sini. Jangan rasa jika awak salah, di sini kami kini fokus untuk mengambil alih syarikat awak," ucap Allena.


"Macam mana awak tahu, kalau Akmal ni jahat sangat?" tanya Meisita.


"Nanti awak akan tahu," sahut Allena.


Meisita pun terdiam dan menatao jendela kaca mobil, kembali Ia menatap Allena.


"Adakah Akmal tahu semua ini? Tahukah awak, beliau sedang menghadiri majlis perasmian CEO baharu. Kita kena pergi sana," ucap Meisita.


“Jangan gopoh, tenangkan diri. Farhan dah buat perancangan, kejadian tu takkan berlaku," sahut Allena.


Petinggi negara yang bernama Aizul Rahman, ternyata tidak bisa menghadiri acara yang sudah di hadiri oleh kalangan bangsawan, termasuk desainer Lady pun ikut menghadiri.


Selom group termasuk ke dalam kategori perusahaan yang memenuhi syarat, maka dari itu Akmal sangat terobsesi dengan perusahaan milik Meisita.


Semua orang membicarakan tentang Aizul Rahman yang sudah hampir 2 jam tidak kunjung datang, tidak ada kabar tentangnya membuat semua orang panik dan gelisa.


Dengan terpaksa pembawa acara itu menundunda acara sampai waktu yang telah di tentukan, senyum yang tersungging di bibir Akmal seketika berubah menjadi diam seolah kecewa dengan semua yang telah terjadi.


'Sial!' batin Akmal.


Di belakang layar, pembawa acara itu tengah sibuk menelpon asisten Aizul Rahman berulang kali tetapi tidak mendapat jawaban apapun.


“Ini kali pertama perasmian syarikat berprestij gagal seperti ini, bagaimana? Adakah awak telah menghubungi Encik Aizul," ucap kreator belakang layar.


Suasana gedung itu sangat kacau, Ia pun penuh tanda tanya menghilangnya Aizul Rahman secara misterius. Gedung yang dipenuhi tamu undangan kini tengah bertaburan keluar, semua orang ke luar gedung itu dengan rasa kecewa.


Termasuk Akmal yang dengan rasa kesalnya langsung berjalan masuk ke dalam mobil mewahnya, Ia langsung melonggarkan dasinya.

__ADS_1


Mobil pun melaju meninggalkan gedung itu, "kita balik ke mansion," ucap Akmal.


Mobil yang membawa Akmal mulai memasuki mansion, melihat sebagian penjaganya tergeletak di sembarang tempat dan ada yang di ikat denga tali, membuat Akmla langsung keluar dari dalam mobil.


"Siapa yang melakukan ini?" tanya Akmal.


"Ada seorang doktor dan jururawat datang merawat Puan Meisita, namun mereka menyerang kami, Encik dan pergi ke suatu tempat," jelas salah satu penjaga yang terluka parah.


"Siapa yang melakukam semua ini?" gumam Akmal.


"Semak semua CCTV di rumah ini!" perintah Akmal.


Semua rekamam CCTV yang tertangkap di layar monitor ruangan Akmal tidak falid, saat akan di periksa oleh salah satu penjaga ternyata CCTV itu tidak bisa di akses sama sekali.


"Sial!" amarah Akmal yang sedari tadi di tahan akhirnya meluap juga.


"Cari Meisita, jumpa awak. Cepat!" perintah Akmal.


Semua orang suruhan Akmal langsung melajukan mobilnya, mencari keberadaan Meisita.


"Aku tidak akan tinggal diam, akan aku habisi kau," gumam Akmal.


Akmal langsung menghubungi Abbas yang sedang bercumbu dengan kekasihnya, saat mereka selesai melakukan hubungan intim. Terdengar suara dering telpon, membuat Abbas langsung meraih ponselnya.


Saat Abbas menerima telpon dari Akmal, seketika Ia langsung memakai pakaiannya dan pergi meninggalkan apartemennya begitu saja.


Abbas melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju mansion. Sampailah Ia langsung masuk ke dalam, melihat Akmal yang sedang memandangi layar monitor.


"Ada apa?" tanya Abbas.


"Ada seseorang yang telah main belakang dengab kita," jawab Akmal.


"Siapa yang kau curigai? Aku sudah menghabisi Adam, dan orang tua Meisita, lalu siapa lagi yang berani melakukan serangan secara diam-diam," ucap Abbas.


Pernyataan Abbas ternyata tertanggap oleh camera penyadap yang sengaja di letakan oleh Farhan, Ia sempat menghapus semua CCTV di dalam ruangan khusus, dan meninggalkan camera penyadap di sana.


Meisita yang mendengar dengan mata kepalanya sendiri langsung terkejut bukan main, Ia hampir susah bernapas.


"TIDAK ...."

__ADS_1


BERSAMBUNG....


"


__ADS_2