Nahkoda Cinta

Nahkoda Cinta
Bertemu Idola


__ADS_3

"Sebagian teks ini menggunakan bahasa melayu, harap bijak dalam membaca."


"Cuba lihat, adakah saya kelihatan seperti wanita di poster ini?" tanya Lady.


Allena memperhatikan wajah mereka berdua, begitu terkejutnya saat menyadari jika wanita yang ada di poster itu sangat mirip dengan Nyonya Lady.


"Betul puan, adakah puan kembarnya? Atau kakaknya?" jawab Allena.


Lady terlihat tidak bersemangat, dia pikir Allena akan mengenali nya dan mengataka jika wanita yang di poster itu adalah Lady, nyatanya dia mengira Lady adalah kembaranya.


"Tak kisahlah, lupakan," ucap Lady langsung pergi menuju tempat dimana Ia menyimpan kain atau bahan dasar.


Allena yang mengikuti Lady memasuki ruangan yang penuh dengan kain sutra dan kain klas atas langsung membuat Allena tak berani menyentuh satu pun dari kain itu.


"Puan, ini semua pakaian awak?" tanya Allena.


"Betul," jawab Lady.


"Ini adalah kain yang sangat mahal, lihat detailnya," sahut Allena/Saras.


Lady pun tersenyum melihat Allena dengan begitu polos menilai barang sayang sangat mahal.


"Adakah puan tukang jahit, saya lihat banyak reka bentuk di sini?" tanya Allena.


"Saya seorang pereka, saya suka melukis sesuatu yang cantik. Minggu depan saya akan membuat acara Fashion show di bangunan Paradise. Adakah awak ingin datang?" jelas Lady.


"Pertunjukan fesyen di bangunan Paradise, saya mahu puan. ini akan menjadi pengalaman pertama saya," sahut Allena/Saras.


Lady pun mulai banyak berbincang dengan Allena mengenai rancangan busana yang akan di lounchingkan, sedikit demi sedikit ilmu yang di ajarkan oleh Lady dengan cepat diterapkan Allena/Saras.

__ADS_1


Lady yang melihat semangat Allena/Saras begitu tinggu, membuatnya tidak merasa sia-sia dalam mengajarkam sesuatu yang sangat berharga. Setiap hari Allena mempelajari semua yang di berilam Lady, dengan penuh semangat. Akhinya waktu yang di tunggu-tunggu telah tiba, di man acara fashion show itu di mulai.


Di belakang layar, sebelum acara di mulai. Allena merasa sangat gugup, karena di akhir acara dirinya akan tampi bersama Mis Desainer terkenal di Malaysia.


"Adakah awak sakit, muka awak kelihatan pucat?" tanya Lady.


"Saya sangat gementar puan," jawab Allena/Saras.


"Tarik nafas, untuk lebih berehat," sahut Lady.


Allena berusaha untuk tidak gugup di dalam acara yang perdana baginya. Sebentar lagi nama Saras akan di kenal banyak orang karena bergabung dengan Mis Desainer.


Acara pu di mulai, lantunan musik terdengar saat MC acara itu tengah menyambut seluru hadirin yang di undang, dan ternyata tamu undangan bukan orang biasa. Melainkan Artis, pejabat, pengusaha, dan petinggi negara.


Melihat Allena/Saras dengan penampilan yang sangat berbeda drastis 180° membuat nya tidak bisa di kenali, Lady sengaja mengubah penampilan Allena/Saras agar dirinya memulai lembaran baru dengan wajah yang baru.


Satu persatu model yang sudah siap untuk menampilkan hasil karya Saras, telah berjalan memasuki panggung, semua hadirin merasa sangat kagum dengan rancangan busana milik Saras di bawah pengawasan perusahaan milik Mis Desainer.


Di akhir acara, Mc menyebut nama Saras sebagai perancang busana yang baru. Semua hadirin bertepuk tangan, melihat Allena/Saras berjalan menggunakan pakaian yang sangat indah, dengan langkahnya yang anggun dan senyum yang manis.


Lontaran pujian bersautan, membuat Allena/Saras semakin percaya diri. Ia menerima banyak sekali buket bunga sehingga membuatnya kualahan untuk memegang satu persatu. Dan akhirnya Allena/Saras foto bersama dengan Lady dan beberapa artis.


Acara itu di liput oleh media televisi Malaysia dan di tayangkan secara Live, seluruh dunia melihat tayangan itu. Banyak pujian dan komentar positif yang di terimanya, sehinga acara itu menjadi trending topik.


Meisita yang mengetahui ada perancang busana baru di Malaysia dengan karyanya yang luar biasa langsung memanggil suaminya.


"Sayang, untuk majlis perkahwinan Akbar nanti saya nak guna pereka fesyen Saras, kerja yang sangat cantik saya suka," kata Meisita.


“Terpulang pada awak sayang, apa pun yang terbaik untuk awak saya setuju," sahut Akmal.

__ADS_1


Meisita pun sangat bahagia karena Akmal selalu menuruti semua yang dia mau, saat ini Akmal sedang sibuk mengurus semua proyek milik orang tuanya sehingga tidak pernah mengingat nama Allena di hati nya. Entah apa yang membuat Akmal menghilang begitu saja.


Selesau acara, Allena/Saras berjabat tangan dengan salah satu cucu dari Raja di Malaysia. Suatu penghormatan bagi Allena/Saras yang langsung di temui oleh pejabat penting negara ini.


Perbincangan yang cukup panjang, akhirnya mereka semua memutuskan untuk pulang. Karena waktu sudah menunjukan malam hari, Allena/Saras dan Lady langsung pulang ke Mansion.


"Adakah awak gembira dengan acara ini?" tanya Lady.


"Saya sangat gembira puan, semua orang memujinya. Semua ini terima kasih kepada puan," jawab Allena/Saras.


“Saya mendapat beberapa kerjasama daripada beberapa usahawan, permulaan kerjaya awak Ini adalah peluang yang sangat baik, ambil kesempatan,"sahut Lady.


“Terima kasih puan kerana membantu, sekali lagi terima kasih," kata Allena/Saras.


Sampai di Masion Allena/Saras dan Lady langsung kembali ke kamar masing-masing, untuk membersihkan tubuhnya yang terasa sangat letih.


Allena menatap cermin, melihat pantulan dirinya di cermin itu. Seketika tersenyum.


"Apa ini semua adalah jawaban dari doa ku, masih ada orabg baik di sini. Aku hampir menghakhiri hidup ku karena merasa semua jahat, tapi nyatanya aku salah," gumam Allena mengapus makeupnya.


Mereka beristirahat di kamarnya masing-masing, mengarungi malam yang panjang, suara angin berdatangan di malam hari membawa rasa letih ini pergi menjauh. Di sinari mentari untuk memilihkan energi yang sudah di nanti.


Allena bertekat memotong rambutnya menjadi pendek, sesuai dengan kepribadiannya saat ini menjadi wanita independent. Terlihat sangat cantik dengan warna rambut AskBrwon, lipstik yang merah membuat senyum Allena menjadi Saras.


Wanita yang sangat anggun dan penuh dengan karisma, semua orang memanggilnya dengan sebutan Mis Saras.


Allena/Saras memiliki kantornya sendiri, berjalan dengan anggun memasuki ruangannya. Ia sudah melihat istri dari pejabat negara sudah menunggunya di dalam ruangan itu.


Mereka pun berbincang, untuk membahas rancangan tema yang akan di kenakan oleh pejabat itu, terlihat obrolan itu sangat serius, dengan cepat Allena/Saras mencatat semua yang di inginkan oleh istri pejabat.

__ADS_1


Obrolan pun berakhir, dan Allena/ Saras langsung merancang busana itu dengan teliti dan semuai yang di ingin kan oleh konsumennya. Namanya semakin di kenal banyak orang, rancangannya di pakai beberapa artis sehingga membuat brand nya semakin trand.


BERSAMBUNG.


__ADS_2