
"Sebagian teks menggunakan bahasa melayu, mohon untuk bijak dalam membaca."
Allena/Saras terlihat sangat sibuk merancang busana yang milik istri seorang pejabat, dengan imajinasi yang sangat tinggi, menghasilkan rancangan yang sangat luar biasa.
Allena langsung menuju ruangan yang memang di khususkan untuk menyimpan kain berbahan sutra yang akan di gunakan untuk membuat busana. Dirinya memilih warna yang memang cocok untuk tema acara yang akan di adakan.
Setelah memilih kain yang cocok, Allena langsung mengukur, memotong dan menjahit kain itu hingga menjadi busana yang sangat indah. Hampir beberapa hari Allena tidak pulang ke mansion Nyonya Lady karena pekerjaanya yang sangat numpuk.
Ponsel berbunyi membuatnya menghentikan aktivitas.
Allena : "Hello puan, apa khabar?"
Lady : "Awak jangan rindu saya, apa kata awak balik rumah? Awak ada banyak kerja?"
Allena : "Saya sedang membuat pakaian untuk Puan Elis, dia isteri pegawai negara ini, saya minta maaf puan, adakah puan merindui saya?"
Lady : "Awak kena kekal sihat, saya akan melawat awak dan bawakan makanan untuk awak."
Allena :“Terima kasih puan, saya sayang awak."
Allena terlihat sangat akrab dengan Lady, perhatian yang di berikan Lady membuat Allena merasa sangat beruntung. Kebaikan Lady tak ternilai, Ia merawat Allena, mengajarkan cara mendesain baju, cara berbisnis, cara menjadi wanita yang berkelas, semua di ajarkan oleh Lady.
Mungkin semua orang akan pangling dengan Allena yang sekarang, bukan lagi Allena meliankan Saras. Wanita cantik, berpenampilan menarik, saat berbicara membuat orang yang mendengarnya langsung terpikat.
Saras sangat menikmati peran nya, sampai dia hampir lupa dengan kesedihan nya selama ini yang selalu membuat nya terus menangis. Tetapi ada titik di mana dia merasa lelah dan membayangkan, betapa kejamnya dunia ini memperlakukan dirinya dengan tidak adil.
"Jangan berkhayal," ucap Lady.
Allena/Saras menoleh ke arah sumber suara melihat Nyonya Lady sedang sibuk merapikan kotak makanan yanga Ia bawa, Allena pun berjalan mendekatinya.
"Puan masak semua makanan ni?" tanya Allena.
"Sudah tentu, saya belajar dari internet," jawab Lady.
__ADS_1
Allena mencicipi satu persatu makanan itu, dan mereka berdua menikmati makanan bersama. Lady memandangi Allena yang sedang mengunyah makanan buatannya.
"Adakah awak gembira?" tanya Lady.
Allena/Saras langsung menghentikan kunyahannya menatap Lady, "Saya baik, sekarang saya menikmati hidup saya puan," Allena lanjut mengunyah makanan.
"Awak ada maklumat tentang suami awak?" tanya Lady.
“Saya belum sempat cari dia, macam mana saya nak cari dia puan. Telefon bimbitnya sudah dipanggil," jelas Allena/Saras.
"Adakah awak tidak mempunyai sebarang syak wasangka, jika dia di sini sudah mempunyai isteri atau berkahwin lagi?" tanya Lady.
Allena menatap sendu Lady, seolah sudah pasrah dengan keadaan, "Saya akan ceraikan dia tidak lama lagi, Saya datang ke sini hanya untuk mencari wang dan berjumpa dengannya sekali pun untuk mengucapkan selamat tinggal," tuturnya membuat Lady tersenyum.
"Awak seorang wanita yang baik, awak juga berhak mendapat lelaki yang baik. Bukan lelaki seperti dia," ucap Lady.
Allena hanya berdiam diri, tidak mengatakan sepatah kata pun. Ia langsung menghabiskan makanan yang ada di hadapannya.
Selesai makan, ponsel Allena pun berbunyi membuatnya langsung meraih ponsel itu. Melihat di layar panggilan dari Farhan membuat nya menjauh dari Lady.
Farhan : "Allena apa kabar, kenapa tidak ada kabar, apa kau melupakan janji mu kepada ku? Kau ini benar-benar jahat."
Allena : "Bukan begitu, aku banyak mengalami rintangan di sini. Aku bahkan belom bisa menceritakan padamu, saat ini aku sangat sibuk."
Farhan : "Baiklah, jaga dirimu baik-baik ya. Bulan depan aku akan terbang ke Malaysia, aku mendapat cuti."
Allena : "Benarkah, aku akan menunggu mu disini."
Lady memperhatikan Allena mengobrol dengan seseorang, "adakah dia kekasih awak?" tanya Lady membuat wajah Allena memerah.
"Dia hanya kawan saya, dia menjaga saya semasa saya keguguran. Dialah yang sentiasa menaikkan semangat saya, dia seorang yang sangat baik," jelas Allena.
“Semoga kamu berdua bertuah," doa Lady kepada Allena.
__ADS_1
Malam ini, Allena memutuskan untuk tidur di kantornya. Karena besok Ia harus berkunjung di salah satu Pt. Tempatnya bekerja dulu menjadi TKW.
Dengan pakaian yang sanga rapih dan menawan, Allena mulai memoleskan lipstik di bibir indahnya, membuatnya semakin anggun. Sudah hampir satu tahun Allena/Saras menghilang dari pekerjaanya sebagai TKW dan di nyatakan telah meninggalkan dunia karena kecelakaan tunggal yang di alaminya, berita bohong itu di katakan oleh Doni yang memang sekalu manager pabrik.
Kabar duka menyelimuti kesedihan team yang berangkat bersama di Allena waktu itu, kabar itu di dengar Allena/Saras dan membuatnya tersenyum.
"Jahat sekali dia mengatakan berita bohong di depan media, padahal berita yang sebenarnya, dia hampir memperkosa ku di kota itu. Pria yang sangat jahat," gumam Allena merapihkan rambutnya.
Allena langsung menjinjing tas dari brand yanh cukup terkenal di seluruh dunia, berjalan menuju mobilnya.
♡♡♡
Di tempat lian, Akmal sedang berada di perusahaan milik ayahnya sebagai calon CEO yang akan menggantikan posisi ayahnya. Acara itu akan di adakan bulan deoan tepat di mana hari pernikahan adiknya yang bernama Akbar.
Persiapan sudah di lakukan jauh-jauh hari, membuat Akmal sangat sibuk sehingga tidak sempat menghubungi siapapun termasuk Abbas yang masih berada di Indenesia.
Banyak pejabat negara yang di undang di dalam peresmian itu, termasuk desainer Lady pun di undang olehnya.
"Sayang, adakah awak menjemput pereka yang akan datang itu?" tanya Meisita.
“Saya jemput Mis Designer," jawab Akmal.
"Awak kena jemput Designer Saras, saya nak jumpa dia. Jom sayang saya mohon," rengek Meisita membuat Akmal langsung menyuruh ajudannya untuk memasukan nama Saras di bagian tamu undang VIP.
Meisita merasa sangat bahagia, karena suami tercintanya telah menuruti semua yang di inginkan. Berbeda dengan Allena/Saras yang baru saja sampai di parkiran pabrik tempat nya bekerja dulu.
Dengan menggunakan kacamata hitam Allena/Saras keluar dari dalam mobil, menatap gedung yang membuatnya menjadi seperti sekarang ini, Allena melepaskan kacamta itu berjalan di iringi oleh asistennya.
Saat dirinya berjalan menuju kantor pabrik, Allena sudah di sambut oleh CEO memilik pabrik. Tidak ada yang bisa mengenali Allena/Saras yang sekarang, karena perubahan fisik dan penampilannya membuat semua orang hampir tidak mengenalinya.
Masuk ke dalam ruang rapat, Allena/Saras duduk di kursi yang sudah di sediakan. Doni yang masih bekerja di situ, malihat Allena langsung mengingat seperti tidak asing berhadapan wanita cantik yang ada di ruangan.
“Baik puan, kami memerlukan pereka grafik untuk salah satu produk kami. Kami melihat pereka anda sangat cantik dan sesuai dengan apa yang saya mahukan, Oleh itu saya memohon kerjasama dengan puan," jelas CEO Pt. X.
__ADS_1
Allena dengan tiba-tiba menolak kerja sama itu membuat semua orang yang ada di dalam rapat itu langsung menatap tajam ke arah Allena/Saras.
BERSAMBUNG.