Nahkoda Cinta

Nahkoda Cinta
Kegilaan Akmal.


__ADS_3

"Perhatian! Sebagian teks ini menggunakan bahasa melayu, harap bijak dalam membaca."


"Jangan habisi dia! Biarkan dia hidup, kita harus segera keluar dari sini," ucap Allena.


Farhan mengikuti apa yang di katkan Allena, melihat pakaian Allena yang terbuka. Membuatnya langsung melepaskan jas miliknya untuk menutupi bagian yang terbuka.


"Pakai ini, kita harus melewati jalan pintas," ucap Farhan.


Allena langsung memakai jas itu, dan mengikuti langkah Farhan, tangan Farhan memegang erat tangan Allena seolah tak akan melepaskannya. Saat mereka masuk ke dalam pintu yang mengarah ke pintu keluar, dengan sekelompok preman berjaket hitam berjalan menghampiri Akmal.


Melihat Akmal terbujur lemah, preman itu langsung berlarian menghampiri bosnya.


"Apa yang berlaku tuan, maaf kami datang ke sini lewat," ucap preman.


“Cepat bawa saya pergi, jangan sampai Meisita tahu keadaan saya sekarang," pinta Akmal.


Akmal langsung di bawa oleh sekelompok preman itu pergi meninggalkan hotel.


Meisita yang masih di dalam acara pernikahan adik iparnya, terlihat sangat sibuk menyambut tamu undangan yang berdatangan. Sangking sibuknya sampai Ia tak menyadari jika Akmal tidak berada di hotel itu.


Mobil Akmal melaju dengan kecepatan tinggi, melintasi jalanan yang di padati oleh pengendara mobil dan motor. Mobil itu masuk ke arus lalu lintas yang menuju ke gedung kosong yang tekenal sangat luas.


Masuk ke dalam terus melewati gedung kosong itu, tepat di belakang gedung kosong, terdapat sebuah vila kecil di ujung gedung.


Akmal langsung di bawa ke dalam vila itu, terdapat seorang dokter pria yang menyambut kedatangannya, Akmal langsung ditangani oleh dokter.


Allena yang sedang di perjalanan menuju mansion hanya terdiam lemas, dirinya terlihat sangat lelah. Farhan segaja melajukan mobilnya dengan cepat agar segera sampai, Ia tak berani bertanya kepada Allena karena melihat kondisi Allena yang tidak baik.


Masuk ke dalam area komplek, Farhan langsung memarkirkan mobilnya didepan mansion. Mereka keluar mobil dan Farhan membantu Allena berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Melihat ada beberapa memar di tubuh Allena, membuat Farhan langsung mengobati luka dan memer di tubuhnya.


"Istirahat lah, kau mungkin lelah," ucap Farhan.


"Jangan pergi. Aku takut jika dia datang menemui ku," sahut Allena.

__ADS_1


"Tenang, kau aman di sini," ucap Farhan.


"Baiklah, aku lelah," kata Allena.


Melihat wajah Allena yang sangat pucat membuatnya tak sanggup meninggalkannya sendirian. Farhan pun memutuskan untuk menunggu nya sampai Ia tertidur lelap.


Farhan membuka ponselnya, mengirim pesan kepada seseorang yang memang menjadi tangan kanannya untuk mencari tahu keberadaan Akmal.


Sibuk memainkan ponsel sampai tak menyadari jika Allena sudah tertidur lelap. Farhan langsung keluar dari kamarnya, melihat Bi Ija. Farhan langsung menghampiri Bi Ija.


"Tolong sediakan sup rusuk untuk Saras," ucap Farhan.


“Baik tuan muda," jawab Bi Ija.


“Tapi masaklah nanti, dia dah tidur," kata Farhan.


Bi Ija mengatakan iya dengan cara menganggu kan kepalanya, Farhan pun masuk ke dalam ruangannya, Ia langsung menghidupkan leptop dan mencari tahu semua tentang Akmal.


Mendapat kiriman file, dari orang suruhannya. Farhan langsung memeriksa semua riwayat tentang Akmal. Membaca dengan detail, ternyata perusahaan milik keluarga Akmal hampir saja bangkrut, dan keluarganya memutuskan untuk Akmal menikahi kekasihnya yang memang orang kaya raya di Malaysia.


"Apa ini artinya, dia menikah sirih dengan Allena?" gumam Farhan.


Membaca lagi file tentang Akmal, Ia tak mendapat informasi tentang pernikahannya dengan Allena. Farhan mengira Akmal sengaja mengganti identitasnya.


"Atau jangan-jangan, dia mengganti identitasnya saat kenal dengan Allena? Atau memang ada alasannya kenapa dia menikahi istrinya yang sekarang, hem ... apa mereka menikah karena kesepakatan tertentu? Sulit di artikan," gumam Farhan.


Farhan langsung mengecek proyek yang di tangani Akmal ternyata Akmal itu menggunakan nama Akmal Khabir sedangkan nama Asli nya adalah Akmal Syeki.


Farhan menyimpulkan bahwa pernikahan Akmal dengan Allena tidak sah di mata hukum karena pemalsuan identitas. Dari kejadian ini Farhan bisa menjebloskan Akmal kepenjara karena penipuam identitas diri.


Dengan sangat teliti, Farhan langsung mencetak semua data tentang Akmal Khabir saat di Indonesia, semua bukti yang Ia dapat langsung di print dan di simpan.


Belom saatnya Ia memberi tahu kepada Allena, karena saat ini Allena sedang mengalami syok berat akibat Akmal.


Akmal yang sedang di obati, meringis kesakitan. Karena luka di wajahnya cukup parah.

__ADS_1


"Luka ini tidak boleh ditutup dengan apa-apa tuan," ucap Dokter.


"Berapa lama luka ini akan sembuh?" tanya Akmal.


"Satu minggu tuan," jawab Dokter.


Akmal sempat melihat wajah pria yang menolong Allena, membuatnya tak asing. Tetapi Ia tak mengetahui siapa pria itu.


"Apa dia pacar Allena? Apa ini ada hubungannya dengan Allena yang mengatakan jika dia sudah mendapatkan penggantinya, siapa pria itu?" gumam Akmal.


Akmal langsung mengirim pesan kepada Meisita jika dirinya saat ini tidak enak badan dan sedang beristirahat dirumah. Meisita yang mendapat pesan singkat dari Akmal merasa curiga, Ia merasa ada sesuatu yang ganjal.


Selesai acara, Meisita pun langsung pulang menuju mansion, Ia meminta bodyguardnya untuk segera mengantarkannya pulang, saat di perjalanan menuju *mansio*n Ia menerima telpon dari seseorang terlihat sangat serius.


Perlahan Allena membuka matanya, terasa kepalanya sedikit pusing, Allena mencium aroma sup yang membuatnya menoleh ke arah sup itu. Matanya melirik ke arah sup melihat Bi Ija baru saja meletakan sup itu.


"Cik sedar, tuan muda minta saya buatkan sup tulang rusuk," ucap Bi Ija.


"Baiklah, terima kasih Mak Cik," sahut Allena.


Bi Ija pergi meninggalakan Allena yang masih terbaring di atas ranjangnya. Allena yang melihat Bi Ija menjauh langsung bangun dari tempat tidur itu, menatap cermin kamarnya. Terlihat memar di sebagian tubuhnya membuat Ia teringat kerjadian itu.


Begitu sadis Akmal memperlakukan hal itu, hatinya kembali sakit saat mengingat semua kejadian yang telah Akmal lakukan.


Berukang kali Allena mengatur napasnya.


"Kenapa Akmal tega melakukan semua ini dengan ku, aku pikir dia pria yang baik. Tapi ... dia begitu jahat melakukan semua ini," gumam Allena.


Allena memakan sup yang sudah di siapkan oleh Bi Ija, saat sedang menyantap makanannya. Pintu kamar Allena pun terbuka, membuatnya menoleh ke arah pintu.


"Kau sudah baikan?" tanya Farhan.


"Aku merasa lebih baik, ada apa?" sahut Allena


Farhan memberikan beberapa lembar kertas kepada Allena, awalnya Ia tak ingin memberi tahu semuanya tetapi, Ia tak ingin membuat hati Allena lebih sakit jika dia mengetahui semuanya dari orang lain.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2