Nahkoda Cinta

Nahkoda Cinta
Bertemu dengan mu


__ADS_3

"Bolehkah saya mengambil anak angkat dari rumah anak yatim, saya rasa sunyi," sahut Meisita.


Akmal yang mendengar penuturan dari Meisita langsung melepaskan pelukan itu dan menatap sang istri, tatapan itu sangat sendu membuat meisita merasa kebingungan dengan Akmal.


"Kenapa sayang, saya salah cakap ke? Adakah anda tidak bersetuju?" tanya Meisita.


Akmal yang tidak sanggup mengatakan yang sebeneranya langsung memeluk Meisita dengan suara tangisan yang membuatnya merasa sangat bingung.


"Saya minta maaf saya tidak dapat menjaga awak dengan baik," ucap Akmal.


“Sayang buat apa? Kenapa perlu minta maaf?" tanya Meisita.


"Bila kita nak ke rumah anak yatim?" sahut Akmal.


Meisita langsung menatap heran Akmal yang tiba-tiba mengatakan hal itu tanpa mengiyakan kemauannya.


"Sayang, adakah awak serius?" tanya Meisita.


Akmal menganggukan kepalanya, membuat Meisita sangat senang. Dan memeluk suaminya dengan begitu erat.


Akmal yang melihat kebahagiaan di mata Meisita ikut merasakan kebahagiaan itu, meski hatinya sangat pilu ketika melihat semangat Meisita yang menginginkan kehadiran seorang bayi.


♡♡♡


Allena/Saras yang baru saja membuka matanya karena merasa badannya sakit semua, dengan rasa malas nya Ia pun terbangun menatap jam menujukan pukul 08:00.


"Ternyata masih pagi, langit terlihat sangat cerah," ucap Allena langsung membersihkan tubuhnya ke kamar mandi.


Hari terus berlalu sampai akhirnya di mana hari pernikahan Akbar adik dari Akmal akan di gelar, terlihat dari persiapan mereka, pesta itu akan di gelar secara meriah, karena semua tamu undangan kelas atas akan datang memghadiri pernikahan itu termasuk Saras dan Lady seorang desainer terkenal yang akan datang.


Di dalam kantor, Allena sedang sibuk merancang busana untuk dirinya sendiri. Asistennya menghampiri bahwa ada klien baru yang ingin menemui nya.


“Cik, kami ada pelanggan baru nak jumpa awak," kata Asisten Oji.


"Masuklah," sahut Allena/Saras.


“Masuk puan, Cik Saras tunggu di dalam," kata Oji.

__ADS_1


Meisita pun masuk ke dalam ruangan Allena/Saras, berjalan dengan langkah kaki yang anggun, Ia pun terkagum-kagum melihat Saras yang sangat cantik dan elegan dengan senyuman yang menawan.


"Sila duduk puan, maaf kerana menunggu lama," sambut Saran dengan ramah.


"Awak kelihatan lebih cantik dari pada yang saya sangka," kata Meisita.


“Semua wanita akan kelihatan cantik, jika dia terus ceria di zamannya," sahut Saras.


"Anda betul," kata Meisita.


"Boleh saya bantu puan?" tanya Saras.


"Saya nak buat baju yang best, untuk majlis adik ipar saya. Dia nak kahwin minggu depan, tiba-tiba saya baru nak buat baju," jelas Meisita.


Mereka berbincang, menayakan tema apa yang akan di kenakan Meisita di acara pernikahan adik iparnya, Saras memberikan beberapa model terbaiknya kepada kliennya.


Meisita merasa terpesona dengan beberapa rancangan yang di buat oleh Saras, sempat bingung memilih mana yang akan di kenakan untuknya dan yang cocok. Terlalu lama memilih akhirnya terdengar langkah sepatu hitam yang terlihat mengkilap melangkah masuk ke dalam ruangan Saras.


Pria itu masuk ke dalam ruangan Saras dengan gayanya yang cool langsung memeluk istri tercintanya di dalam ruangan Saras.


"Mana yang awak suka?" tanya Akmal.


Jantungnya berdetak sangat cepat, tak sengaja Ia menjatuhkan beberapa sampel yang dia bawa. Membuat Meisita langsung menoleh ke arah Saras, dan tersenyum. Saras yang menyadari bahwa dirinya telah menjatuhkan beberapa sampel langsung mengambil sampel itu dan berjalan menuju Meisita.


Perasaannhmya saat kacau, antara mimpi dan kenyataan. Sangat lama Ia tak mendapatkan kabar dari Akmal, dan saat ini Ia melihat Akmal bersama wanita lain, mereka terlihat sangat bahagia. Membuat hati Allena/Saras hancur seketika.


Allena berusaha untuk profesional dalam bekerja, Ia pura-pura tersenyum di depan Akmal dan Meisita.


"Puan, ini antara fabrik terbaik dari syarikat kami," kata Allena/Saras.


Akmal yang tak sengaja melihat wanita di hadapannya merasa tidak asing, seperti pernah mengenal sebelumnya. Jantungnya kembali berdetak sangat kencang saat menatap senyum dari Saras.


"Sayang, kain apa yang sesuai untuk saya?" tanya Meisita tak di hiraukan oleh Akmal yang terus memandangi Allena.


Berkali-kali Meisita memanggil Akmal sampai menggoyangkan tangannya, membuat Akmal tersadar dari lamunannya.


"Ya kenapa sayang?" tanya Akmal.

__ADS_1


“Apa yang awak mengelamun ni, awak tengok Cik Saras," ucap Meisita.


“Macam mana puan, awak lagi cantik dari saya," sahut Allena/Saras dengan senyum manisnya.


Akmal terus menatap Saras dengan senyumannya yang membuatnya mengingat Allena, pikirannya mulai di kuasai oleh bayang-bayang Allena. Tapi Ia berusaha untuk menepis semua nya.


"Saya hampir terlupa, sayang kenalkan dia dengan Saras. Pereka fesyen yang pernah saya ceritakan," jelas Meisita.


Akmal pun mengulurkan tangannya kepada Saras, tetapi hanya mendapat senyuman dari Saras.


"Selamat berkenalan dengan tuan," ucap Saras, membuat Akmal langsung tersenyum sambil menatap Meisita.


Berulang kali Saras mengatur napasnya karena merasa kembali sesak dan jantungnya terus berdetak tak menentu, hal ini sama dirasakan oleh Akmal yang berusaha terlihat baik-baik saja. Keringat membasahi keningnya, berulang kali Akmal mengatur napasnya dengan baik.


Meisita tak menyadari jika dua insan yang ada di hadapannya itu sedang di landa rindu yang sangat lama terpendam membuat mereka tak saling tegur sapa karena emosional yang tak stabil membuat perasaan itu menjadi benci.


Saras terlihat sangat pucat, di dalam hatinya ingin berteriak, memukul, dan menampar Akmal yang ada di depannya. Perasaannya sangat kacau hampir tak mampu berkata-kata lagi.


Oji yang tak sengaja masuk ke dalam ruangan Saras langsung panik melihat wajah Saras yang terlihat sangat pucat dan keringat nya membasahi keningnya.


"Maafkan saya, adakah Cik Saras okey?" tanya Oji.


Meisita langsung menoleh ke arah Oji dan langsung menatap Saras yang terlihat sangat pucat.


"Cik, awak sakit ke?" tanya Meisi merasa panik.


"Mungkin saya tidak cukup rehat, maaf puan, saya tidak dapat melayan awak dengan baik," jelas Saras.


“Okay, esok kita sambung. Rehatlah, saya tak nak awak sakit," sahut Meisita.


Meisita dan Akmal pun meninggalkan ruangan Saras, melihat Saras yang sedang tidak enak badan. Meisita pun memagang tangan suaminya saat berjalan keluar gedung itu, terasa sangat dingin membuat Meisita pun terheran.


"Kenapa tangan awak sejuk sangat, awak sakit juga?" tanya Meisita.


"Entahlah, tiba-tiba rasa tak sedap badan," jawab Akmal.


Meisita masih tidak menyadari atau ada rasa curiga terhadap Akmal dan Saras, Ia hanya berfikir ini kebutalan saja. Mobil mereka pun melaju dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2