Nahkoda Cinta

Nahkoda Cinta
Hari keberangkatan Allena.


__ADS_3

"Aku akan pergi ke Malaysia, hanya menjadi TKW aku bisa menemui suami ku. Entah kapan aku bisa bertemu dengan nya, tapi suatu saat aku akan bertemu denganya, aku ingin bercerai dari nya. Terlalu dalam luka yang terlah dia goreskan di hati ku, ini tidak bisa di maafkan," jelas Allena.


Melihat air mata itu kembali menetes di pipi Allena, membuat Farhan langsung memeluknya seolah tidak mengizinkannya untuk menangis. Allena yang mendapat pelukan hangat itu langsung terdiam, memorinya kembali teringat saat Akmal memeluknya. Tangisnya pun semakin pecah sampai terdengar suara yang sangat menyedihkan.


"Ikuti kata hati mu, pergilah ke negri tetangga. Jaga diri mu baik-baik di sana. Kabari aku jika kau membutuhkan bantuan," kata Farhan.


Allena melepaskan pelukan itu dan berusaha mengeka air matanya, "Dok, kau sangat baik dengan ku, terima kasih" suara itu terdengar lirih membuat Farhan tersenyum.


"Ini sudah larut malam, kau harus segera masuk ke dalam apartement mu," ucap Ferhan.


Allena pun menuruti ucapan Farhan dan segera masuk ke dalam apartemen, berjalan menjauh dari hadapan Farhan sampai tak terlihat lagi. Akhirnya Farhan langsung meninggalkan apartemen. Terlihat dari perlakuan Farhan kepada Allena sepertu ada rasa di dalam hatinya tapi gengsi yang selalu menguasai hati semua orang.


♡♡♡


Waktu di mana Allena akan berangkat ke Malaysia, saat di bandara. Farhan sudah menemai Allena ke sana kemari menyiapkan semua yang di butuhkan Allena.


Saat Allena akan masuk ke dalam pesawat, Allena melihat dari sorot mata Farhan ada kesedihan yang seolah tak menginginkan perpisahan ini terjadi, dengan lembut Allena memegang punggung Farhan.


"Jaga diri mu baik-baik ya Dok, aku pergi tak akan lama. Nanti kita akan berjumpa kembali 2 tahun kemudian," kata Allena.


"Baiklah, aku akan terus menunggu mu sampai kapan pun. Jika nanti aku mendapat cuti apa aku boleh terbang menyenguk mu?" tanya Farhan.


"Itu terlalu jauh, aku tidak mau merepotkan mu," jawab Allena.


Mereka pun berpelukan, dan saat momet pelukan itu dari kejauhan ada seseorang yang memotret mereka berdua. Allena sudah memasuki pintu yang akan menghubungkan dengan pesawat.

__ADS_1


Farhan langsung meninggalkan bandara saat melihat pesawat yang di tumpangi Allena terlah lepas landas dan terbang sangat tinggi.


"Selamat jalan, aku akan menunggu mu," gumam Farhan di dalam hati.


Farhan kembali ke rumah sakit untuk bertugas malam, melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah Farhan membuat sebagian perawat yang mengenalnya langsung menyapa.


"Selamat sore menjelang malam Dokter Farhan yang tampan," sapa Perawat.


"Iya Buk Oh, " jawab Farhan tersenyum manis.


"Dia sangat manis saat tersenyum, membuat hati ku berdetak kencang. Beruntung sekali ya yang menjadi pendamping Dokter Farhan," suara beberapa perawat yang memang mengagumi ketampanan Farhan.


Allena pun di berangkatkan dari Pt. nya hanya 8 orang, saat di dalam pesawat dirinya menyempatkan untuk beristirahat, karena perjalanan nya cukup lama. Dan sampai akhirnya pesawat mendarat dengan sempurna ke Bandara Kuala Lumpur International Airport.


Semua team Allena telah di kumpulkan di bandara Kuala Lumpur, sambil menunggu mobil jemputan, Mereka di bertahu aturan yang ada di Negara Malaysia ini dari sistem bekerja dan mes tempat mereka tinggal.


Allena yang baru sampai langsung merapihkan pakaian nya ke dalam loker yang sudah di sediakan, Allena meraih ponselnya untuk memeberi kabar Farhan jika dirinya sudah sampai di Malaysia dan sudah berada di dalam mes.


Pagi hari, mereka semua sudah bersiap untuk pergi ke perusahaan pembuat barang elektronik. Dengan penuh semangat Allena melihat-lihat sistem pekerjaan yang sudah di lakukan oleh karyawan sebelumnya, yang sedang di kenalkan oleh mentor yang saat itu berada di samping Allena.


Seharian mereka mempelajari semua sistem kerja di prusahaan itu membuat nya sangat kekelahan. Allena yang tidak mempunyai teman berbicara hanya terdiam melihat mereka yang datang bersama Allena sedang berbicara satu sama lain.


Hari pertama bekerja pun di mulai, saat itu Allena berada di bagian yang sangat dasar. Sebelum naik level ke bagian yang sangat rumit, awal bekerja membuatnya baik-baik saja tidak ada kendala yang membuatnya kesulitan.


Tak terasa waktu menunjukan malam hariz di mama pabrik tutup, dan semua pekerja telah kembali ke mes nya masing-masing. Mereka terlihat saling menegur satu sama lain tetapi tidak dengan Allena yang tidak ada satu orang pun menegurnya, bahkan ada dari mereka yang mengenal Allena yang menceritakan masa lalu Allena.

__ADS_1


Saat itu Allena menjadi bahan pergunjingan semua orang yang ada di dalam mes itu, Allena tidak memghirauan semua ucapan yang di lontarkan dari mulut mereka. Waktu berjalan begitu cepatz tepat saat ini Allena sudah berjalan 4 bulan menjadi karyawan di pabrik itu. Karena kinerjanya cukup cepat dan rapih, akhirnya Allena pun di pindah di bagian desain logo. Hal ini membuat semua yang bekerja di sana merasa iri dengan Allena.


"Bukannya dia orang baru dari indonesia? Kenapa harus dia yang mendapat posisi itu, kau yang sudah hampir 2 tahun masih di tempat yang sama, ini tidak adil," tanya Indri senior yang lebih dulu bekerja di tempat itu.


"Kau benar, apa dia menggunakan orang dalam di parbrik ini?" jawab Sela.


Allena yang tidak mengetahui jika dirinya menjadi bahan gunjingan seniornya, merasa biasa saja. Allena sedang di ajarkan cara memegang komputer untuk mendesain logo terbaru setiap produck yang akan lounching.


Dengan ketekunannya Allena berlajae dengan cepat dan membuat Manager yang sudah mengajarkannya banyak hal menjadi bangga.


"Ternyata kau memiliki bakat terpendam ya," ucap Pak Doni.


"Terima kasih atas pujiannya pak," jawab Allena.


"Lusa aku mengunang mu makan malam, di cafe Salome," ucap Pak Doni.


Allena hanya menganggukan kepalanya, saat jam kerja sudah berakhir. terlihat di jalanan sangat sepi, Allena berjalan sendiri menuju mesnya. Tak melihat kanan kiri, Allena pun tersandung dan langsung terjatuh. Kaki nya menatap lantai membuatnya meringis kesakitan.


Dari jauh terdengar suara wanita tertawa mendekati arah Allena terjatuh, "apa itu menyakitkan? Sepertinya sangat sakit," ucapan itu terdengar seperti meremehkan seseorang.


Terlihat jelas 3 wanita itu berjalan mendekati Allena, Ia memperhatikan samar-samar wanita itu. Ternyata dia adalah senior tempatnya bekerja.


"Kak Indi, Kak Sela dan Kan Pure, kenapa kalian di sini?" tanya Allena.


"Dia terlihat sangat polos ya? Ha ... ha ...," ucap Pure.

__ADS_1


Salah satu dari mereka menjambak rambut Allena sehingga Allena meringis kesakitan.


BERSAMBUNG.


__ADS_2