Nahkoda Cinta

Nahkoda Cinta
Tawaran yang menarik


__ADS_3

"Perhatian! Sebagian teks menggunakan bahasa melayu, harap bijaksana dalam membaca."


Allena yang bertemu dengan Vina seorang penghibur, dan saat itu Ia mendapat klien baru yang tampan dan perkasa bernama Abbas. Seketika Inka langsung memberi tawaran yang cukup tinggi untuknya.


Vina terlihat sangat ingin mengiyakan tawaran itu, tapi dengan cerdik Ia pun langsung menatap wajah Allena.


"Apa yang perlu saya buat?" tanya Vina.


Allena pun menatap lekat Vina, Ia terlihat sangat serius dengan ucapannya. Tatapan yang begitu tajam membuatnya langsung mendekati wajah Vina.


"Aku harap kau serius untuk melakukan pekerjaan ini, ini tidak sulit," bisik Allena.


"Apa tu?" tanya Vina.


"Anda hanya perlu mencampurkan ubat penenang ke dalam minuman Abbas, kemudian izinkan saya bertanya kepada anda semua yang saya perlu tanya. Selebihnya anda boleh berseronok, saya hanya perlukan sedikit masa," jelas Allena.


Akhirnya tawaran itu pun di setujui oleh Vina yang memang gila dengan uang dan barang brand, kesepakatan itu belom di ketahui oleh Farhan. Allena pun kembali ke mejanya, Farhan yang kebingungan melihat Allena yang cukup kegirangan.


"Ada apa?" tanya Farhan.


"Aku sedang menikmati semua yang bisa ku nikmati, setelah makan kita pergi kesuatu tempat," ajak Allena.


"Baiklah, jika itu makanan kau harus mentraktir ku ya," ucap Farhan.


Mereka pun tertawa bersama, Farhan sangat mampu membuat Allena tersenyum dalam kondisi yang sulit sekalipun. Sehingga membuatnya mulai merasa nyaman dengan kehadiran Farhan.


Selesai makan, Allena dan Farhan kembali ke dalam mobil.


"Kita harus ke apartemen C," ucap Allena.


"Kita mau bertemu dengan siapa?" tanya Farhan.


Allena pun akhirnya menceritakan semuanya dengan Farhan, bahwa Ia akan menemui seseorang di tinggal di apartemen C. Mobil pun melaju dengan cepat.

__ADS_1


"Apa kau yakin, wanita itu mau membantu mu?" tanya Farhan.


"Aku tidak tahu pastinya, tapi dia mau melakukan apa yang aku ingin kan," jawab Allena.


Farhan pun terdiam, seklias menatap Allena yang penuh percaya diri. Ia terlihat berharap mendapatkan informasi tentang Abbas.


Sampai lah di apartemen C, Allena pun berjalan seorang diri masuk ke dalam apartemen, melihat Vina yang sedang duduk manis sambil meminum segelas wine. Melirik ke arah Allena.


"Apa yang perlu saya buat?" ucap Vina.


Allena memberi tahu Vina jika hanya mengaku kepadanya tentang siapa dalang dari kekejamam yang dia buat, Vina cukup merekam semua yang di katakan Abbas.


Dengan cepat Vina langsung mengiyakan keinginan Allena, Ia pun meminta uang muka kepada Allena.


"Saya akan bayar awak, kalau awak buat kerja awak dulu. Kalau awak cuai, awak akan menanggung akibatnya," ancam Allena/Saras.


Melihat tatapan Allena yang cukup membuatnya takut, Vina pun dengan berat hati menuruti kemauan Allena.


Allena pergi menjauh dari hadapannya dan meninggalkan apartemen itu dengan menggenakan kacamata hitamnya. Tak di sengaja Ia bersimpangan dengan Abbas yang merubah tampilannya menjadi gondrong.


Allena masuk ke dalam mobil, "kenapa kau terlihat sangat bingung? Apa terjadi sesuatu?" tanya Farhan membuat Allena menatapnya.


"Aku seperti melihat Abbas berjalan memasuki apartemen itu," jawab Allena.


"Apa kau tidak memeriksa siapa pemilik apartemen itu," sahut Farhan.


Allena pun langsung keluar mobil itu lagi, dan masuk ke dalam resepsionis untuk menanyakan siapa pemilik nomor apartemen C.


"Maaf, boleh saya bertanya?" tanya Allena.


"Puan, ada apa-apa yang boleh saya bantu?" jawab resepsionis.


Allena menunjukan nomor apartemen itu, dengan cepat resepsionis melacar siapa pemilik apartemen itu.

__ADS_1


"Maaf puan, pemilik apartment ini bernama Akmal Syeki," ucap resepsionis.


Allena cukup terkejut, 'Akmal Syeki, jadi ada hubungannya dengan semua kejadian yang menimpa Meisita. Aku harap semuanya akan segera terbongkar,' batin Allena.


Allena pun meninggalkan resepsionis dan kembali masuk ke dalam mobil.


"Ternyata apartemen itu milik Akmal, aku sangat curiga dengannya," ucap Allena.


"Aku akan segera menyelidiki semuanya," ucap sahut Farhan.


Mobil pun melaju dengan kecepatan tinggi, sampai di mansion. Allena langsung masuk ke dalam dan menemui Nurhaliza.


"Awak nak jumpa Akmal ke?" tanya Allena.


Nurhaliza menatap Allena dengan tatapan yang sangat senang ketika mendengar suara Akmal.


"Di mana saya akan jumpa dengan nya?" ucap Nurhaliza.


"Esok kita kan jumpa denganya, saya berjanji akan membawa puan jumpa Akmal," sahut Allena.


Dengan rasa haru, Nurhaliza pun memeluk Allena, dan terus bertanya siapa sebenarnya


"Saya merasakan awak mempunyai hubungan yang lebih daripada kawan, adakah itu benar?" tanya Nurhaliza.


Dengan berat hati, Allena menceritakan secara singkat tentang dirinya dan kisahnya bersama Akmal.


“Saya pernah menjalinkan hubungan istimewa dengan Akmal, tetapi kami tidak ditakdirkan bersama," ucap Allena.


Farhan masuk ke dalam ruangannya, Ia langsung memeriksa posisi Akmal saat ini. Dengan cepat Farhan mendapat informasi bahwa besok Akmal akan bertemu dengan orang penting di Malaysia ini, Ia mewakili kaluarga besar Selom Group.


Farhan menelpon orang suruhannya, untuk memeriksa semua yang di lakukan Akmal. Orang suruhan itu bernama Jamal.


Jamal menyamar sebagai ajudan Akmal Ia terus mengikuti kemana perginya Akmal. Sampai akhirnya Akmal akan menemui Abbas dan tak sengaja Jamal mendengar obrolan mereka berdua.

__ADS_1


Penyadapan ruangan itu di lakukan oleh Jamal sebelum mereka berdua bertemu di dalam ruangan itu. Semua yang di lakukan mereka semua, dengan mudah di ketahui Farhan.


"Kurang ajar kau ya," gumam Farhan.


__ADS_2