
"Perhatian! Sebagian teks menggunakan bahaaa melayu, harap bijak dalam membaca."
Mendengar kata "will you merry me". Allena langsung mundur secara perlahan, Ia mengingat semua kenangan bersama Akmal yang mengatakan hal yang sama, membuat Allena langsung berlari menjauh dari Farha.
Farhan yang melihat Allena menjauh dari nya, merasa bingung dan menyusul Allena yang masih berlari menuju taman.
Farhan memantau Allena yang terdiam melihat hamparan langit yang hanya di temani sinar bulan dan bintang, terlihat sangat damai jika di pandang mata. Di tambah hembusan angin yang membuat rumput menari di tengah keheningan malam.
Dengan penuh keberanian, Farhan melangkahkan kakinya mendekati Allena yang terlihat sangat menikmati suasana malam.
"Maafkan aku, jika ucapan tadi membuat mu trauma dengan masa lalu mu," ucap Farhan.
Tidak menjawab ucapan Farhan, Allena masih tetap menatap malam dengan mata terpejam seolah sedang meletakan hatinya untuk beristirahat.
"Aku tahu, ini sangat gegabah. Aku harap kamu memaafkan, aku telah lancar mengatakan semua itu," ucap Farhan.
Allena membuat matanya, merasa hatinya sudah membaik. Ia menatap Farhan dengan senyumam.
"Kau pria yang sangat baik, terkadang aku merasa tidak pantas untuk bersanding dengan mu, kau tahu status ku. Mungkin aku terlalu sensitif hingga membuat mu bingung," jelas Allena.
"Aku akan tetap menunggu mu," ucap Farhan.
Farhan memeluk Allena, Ia sangat menyayangi wanita yang saat ingin sedang di peluk olehnya.
"Sial!"
"Kalian tidam berguna! Mencari satu wanita saja tidam becus!" marah Akmal kepada pengawalnya yang tidak menemukan keberadaan Meisita.
"Maafkan kami Encik, Puan Meisita amat sukar ditemui, berkemungkinan orang yang menyelamatkannya bukan sesiapa sahaja," ucap pengawal Akmal.
“Bukan sesiapa sahaja, lalu siapa dia?" gumam Akmal.
Akmal terlihat sangat kesal karena hilangnya Meisita dan penundaan acara yang sangat di tunggu-tunngu, tetapi Ia tidak pernah mengira jika akan terjadi seperti ini.
Abbas yang ada di dekat Akmal pun, mulai memikirkan sesuatu. Ia teringat jika kekasih gelapnya pernah mengatakan jika dia pernah di bayar untuk mencari tahu tentangnya.
"Siapa wanita itu?" gumam Abbas.
"Siapa yang kau maksud?" tanya Akmal.
"Ada seorang wanita yang bertemu dengan Vina, Ia memintanya untuk mematai ku, itu terdengar sangat lucu," ucap Abbas.
Abbas langsung memeriksa CCTV di apartemen tempatnya, Ia melihat Saras berjalan masuk ke dalam apartemenya.
"Saras!?" ucap Abbas.
Akmal yang mendengar kata mantan istrinya langsung menoleh ke arah Abbas. Ia melihat Saras tertangkap CCTV masuk dan keluar dari apartemen miliknya.
__ADS_1
"Apa hubungan Vina dengan Saras?" tanya Akmal.
"Itu artinya Saras dalang di balik semua ini," ucap Abbas.
"Saras! Bagai mana mungkin dia dalangnya?" ucap Akmal.
"Dia yang bertemu dengan Vina untuk mematai ku, Ia pun ceriga dengan kematian kedua orang tua Meisita. Itu artinya Saras yang membawa Meisita pergi," jelas Abbas.
"Sial!'
Amarah Akmal membuat membuatnya langsung meraih ponsel dan menelpon Saras. Berkali-kali Ia menelpon tetapi tidak mendapat jawaban dari Saras membuatnya semakin kesal.
"Sial! Besok aku harus bertemu dengan nya," ucap Akmal.
"Apa perlu aku habisi dia?" tanya Abbas.
Akmal menatap Abbas dengan tatapan yang kesal, "jangan sekali-kali kau menyentuh nya, apa kau yang mau ku bunuh!" acam Akmal membuat Abbas tertawa.
"Kau bisa di bodohi oleh 2 wanita yang sekarang sedang bersekongkol untuk menyerang mu, jangan bodoh. Aku rasa Meisita dan Saras sudah berteman baik, jadi mereka tinggal menunggu kehancuran mu saja," jelas Abbas.
Akmal yang terbawa amarah, hanya bisa meremas tangannya dan berteriak.
"Tidak mungkin! Mereka wanita yang sangat mencintai ku, aku rasa kau salah mengira," teriak Akmal.
Abbas hanya terdiam melihat tingkah Akmal yang sangat percaya diri.
"Baiklah, aku sangat letih, sampai bertemu besok," ucap Allena.
Mereka berpisah meninggalkan taman yang sedang di terpa angin kencang membuat udara malam sangat dingin. Allena melangkah masuk ke dalam kamarnya, Ia segera membersihkan dirinya dan beristirahat meninggalkan rasa lelahnya yang di bawa oleh mimpi.
Pagi itu menyambut dengan senyuman mentari yang sangay cerah, membuat Allena pun terbangun dengan badan yang kembali bugar.
Allena mencium aroma masakan yang sangat wangi, membuatnya keluar dari kamar. Melihat Meisita sedang memask bersama Nurhaliza, membuatnya ikut mendekati mereka.
"Cik, masak apa?" tanya Allena.
“Awak dah bangun, saya buat nasi goreng istimewa," jawab Meisita.
“Aromanya membuatkan perut saya terus memanggil untuk makan," goda Allena.
Mereka pun makan dengan hikmat, Meisita menatap Allena.
"Apa rancangan awak sekarang?" tanya Meisita.
Allena menatap Farhan yang sedang menyantap makan.
“Saya perlu berjumpa dengan pegawai negeri hari ini, saya harap anda dapat menjaga diri dengan baik," jawab Farhan.
__ADS_1
Selesai sarapan, Farhan pergi untuk bertemu dengan Aizul, yang saat ini sudah di amankan oleh Jamal di tempat yang sangat aman.
Saat Farhan sampai di gedung itu, Ia langsung masuk ke dalam melihat Jamal sesang duduk mengawasi Aizul.
"Bagaimana dengan jamuan di sini, adakah anda berpuas hati?" tanya Farhan.
“Awak siapa? Kita pernah jumpa? Lepas tu siapa yang bawa saya ke sini?" tanya Aizul.
Farhan tertawa, lalu berjalan mendekati Aizul yang sedang duduk.
"Saya Farhan anak Puan Lady? Adakah anda tahu dia? Saya rasa anda sangat mengenali orang kaya yang sentiasa mengikut trend dunia," ucap Farhan.
"Apa yang kamu mahu?" tanya Aizul.
“Saya nak bahaya sangat tuan, boleh tak?" ucap Farhan.
Aizul terlihat sangat bingung, Ia menatap Farhan dengan hati yang takut dan gugup.
“Berapa Akmal bayar awak?" tanya Farhan.
"Apa maksud awak? bayaran apa? Saya tidak tahu?" tanya Aizul.
Farhan memberi isyarat kepada ajudannya untuk mengambil sesuatu yang sangat tajam, ketikan itu mendekatkan beda tajam.
Aizul yang melihat ada benda tajam itu, menatap ketakutan, Ia terlihat takut mati karena dia sangay mencitai uangnya.
"Apa yang kamu mahu?" tanya Aizul.
“Ha... ha..., awak nampak sangat hipokrit, awak telah melakukan kesalahan dengan mengambil rasuah daripada Akmal yang kini memegang kumpulan Selom," ucap Farhan.
Farhab terlihat sangat ketakutan, medengar semua yang di katakan Farhan adalah berita yang sangat falid.
"Maaf tuan, saya tersilap melakukan sesuatu yang kotor," ucap Aizul.
"Tahu tak, macam mana undang-undang di negara kita? Kenapa tamak sangat buat semua tu, berapa banyak rasuah yang awak terima. Dan menyebarkan berita palsu kepada umum, memang perlu dibanteras," ucap Farhan.
Aizul sangat ketakutan jika tindakan nya dapat membawanya masuk ke dalam penjara, dengan rasa ketakutan, Aizul memohon kepada Farhan untuk tidak melaporkan ke pihak yang berwajib.
Farhan terus menggodanya, sehingga membuat Aizul kesal dan menampar pipi Farhan yang posisinya sangat dekat dengan Aizul.
Lirikan mata itu sangat tajam membuat amarah Farhan kembali mencuak, Aizul terlihat sangat ketakutan.
"Ampuni saya Encik."
"Ku mohon ampuni saya, saya berjanji untuk menebus semua kesalahan saya "
BERSAMBUNG.
__ADS_1