
"Perhatian! Sebagian teks menggunakan bahasa melayu, harap bijak dalam membaca."
Meisita mengadakan pertemuan dengan seluruh karyawan di kantornya. Terlihat ramai di aula, sedang bergosip tentang pengunduran secara tiba-tiba suaminya. Membuat menimbulkan berita yang tidak benar, tetapi Meisita tidak memperdulikan semua itu, Ia hanya ingin mengklarifikasi kepada seluruh karyawannya atas kemunduran Akmal.
Meisita berjalan di ikuti Zidan di belakangnya, melewati lorong rahasia yang mengarah langsung ke aula, saat Meisita sampai di aula, semua karyawannya langsung terdiam melihat bos lamanya.
"Baiklah, terima kasih atas penyertaan anda. di sini kehadiran saya, saya ingin memaklumkan bahawa saya akan kembali menjadi CEO tuan dan Encik Akmal telah meletakkan jawatan kerana menguruskan syarikat baru kami, jadi saya mohon untuk mengemaskini berita terkini, terima kasih."
Suara Meisita di dengar seluruh karyawan yang berkumpul di aula.
Selesai menyampaikan keputusannya, Meisita kembali ke ruangannya. Saat Meisita sudah menjauh dari aula, semua karyawan berhamburan kembali ke tampatnya masing-masing sambil berbincang mengenai Akmal yang menjadi gosip terhangat di kantor.
"Bilakah saya akan berjumpa dengan Cik Saras lagi?" tanya Meisita.
"Mesyuarat sudah selesai puan, jika puan ingin berjumpa secara tertutup. Saya akan mengaturkan jadual mesyuarat," jawab Zidan.
"Baiklah kalau begitu," ucap Meisita.
Akmal yang sedang berada di cabang prusahaan yang terletak cukup jauh dari perusahaan pusat, merasa kesal dengan keputusan sepihak Meisita. Ia menghubungi Zidan yang masih ada di sana, tetapi tidak mendapat jawaban.
Akmal menghubungi Abbas, yang memang akan terbang ke Malaysia. Akmal mendapat berita bahwa Meisita telah mengetahui semua rahasianya bersama Allena dari tangan kanan orang tua Meisita.
Hal ini membuat Akmal sangat panik dan berusaha menyusun rencana untuk merebut kembali perusahaan milik Meisita, Ia berusaha menghalalkan segala cara untuk mendapatkan hak nya.
Abbas pun sudah sampai di Negara asalnya Malaysia, Ia berjalan untuk keluar dari bandar berjalan menuju salah satu mobil yang sudah menunggunya. Saat ia menaiki mobil itu, Ia langsung menyuruh supir yang membawa mobil itu ke suatu tempat.
Mobil melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi, menembus kemacetan lalu lintas di kota itu.
Meisita yang sedang terduduk di kursi yang pernah di duduki Akmal, membuatnya mengingat saat Akmal memegang erat pinggang seorang wanita yang sangat mirip dengan Saras. Terus terlintas di dalam benaknya, jika Saras pernah memiliki hubungan spesial dengan suaminya.
__ADS_1
'Saya perlu berjumpa dengan Saras dan bertanya kepadanya secara berdepan, saya tidak boleh terus begini,' batin nya sambil menekuk tangannya.
Karena di penuhi rasa penasaran, akhirnya Meisita mengirim pesan singkat kepada Saras. Dan langsung pergi meninggalkan tuangannya, Zidan yang melihat Meisita pergi langsung memberi tahu taun nya.
Saras yang sedang fokus bekerja, tiba-tiba ponselnya menyala karena ada pesan masuk. Ia melihat pesan itu dari Meisita yang bertuliskan.
"Boleh kita jumpa di Cafe Loise, kita perlu bercakap."
Pesan itu membuat Saras sedikit bingung karena, di dalam benaknya Meisita mulai mencurigainya. Apa lagi kabar tentang Akmal yang tidak lagi menjadi CEO perusahaan Selom Group membuat Saras semakin bingung.
'Aku rasa Meisita mengetahui sesuatu, sepertinya aku harus menemuinya," batin Saras.
Saras keluar dari ruangannnya untuk bertemu dengan Meisita, Ia mengendarai mobilnya sendiri, melaju dengan kecepatan sedang membuatnya sambik menikmati musik yang menyala.
Sampai di depan Cafe Loise, Saras memarkirkan mobilnya tepat di samping mobil Meisita. Ia keluar dan masuk ke dalam cafe, ada salah satu pelayan yang mendekati Saras dan menunjukan ruang VIP, mereka berjalan masuk dan Saras melihat Meisita sudah duduk menunggunya.
"Apa khabar Cik Saras, lama tidak berjumpa," sapa Meisita.
"Apa yang puan mahu berjumpa dengan saya?" tanya Saras.
Meisita menatap Saras dengan wajah yang begitu penasaran, Ia mengeluarkan selembar kertas yang terdapat dirinya dan akmal sedang berfoto bersama.
"Adakah awak, wanita dalam foto ini?" tanya Meisita menujukan foto itu kepada Saras.
Saras menerima foto itu, betapa terkejutnya Ia melihat fotonya bersama Aklam sewaktu mereka berjalan-jalan di pusat wisata. Seketika Saras langsung menatap wajah Meisita.
"Mana awak dapat gambar ni?" tanya Saras.
“Ada seseorang yang sengaja mengintip Akmal semasa di Indonesia," jawab Meisita.
__ADS_1
Dengan berat hati, Allena/Saras pun mengungkapkan hubungannya dengan Akmal.
“Awak orang Indonesia ke? Saya rasa identiti awak sangat sukar," ucap Meisita.
“Puan Meisita, saya memang pernah menjalinkan hubungan dengan Akmal, tetapi ketika itu dia di Indonesia, dia mengaku dia bujang yang tidak mempunyai isteri. Kami pun buat keputusan nak kahwin, tapi perkahwinan tu tak lama, sebab dia kena balik Malaysia sebab dengar parents dia sakit, dia tipu. Awak yang keguguran, Saya di sini kerana saya ingin membalas dendam dengan Akmal, dia sangat kejam terhadap saya, malah dia memalsukan semua identitinya semasa di Indonesia," jelas Allena Saras.
Mata Meisita terbelalak begitu besar, terlihat di wajahnya seperti tidak menyangka dengan semua cerita Saras.
"Dia tipu awak? Jadi awak isteri kedua Akmal? Dia tipu saya, tak pasal-pasal saya rasa syak wasangka kali pertama saya buatkan baju awak, saya nampak Akmal memandang awak dengan mata rindu, muka awak berdua pucat padanya. Masa yang sama, hati saya mula tertanya-tanya ketika itu. Dan kini saya telah menemui jawapan kepada syak wasangka saya," jelas Meisita meneteskan air matanya, Ia sangat kecewa dengan perlakuan suaminya.
"Saya dah ceraikan dia, jadi awak tak perlu risau," sahut Saras.
"Apa rancangan awak sekarang?" tanya Meisita.
"Awak kenal ibu bapa sebenar Akmal? Awak tahu di mana dia berada sekarang?" tanya Saras.
“Dia menjalankan perniagaannya di Delhi, saya sangat mengenali ibu bapanya, sebelum kami berkahwin. Dia seorang lelaki yang sangat menyayangi ibu bapanya, itu yang membuatkan saya jatuh cinta padanya," jelas Meisita.
Allena hanya tersenyum manis, ternyata Meisita tidak sepenuhnya mengetahui kejahatan Akmal.
◇◇◇
Mobil yang di naiki Abbas melaju ke sebuah tempat di mana itu cukup jauh dari keramaian, sampai di depan sebuah rumah kecil yang sangat menimalis, dengan gagahnya Ia keluar dari mobil dan menginjakan kakinya di rumah itu.
Langkahnya membuat orang yang ada di dalam rumah itu pun keluar menyapanya, Ia tidak mengenali pria yang datang mengunjungi rumah itu, karena menggunakan kaca mata hitam.
Abbas masuk ke dalam ruangan itu, terlihat sangat rapih tanpa ada benda yang mencurigakan berserakan. Abbas berbincang dengan pria itu, dengan bengis mereka sempat berkelahi sampai akhirnya pisau tajam menembus ke perut pria itu.
Ruangan itu bersimba darahnya, dengan cepat Abbas menghilangkan barang bukti. Dan membuka setiap ruangan, sampai akhirnya Ia menemukan ruangan yang terlihat sangat berbeda dari ruangan yang lainnya.
__ADS_1
Abbas masuk ke dalam, dan memeriksa semua CCTV dan mengambil semua barang yang ada di dalam ruangan itu.
BERSMABUNG.