
Allena melihat wanita tua yang kesusahan membanyak cukup banyak belanjaan, membuatnya sangat iba. Dengan suka rela Allena pun menawarkan dirinya untuk membantu wanita paruh baya.
"Belanjaan ibu sangat banyak, boleh ku bantu?" tanya Allena dengan senyum ramahnya.
Wanita paruh baya itu menatap Allena yang tersenyum kepadanya, " Tidak usah repot-repot nak, aku sudah biasa membawa belanjaan sebanyak ini."
Moly terus membujuk karena merasa tidak tega, akhitnya wanita paruh baya itu mau menerima tawaran Allena dan taksi pun datang menghampiri mereka berdua, dengan penuh samangat Allena membawa semua barang milik wanita itu ke dalam taksi di bantu pak supir.
Wanita paruh baya itu mengucap salam perpisahan dan mengundang Allena untuk berkunjung ke rumahnya, taksi itu sudah menjauh dari hadapan Allena.
Di dalam hati Allena, ada rasa penasaran mengenai keluarga besar Akmal. Satu pun dari mereka tidak ada yang di kenal oleh Allena membuat nya ingin menanyakan perihal itu kepada suaminya, tetapi mulutnya tak mampu mengatakan semua pertanyaan yang hanya ada di benaknya.
Sampai di apartemen.
Allena melihat Akmal sedang duduk di sofa membuatnya menghentikan langkah kakinya.
"Abang udah pulang?" tanya Allena.
"Iya, Abang merindukan mu," jawab Akmal.
"Begitu ya," sahut Allena meletakan escream di dalam lemari pendingin.
Akmal yang melihat raut wajah Allena begitu masam langsung bertanya, " Apa kau masih marah?" membuat Allena menoleh ke arah Akmal.
Allena pun duduk di samping nya, "Abang, apa ayah ibu mu mengetahui pernikahan kita?" pertanyaan ini membuat hati Akmal langsung berguncang seolah akan ada perang yang dagang.
Dengan berbagai alasan Akmal pun menjawab, "Maafkan aku belom bisa mengenalkan mu dengan keluarga ku, karena mereka terlalu sibuk. Insya Allah lusa kita telpon dia ya."
Allena pun tersenyum menatap wajah Akmal terlihat sangat serius dengan ucapannya.
Di rumah Katmojo.
"Pak, kita menang banyak. Harta yang di miliki keluarga Handoko cukup untuk membuat kita semakin kaya," ucap Dewi dengan tawanya.
"Berarti nanti aku bisa jalan-jalan keluar Negri ya bu?" tanya Ella.
__ADS_1
"Tentu saja, kan kita sudab menjadi kaya. Apalagi uang seserahan yang di berikan oleh suaminya Allena sangat banyak, enak sekali ya kalo banyak duit, jadi gak bingung ngaturnya," sahut Dewi.
"Sudah- sudah, gunakan uang itu dengan bijak. Jangan sampai kita hidup miskin karena ulah kalian," celetuk Katmojo.
"Ye, sih Bapak ini kalo ngomong hati-hati. Pamali kata orang jawa," kata Dewi.
Ella begitu kegirangan dengan uang yang ada di depannya, begitu pula dengan Dewi yang berkali-kali menatap uang bergepok-gepok itu di tangannya.
Berbeda dengan Allena yang selalu di manjakan oleh Akmal, mereka berlibur di setiap Akmal mendapat libur. Tetapi sayang nya saat ada acara penting dari perusahaan tempatnya bekerja, Allena tidak pernah di ajak untuk menghadiri acara tersebut. Bahkan terkadang Allena pun tidak mengetahui jika ada Even penting yang sering di hadiri oleh suaminya, begitu polosnya Allena sehingga membuat nya percaya dengan ucapan manis dari bibir Akmal.
♡♡♡♡
Sayup-sayup mata ini terbuka karena sorotan cahaya mentari yang begitu terang membuatnya harus membuka dunia yang fana dilengkapi tipu daya.
Terlihat ada balon dan beberapa tangkai mawar merah di sekeliling ruangan itu, Allena berfikir apa dia sedang bermimpi tetapi dirinya mencoba mencubit tangannya sendiri membuat matanya langsung terbuka lebar.
"Tara ... Selamat ulang tahun sayang!" teriak Akmal membuat Allena terkejut.
"Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday to yo .... "
"Buat permohonan," ucap Akmal.
"Dalam doa ku, aku ingin selalu bersama mu dan anak kita kelas hidup bahagia," gumam Allen.
Setelah selesai melakukan permohonan, Allena pun meniup lilin itu. Tiba-tiba suara balon dan trompet berbunyi membuatnya terkaget, Allena menatap Akmal yang sangat antusias kepada dirinya.
"Selamat ulang tahun istri ku," ucap Akmal mencium kening Allena.
"Terima Kasih, aku tidak pernah merasa sebahagia ini," sahut Allena meneteskan air mata bahagianya.
"I love you , "kata Akmal langsung mencium Allena dengan penuh gairah.
Taburan bunga mawar yang terlihat begitu indah, rusak begitu rasa karena ulah mereka berdua. Keduanya terhanyut oleh gairah yang saling menggebu, saat Akmal akan membuka baju Allena. Terdengar suara ponsel berbunyi membuat nya menatap Allena.
"Angkat lah, siapa tau itu penting," kata Allena.
__ADS_1
Akmal pun meraih ponselnya, melhat nama layar yang ada di ponselnya sangat jelas tertulis mama. Akmal pun mengangkat vidio call itu, terlihat dari layar lelaki paruh baya yang melambaikan tangannya kepada Akmal.
Beri Khabir : "Apa khabar nak?"
Akmal : "Saya sihat, apa khabar ayah?"
Beri Khabir : "Tengok ayah awak sihat sangat, mana awak dengan siapa?"
Akmal : "Saya berada di apartmen bersama isteri saya."
Akmal pun mengarahkan ponselnya ke Allena, terlihat wajah Allena begitu bingung karena melihat seorang pria paruh baya itu melambaikan tangannya ke arah Allena. Ia menatap suaminya dengan tatapan bingung.
Akmal : "dia isteri saya yang sangat cantik, nama dia allena."
Beri Khabir pun melambaikan tangannya dan mengatakan bahwa Allena wanita yang hebat mampu menaklukan hati Akmal. Allena yang mendengar ucapan dari ayah Akmal langsung tersipu malu. Mereka berbincang begitu panjang mengundang canda tawa, terlihat Allena sangat akrab dengan ayah mertuanya walau pun hanya melalui vidio call, sampai akhirnya vidio itu terputus.
"Ayah mu tidak semenakutkan itu ya, dia sangat baik," ucap Allena.
"Kau benar sayang, dia pria yang penyayang," sahut Akmal.
"Kapan aku bisa bertemu dengan mereka?" tanya Allena memeluk tangan kekar Akmal.
"Bersabarlah sayang, nanti jika pekerjaan ku sudah selesai akan ku bawa kau ke Malaysia bertemu orang tua ku," jawab Akmal.
"Baik lah, aku akan menunggunya," sahut Allena.
Allena mengira jika orang tua Akmal telah menerimanya sebagai seorang manantu, hati nya terasa sangat lega melihat respon keluarga Akmal sangat hangat ketika menyambutnya. Kini Allena merasa wanita paling beruntung bisa menjadi seorang istri dan menantu yang baik.
Allena sedang duduk di mini bar memandangi Akmal yang sedang menjadi chef, gayanya begitu keren saat memasak steak untuk Allena yang sedang berulang tahun. Senyumam terus menerus tersungging di bibir Allena membuat Akmal merasa heran.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Akmal.
"Aku tidak menyangka, mendapat suami yang pandai memasak. Kamu sangat keren, aku penasaran dengan masakan kamu," jawab Allena
BERSAMBUNG.
__ADS_1