Nahkoda Cinta

Nahkoda Cinta
Pelukan Farhan.


__ADS_3

Jamal orang suruhan Farhan pun menjadi ajudan Akmal, kemana pun Akmal pergi selalu di kawal olehnya. Dengan cepat Ia segera memasang penyadap suara melalui benda kecil yang sengaja menempel di tas Akmal.


Farhan terus memantau keadaan diluar sana, percakapan Akmal dan Abbas pun terdengar oleh Fahan, dengan cepat Ia segera mendengarkan secara detail semua percakapan mereka berdua.


"Besok aku akan menemui petinggi Malaysia, di salah satu hotel berbintang, aku harus kau bisa memantau keadaan Meisita," ucap Akmal.


Mendengar kata Meisita, Farhan langsung mendengar lebih teliti.


"Apa kau belom menghabisinya?" tanya Abbas.


"Sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan dia, dia adalah aset ku," ucap Akmal.


"Baiklah jika begitu, sekarang kau pergilah. Aku ingin bersenang-senang dengan madu ku," sahut Abbas.


Akmal pun keluar dari ruangan itu, dan berjalan menuju mobil yang sudah menunggunya. Dengan cepat Akmal kembali ke mansion, Ia memilih beberapa orang untuk masuk ke dalam bersamanya, termasuk Jamal yang terpilih untuk menjaganya.


Kesempatan besar yang di dapat Jamal, Ia mampu melihat mansion yang tetapi terdengar teriakan seorang perempuan meminta tolong. Membuat Jamal itu adalah Meisita, wanita yang di cari Farhan.


Setiap tempat dia meletakan kamera CCTV dengan berbagai macam bentuk, untuk mengelabui mangsanya.


"Anda tinggal di bilik puan, kerana dia sangat marah apabila tiba masa untuk makan," ucap Akmal menunjuk Jamal.


Jamal mengnggukan kepalanya dan melihat Akmal pergi meninggalkannya dan memasuki ruang rahasia.


Saat mansion milik Meisita di kawal banyak orang, sehingga banyak orang yang sangat sulit untuk menemui Meisita. Di luar banyak berita yang mengatakan jika Meisita jatuh sakit dan akan berobat di luar negri, tetapi semua teman dan saudaranya tidak boleh menjenguknya.


Berita itu sampai ke telinga Allena, Ia langsung menelpon Farhan untuk memastikan kondisi Meisita. Tak lama Farhan pun datang kekantor Allena, membuatnya langsung mendekati Farhan.


"Apa kau sudah mendengar berita di TV?" tanya Allena.


Farhan yang baru saja sampai, tiba-tiba di lontarkan pertanyaan seperti itu merasa bingung.


"Berita apa? Memangnya ada apa?" sahut Farhan.


Allena memberi tahu tayangan singkat di TV tentang kondisi Meisita yang memang sedang sakit dan harus perobat ke luar negri.


Ketika Allena menunjukan tayangan video itu, Farhan pun langsung mengatakan yang sebenarnya.


"Meisita tidak sakit, dia hanya terluka karena pukulan dari Akmal, kau tenang saja. Aku akan berusaha menyelamatkannya," jelas Farhan.

__ADS_1


"Bagai mana kau tahu, Vina mengataka jika Abbas tidak melakukan apapun. Dan itu artinya bukan Abbas pelakunya," ucap Allena.


"Kau perlu tahu, mereka bersekongkol untuk mengelabui dirimu. Jangan hubungi Vina lagi, biar aku yang urus semuanya," ucap Farhan.


"Farhan, libatkan aku di dalam rencana mu," sahut Allena.


"Apa!" ucap Farhan merasa kaget.


"Iya, libatkan aku di dalam rencanamu. Aku tidak mau kau melakukan sendiri, jika kau terluka aku pun harus terluka," tegas Allena.


"Tidak, kau tidak boleh terluka sedikitpun," kata Farhan.


"Kenapa kau tidak izinkan aku, kenapa kau selalu melarangku untuk melakukan sesuati yang berbahaya, kenapa?" tanya Allena.


Farhan langsung memeluk Allena saat Ia mulai meneteskan air matanya, tangisnya pecah begitu saja, membuat Farhan berusaha menenangkannya.


"Aku melakukan ini agar kamu tidak terluka," ucap Farhan.


Allena pun langsung melepaskan pelukannya dan menatap tajam Farhan.


"Kenapa kau melakukan ini, aku lelah terus-terusan menunggu kabar yang ujungnya akan menyakiti ku, aku ingin juga terlibat dalam rencana mu. Kenapa kau tidak pernah mengizinkaan aku," keluh Allena.


"Dengarkan aku!" seru Farhan.


Allena langsung terdiam saat melihat tatapan Farhan yang begitu tajam dan seperti menahan amarah.


"Aku mencintai mu," ucap Farhan.


Seketika Farhan memberanikan untuk mencium bibir Alena yang sudah di basahi oleh air mata, sentuhan itu membuat Allena sangat terkejut. Terlihat dari ucapan Farhan benar-benar membuat hatinya bergetar hebat.


Allena menerima ciuman lembut itu, dan air matanya terus mengalir deras. Cukup lama ciuman itu membuat Farhan melepaskannya.


"Bisa kah kau membuka hati mu untuk ku," tanya Farhan.


Allena menganggukan kepalanya, mengatakan iya dan memeluk Farhan dengan begitu erat.


Farhan menikmati pelukan itu dan mengusap punggung Allena. Pelukan itu terlepas karena suara ketukan pintu dari ruangan Allena.


"Masuk," sahut Allena menjauh dari Farhan dan duduk di mejanya.

__ADS_1


"Cik, maaf mengganggu. Ini adalah fail yang mesti ditanda tangani," ucap Ozi.


“Letak sahaja, nanti saya tanda tangan," sahut Allena.


Ozi meletakan berkas itu dan pergi meninggalkan ruangan Allena.


♡♡♡


Akmal yang sedang bersiap-siap akan menghadiri pertemuan dengan petinggi negara, mendengar teriakan Meisita meminta untuk keluar. Suara itu terdengar sangat nyaring membuat Akmal merasa kesal, dan menyuruh Jamal untuk masuk ke dalam kamarnya.


Jamal pun masuk ke dalam kamar Meisita, Ia sengaja meletakan camera tersembunyi untuk memantau kondisi Meisita.


""Maaf puan, ada apa-apa yang boleh saya bantu?" tanya Jamal.


Meisita pun melirik tajam Jamal, "Adakah awak juga akan percaya saya jika saya gila?" tanya Meisita membuat Jamal hanya bisa terdiam.


“Kenapa diam, cakap sesuatu pada saya. Beritahu saya kalau awak boleh selamatkan saya," ucap Meisita.


Jamal tak berani berkata apapun karena banyak camera yang mengintai nya, dia sangat berhati-hati karena Akmal sangat arogan.


Jamal hanya mampu berdiam diri melihat Meisita yang terus-terus membanting semua yang ada di sekitarnya, terlihat rambutnya yang acak-acakan dan matanya yang menghitam karena tidak pernah tidur nyenyak, tubuhnya yang semakin kurus.


Farhan yang mendapat notic jika cameranya sudah terpasang di ruangan Meisita. membuatnya langsung memeriksa kondisi Meisita.


Terlihat kondisi Meisita yang sangat memprihatinkan, Farhan memberi tahu Allena tentang kondisi Meisita.


"Kau harus melihat ini," ucap Farhan.


Betapa terkejutnya Allena melihat kondisi Meisita yang mengamuk, membantik dan berteriak. Membuat Allena langsung menutup mulutnya.


"Meisita, kenapa menjadi seperti ini? Apa Akmal melakukan sesuatu dengannya," ucap Allena.


"Akmal menyiksa dan menyekap Meisita di dalam kamarnya sampai dia bertemu dengan petinggi negara, ada rencana yang harus dia wujudkan. Dia ingin menguasai Selom Group," jelas Farhan.


"Pria biadab. Kita harus membalas semua kejahatan yang di lakukan oleh Akmal," ucap Allena.


Farhan yang melihat kebencian yang di tunjukan Allena membuatnya merasa jika rasa dengan Akmal sudah memudar.


Mobil mewah melaju menuju gedung untuk menghadiri pertemuan dengan petinggi negara untuk membahan Perusahaan Selom Group, dengan gagah Akmal duduk di kursi melakang menikmati kemacetan jalanan yang membuatnya hampir terlambat.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2