Nahkoda Cinta

Nahkoda Cinta
Perceraian yang tak terduga


__ADS_3

"Perhatian! Sebagian teks menggunakan bahasa melayu, harap bijak dalam membaca."


♡♡♡♡


"Kau ingin aku menjawab dengan jujur! Hah," seru Allena/Saras.


"Iya. Katakan yang sejujur ya!" teriak Akmal.


"Allena Saraswati yang kau kenal dulu, telah meninggal dunia. hati dan jiwanya telah terkubur bersama trauma yang telah kau ciptakan, kau pergi tanpa kabar, membuat nya merasa tersiksa. Apa itu yang di namakan cinta! Apa kau mencintainya dengan tulus! Kau bahkan melupakan nya begitu saja, kau tahu. Dia kehilangan janin yang di kandung karena terus memikirkan kau! Kepedihan yang dia alami tanpa kehadiran mu di sisinya membuatnya hancur berkeping-keping. Jiwa itu telah hilang di bawa hembusan angin, dan sekarang tanpa rasa bersalah kau datang lagi. Maaf Allena sudah tidak ada, aku bukan Allena tapi, aku Saras," jelas nya sambil berlinangan air mata.


"Apa kata mu? Janin? Apa kau sedang mengandung?" tanya Akmal sangat terkejut dengan penjelasan Allena.


"Bagai mana kau tahu, jika kau sedang bersama istri mu. Entah siapa yang menjadi istri pertama mu, atau jangan-janga aku yang menjadi simpanan mu? Sudah lah kita hidup masing-masing, aku lihat kau sangat bahagia bersama Meisita. Aku ikhlas melepaskan mu, dan biarkan aku bahagia bersama yang lain," jelas Allena.


"Apa kata mu? Pengganti?" tanya Akmal.


" kau benar," jawab Allena.


Akmal tak mampu menjawab semua pertanyaan dari Allena, ada suatu hal yang menurut Akmal belom waktunya Allena tau.


"Apa kau tidak mencintai ku lagi?" tanya Akmal.


Allena menatap Akmal dengan tatapan yang penuh arti. Terbesit di dalam hati Allena jika dirinya ingin sekali menampar nya dan memukul nya hingga tewas, tetapi Ia tak sanngup melakulan semua itu.


Akmal berusaha mendekati Allena, membuatnta mundur perlahan sampai tubuhnya menyentuh dinding.


"Mau apa kau?" tanya Allena.


"Aku merindukan mu," jawab Akmal langsung memeluk Allena.


Perasaan itu seperti tergerak, kembali seperti dulu. Tetapi kali ini ada rasa trauma yang tiba-tiba menghalangi rasa itu tumbuh kembali.


"lepaskan," ucap Allena.

__ADS_1


Akmal tak mau melepakan pelukan itu, semakin Allene meminta untuk melepaskan pelukan itu, maka semakin erat Akmal memeluknya. Membuatnya terasa sesak sehingga sulit untuk bernapas.


"Lepaskan aku!" teriak Allena, berusaha melepaskan pelukan itu, sehingga Ia menginjak kaki Akmal dengan Heels nya.


"Sudah ku katakan aku merindukan mu," ucap Akmal.


"Kau egois Akmal. Aku membenci mu! Kita sudah tidak ada ikatan lagi. Kau tak berhak lagi menyentuh ku," sahut Allena.


"Aku tidak mau bercerai dari mu," ucap Akmal.


"Tidak mau kata mu? Kau ini sudah gila, hei ... kau mempunyai seorang istri di sini, jadi untuk apa aku bertahan," kata Allena.


Allena beraha keluar dari kamar itu tetapi kuncinya di pegang oleh Akmal, meliat Akmal menunjukan kuncinya dengan senyum kegirangan.


"Apa yang kau mau?" tanya Allena.


"Kau harus melayani ku," jawab Akmal.


"Aku tidak mau!" seru Allena.


Allena yang mendapat serangan ciuman dari Akmal berusaha melakukan perlawanan, sampai akhirnya kedua tangannya di pegang erat oleh Akmal, Ia pun tak mampu melawan karena tenaganya yang kalah jauh darinya.


Seketika dirinya seperti pasrah saat sebagian tubuhnya hampir di jama oleh Akmal, entah apa yang merasuki jiwanya. Sehingga Ia tega melakukan semua ini.


Hampir semuanya terlepas, kaki Allena seketika menendang bagian vital milik Akmal, sehingga Ia meringis kesakitan. Allena pun terlepaskan dan berusaha mengambil kunci yang sempat terjatuh di lantai, Ia langsung keluar kamar hotel itu dengan pakaian yang sedikit terbuka.


Allena langsung bertemu dengan salah satu pelayan, dan meminjam ponselnya. Ia langsung menelpon Farhan yang saat itu sedang panik mencari keberadaan Allena. Suara ponsel Akmal pun berdering.


Allena : "Hallo, Farhan. Tolong aku."


Farhan : "Allena? Ada apa? Kau di mana?"


Allena langsung menceritakan posisi dirinya, dengan cepat Farhan langsung menghampiri Allena yang saat itu sedang berada di kamar mandi.

__ADS_1


Akmal yang masih kesakitan langsung berjalan mencari keberadaan Allena. Hotel itu terlihat sangat sepi, seperti sudah di rencanakan oleh Akmal yang memang memilik koneksi besar di hotel itu.


Akmal melihat suara air di kamar mandi umur, Ia berjalan dengan pelan agar tidak ada yang mengetahuinya, dengan mengendap-endap Ia melihat Allena berusaha membasuh wajahnya. Akmal langsung memegang tangan Allena, membuat Allena sangat terkejut.


"Lepaskan aku!" seru Allena.


"Kau akan tetap jadi miliku, tidak akan aku lepaskan!" tekan Akmal.


Akmal dengan cepat merobek baju Allena dan akan melakulannya di kamar mandi, tetapi Farhan yang sudah memgetahui keberadaan Allena langsung menghampiri nya. Melihat Akmal sedang melakukan hal yang tidak senono.


Farhan menarik pakaian Akmal dan menghempaskan dirinya agar menjauh dari Allena.


"Kurang ajar! Beraninya kau menyentuh nya!" teriak Farhan.


Pukulan itu mendarat tepat di wajah Akmal, mereka pun berkelahi dengan sengit, dengan penuh amarah, Farhan hampir menghabisi Akmal. Tetapi Allena mencegah untuk tidak membunuhnya.


"Biarkan dia hidup, kita harus pergi dari sini," cegah Allena.


Farhan langsung menganggukan kepalanya, membuka jasnya untuk menutupi sebagian tubuh Allena.


Mereka pergi meninggalkan Akmal yang terbujur lemah di penuhi luka lebam akibat hantaman keras tangan Farhan.


Mereka berdua pergi melewati jalan pintas yang ada di hotel itu, setelah mereka menjauh dari hotel. Sekelompok preman berjaket hitam datang menghampiri bosnya yang hampir tak sadarkan diri.


"Apa yang berlaku tuan, maaf kami tidak menjaga tuan dengan baik," ucap preman.


“Bawa aku pergi, jangan sampai Meisita nampak aku terluka macam ni," pinta Akmal.


Akmal di bawa pergi menjauh dari hotel itu, mereka dengan cepat kilat membawa bosnya, tanpa ada seorang pun yang tahu.


Di dalam pesta, Meisita tidak menyadari jika suaminya tidak berada di dalam pesta itu. Terlalu banyak tamu undangan yang harus Ia temui sehingga membuatnya tak sempat untuk mencari suaminya.


Mobil melaju dengan kecepatan yang sangat cepat, membuat daun yang ada di piggir jalan ikut terhempas menjauh.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2