Nahkoda Cinta

Nahkoda Cinta
Kabur dari Hotel


__ADS_3

"Teks ini sebagian menggunakan bahasa melayu, harap bijak dalam membaca."


Kerana merasa sangat haus Allena meminum jus yang di berikan oleh Doni, seteguk demi seteguk Ia merasakan jus itu rasanya aneh, Allena meletakan di atas meja.


Beberapa saat kemudian, Allena merasakan pandangannya kabur dan mulai tidak fokus saat berjalan. Di situ lah Doni mulai mencari kesempatan dalam kesempitan, berpura-pura khawatir dengan ke adaan Allena.


Karena sudah larut malam, Doni membawa Allena ke kamar hotel yang sudah di pesan oleh nya. Mereka melewati koridor hotel itu dan menaiki lift akhirnya sampai di depan pintu kamar hotel.


Doni dengan santai tersenyum sinis, membuka pintu itu dan menghempaskan Allena sehingga Ia terjatuh di atas ranjang yang berukuran kingsize. Allena yang masih setengah sadar melihat ruangan saat ini berbeda.


"Di mana kita tuan?" tanya Allena.


"Awak berada di tempat yang akan menggembirakan awak," jawab Doni.


Allena terus mengingat dia meminum apa, tetapi kepalanya amat pusing membuatnya tidak bisa fokus, jantung nya berdetak sanga cepat membuatnya hampir tak bisa di kendalikan.


Allena yang melihat Doni mulai mendekat, membuat Allena langsung berusaha menghindari Doni.


"Jangan takut, mendekatlah awak akan ketagih nanti," ucap Doni membuka kemejanya perlahan.


"Apa yang awak nak buat dengan saya?" tanya Allena.


Doni dengan penuh nafsu langsung menekan tangan Allena menggunakan kedua tangannya, dan bibirnya mulai menciumi Allen, Allena terus melakukan perlawanan sehingga membuat Doni kesusahan untuk menaklulannya.


"Awak kena layan! Kalau awak enggan saya bunuh awak!" acaman Doni membuat Allena tidak takut untuk di bunuh.


“Saya tak nak layan lelaki macam awak!" teriak Allena membuat Doni langsung menampasnya berulang kali.


“Awak ada keberanian untuk menentang orang atasan awak! layan saya cepat!" perintah Doni.


Allena membuat perlawanan, sehingga kaki nya menendang bagian vital milik Doni, Doni merasa kesakitan dan melepaskan tangan Allena.


Allena berusaha membuka pintu kamar itu tetapi kuncinya di pegang oleh Doni, "awak cari ni" Doni menunjukan kunci pintu.


Tamparan keras mendarat di pipi Allena sampai terjatuh dan kepalanya menatap nakas, keluar darah segar di kening nya. Doni kembali menarik Allena ke atas ranjang, tetapi Ia mendorong Doni sampai akhirnya kepala Doni menatap meja rias yang ada di dalam kamar.


Melihat Doni pingsan, Allena langsung bergegas keluar dari kamar, dengan jalan yang pincang dan pandangan yang mulai goyah tak terkendalikan lagi. Allena berusaha keluar dari hotel.


Allena terus berjalan tak tau arah lagi, Ia terus berjalan sampai melewati jalanan yang sangat sepi, saat dirinya akan menyebrangi jalanan itu, terlihat dari kejauhan mobil mewah melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi. Tabrakan itu terjadi membuat Allena terpental cukup jauh.

__ADS_1


"Ya ampun aku terlanggar seseorang," ucap wanita yang membawa mobil.


Wanita itu keluar dari mobil, menghampiri Allena yang tidak sadarkan diri. Karena takut urusan dengan polisi semakin panjang, akhirnya Wanita itu membawa Allena masuk ke dalam mobilnya.


"Harap perempuan ni baik-baik saja," gumam wanita itu sambil mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Mobil itu masuk ke dalam mansion mewah milik seorang desainer terkenal yang bernama Lady, iya Nyonya Lady adalah perancang busana yang memang sangat terkenal di kalangan konglongmerat.


Lady keluar dari mobilnya, segera memanggil asistennya untuk membawa seorang wanita di dalam mobil masuk ke dalam rumah nya. Allena telah di pindahkan masuk ke ruangan yang tidak ada satu orang pun yang tau kecuali asisten rumah tangganya.


"Panggilkan dokter Farel untuk segera ke rumah saya," ucap Lady.


Asisten nya langsung menghubungi dokter pribadinya nyonya besar. Setelah panggilan itu, Farel datang membawa beberapa alat yang dibutuhkan.


"Dia dikenakan keganasan, adakah anda menyeksa dia puan?" tanya Dokter Farel.


"Saya baru terlanggar dia, saya tak sengaja," jawab Lady.


"Awak tenang puan, dia baru pengsan. Nampaknya dia didera secara fizikal," sahut Dokter Farel.


"Itu sebab dia lari?" tanya Lady.


“Kemungkinan besar begitu," jawab Dokter Farel.


"Nampaknya dia bukan berasal dari sini, adakah dia sesat?" gumam Lady.


Keesokan hari nya.


Di dalam kamar yang sangat luas, dengan desain yang sangat modern dan terkesan mewah, Allena membuka matanya memandangi sekitar ruangan itu sangat asing baginy. Membuatnya langsung terbangun, ada rasa takut di dalam hatinya, saat mengingat perlakuan atasanya.


"Awak sudah sedar?" tanya Lady.


Allena masih dalam ketakutan yang membuatnya harus menekuk kakinya.


"Siapa awak?" tanya Allena dengan nada suara bergetar.


“Semalam saya terlanggar awak di tengah jalan, jadi saya bawa awak ke sini, maafkan saya," jawab Lady.


"Terima kasih puan kerana membantu saya," sahut Allena.

__ADS_1


“Awak tengok bukan dari sini, awak dari mana?" tanya Lady.


“Saya dari Indonesia puan, saya di sini bekerja sebagai TKW di Pt. X," jawab Allena.


Mereka pun berbincang cukup panjang, di mana Allena menceritakan semua kejadian yang dia alami saat berada di dalam hotel bersama Doni, sampai akhirnya dia berhasil kabur.


"Siapa nama awak?" tanya Lady.


"Saya Allena Saraswati puan," jawab Allena.


“Baiklah, saya akan panggil awak Saras,"jawab Lady.


Lady merasa sangat iba mendengar cerita dari Allena, dengan kebaikan hati nya, Ia merawatnya seperti adik sendiri sampai sembuh, dan sampai detik ini pula Allena tidak mengetahui bahwa Lady seorang perancang busana yang dia Idolakan.


"Puan dah bangun ke?" tanya Allena/ Saras.


Lady melihat makanan di atas meja cukup mengugah selera makannya, Ia menatap Allena/Saras.


"Awak yang masak semua ni?" tanya Lady.


"Ya puan," jawab Allena/Saras.


Lady mencicipi masakan Allena/Saras, begitu kaget Ia ketika mengunyah makanan yang barusan masuk ke dalam mulutnya.


"Apa kerja awak memasak? Makanan ini sangat sedap," sahut Lady.


"Terima kasih puan, saya bekerja sebagai tukang jahit di kampung," kata Allena.


"Adakah benar?" tanya Lady.


Allena/Saras menganggukan kepalanya mengatakan iya, Lady pun langsung mengajak Allena/Saras ke ruang kerjanya.


Allena yang melihat poster Lady menggunakan Wik langsung mengatakan, "puan kenalkah puan pada poster ini? Dia seorang pereka fesyen yang sangat terkenal, harap saya dapat bertemu dengannya. Mesti seronok," jelas Allena/Saras membuat Lady tertawa.


“Awak idolakan perempuan ni? Baiklah, saya akan buat, tahukah awak siapa nama perempuan ni?" tanya Lady.


“Wanita ini sering digelar Miss Designer, Saya tidak tahu nama sebenar dia," jawab Allena.


“Cuba lihat poster ni dengan muka saya, adakah ia serupa?" tanya Lady.

__ADS_1


Allena/Saran langsung menutup mulutnya, mereka terlihat sangat mirip hanya saya gaya rambut yang di kenakan di dalam poster itu jauh berbeda dengan rambut aslinya.


BERSAMBUNG.


__ADS_2