Nahkoda Cinta

Nahkoda Cinta
bertemu mantan mertua


__ADS_3

Setelah semua penghianatan yang di lakukan Akmal telah diketahui oleh Meisita, membuat nya berfikir untuk mengakhiri semua ini, perlahan rasa sayangnya yang tulus dengan Akmal berubah menjadi benci karena rasa sakit yang pernah di goreskan di dalam hati Meisita.


Dengan berat hati, Meisita masih menjaga hubungan baik dengan Akmal. Belom waktunya untuk membongkar semua kejahatan yang di lakukannya, Ia berusaha untuk tetap tenang menghadapi masalah rumah tangganya.


“Apa yang awak cakap ni sayang?" tanya Akmal.


Meisita tersenyum simpul, menatap Akmal yang begitu panik.


"Awak kata kalau awak penat bekerja sampai awak sakit selama beberapa hari, dan sekarang awak nampak sangat tertekan. Saya sangat kasihan dengan awak, jadi biar saya uruskan segala-galanya di syarikat itu," jelas Meisita.


Akmal sangat terkejut dengan keputusan yang barusan di ucap oleh Meisita, Ia merasa seperti ada sesuatu yang tidak beres. Akmal tak mempu untuk membantah atau menolak semua yang di putuskan oleh Meisita.


Akmal belom sempat mengambil ahli perusahaan itu, tetapi dia sudah tidak berhak lagi berada di ruangan CEO.


"Lalu bagaimana keadaanku sayang? Kalau kerja lagi siapa nak jaga rumah kita," tanya Akmal.


“Ada pembantu rumah, nanti awak handle HRD," jawab Meisita.


Jabatan yang kini di terima oleh Akmal sangat jauh dari dugaannya, rasa dendam nya membara kepada Meisita, tetapi Ia berusaha untuk terus membujuk istrinya.


Malam itu, Allena mengistirahat kan tubuhnya sangat sangat letih, tetapi pikirannya terus membayangkan wanita yang bernama Nurhaliza.


Entah apa yang membuatnya terus memikiran wanita itu, sampai akhirnya dia kelelahan dan hanyut di dalam malam yang panjang, dia tertidur saat malam itu berbeda dengan Farhan yang sedang terjaga dengan malamnya menatap leptop.


Ia mencari tahu wanita yang bernama Nurhaliza, dan alasan Akmal meletakan orangnya sangat jauh ke Delhi.


'Ini seperti misteri? Apa maksud dari Akmal telah mengirim orang tuanya kemari? Aku harus membawanya pulang dan membongkar semua kebusukannya,' batin Farhan.


Rencana itu sudah di susun rapih oleh Farhan, sampai akhirnya malam mengundurkan diri dari tugasnya dan berganti dengan sambutan dari sinar mentari yang membuat semua orang merasa hari sudah pagi.


Allena pun terbangun dari tidurnya saat sebuah alarm berbunyi, Ia memeriksa ponselnya.


Allena berjalan membersihkan tubuhnya masuk ke dalam kamar mandi, setelah itu Ia merias diri dan keluar dari kamarnya. Saat dia keluar kamar Allena melihat Farhan pun keluar dari kamarnya.


"Kau sudah bangun? Aku baru saja ingin membangunkanmu," ucap Allena.

__ADS_1


"Apa tidur mu nyenyak?" tanya Farhan.


"Tentu, mungkin karena aku sangat kelelahan," jawab Allena.


Mereka berdua sarapan di lantai bawah dan segera kembali ke panti jompo, sampai akhirnya mereka berdua sampai di panti itu, Farhan langsung masuk dan bertanya kepada salah satu perawat untuk menanyakan direktur panti itu.


Allena merasa bingung dengan tindakan Farhan, Ia tak habis fikir dengan nya yang ingin bertemu dengan seorang direktur panti, bukan bertemu dengan ke dua orang tua Akmal.


Setelah berbincang cukup panjang, akhirnya Nurhaliza dan suaminya akan keluar dari panti. Allena semakin bingung dengan keputusan Farhan.


"Apa yang kau lakukan dengan ke dua orang tua itu?" tanya Allena.


"Aku belom sempat menjelaskan semuanya kepadamu, nanti setelah kita sampai di Malaysia," jawab Farhan.


Allena pun mengikuti semua yang di katakan Farhan, mereka langsung menuju kabar Nurhaliza dan berbicara baik-baik denganya.


"Puan, kami akan pulang ke Malaysia," ucap Farhan.


Dengan girang Nurhaliza pun berdiri dan memeluk Farhan.


Mereka bersiap-siap untuk keberangkatannya ke Malaysia, sampai di bandara. Nurhaliza dan suaminya Syeki melambaikan tangannya kepada perawat yang selama ini merawatnya, ada rasa haru dan senang yang bercampur di dalam hati nya.


Perjalanan yang sangat panjang membuat Allena menghabiskan waktunya untuk berbincang dengan Nurhaliza atau mantan mertuanya.


“Adakah anak anda sering melawat anda?" tanya Allena.


"Dah lama dia tak melawat saya, sebab kami berjauhan. Saya rasa dia seorang yang sangat sibuk, dia seorang yang sombong jadi saya faham dia," jawab Nurhaliza dengan raut wajah yang kecewa.


“Apa maksud puan? Dia kan anak puan," tanya Allena.


Akhirnya Nurhaliza membuka suara dengan Allena tentang anaknya yang bernama Akmal Syeki. Allena belom menceritakan statusnya yang pernah menikah dengan Akma, Ia hanya mengatakan jika dirinya hanya teman yang cukup akrab.


" Boleh awak simpan rahsia ni?" tanya Nurhaliza.


Allena pun menganggukan kepalanya, dengan tatapan yang penuh arti. Nurhaliza pun akhirnya menceritakan semuanya.

__ADS_1


Malam pun berlalu sampai akhirnya pesawat landing ke Bandara kuala lumpur international. Dengan di kawal oleh beberapa bodyguard, mereka langsung melajukan mobil itu menuju mansion.


Sampai di mansion, Allena menunjukan kamar untuk Nurhaliza dan suaminya. Suami Nurhaliza mengalami strok ringan, sehingga Ia tidak dapat berbicara. Hanya mampu menundukan kepalanya, ketika sedang di tanya sesuatu.


Allena membiarkan Nurhaliza beristirahat, dan Ia langsung pergi ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya.


Ozi yang melihat Allena/Saras, berjalan masuk ke dalam ruangannya. Dengan cepat Ozi ikut menyusul ke dalam.


"Maafkan saya Cik, awak sudah pulang Cik? Ada beberapa yang membatalkan pesanan mereka, mereka menunggu awak kembali," ucap Ozi.


“Okey, nanti contact semua yang tangguh order, macam mana pertemuan semalam dengan Kumpulan Selom?" tanya Saras.


Ozi mengatakan semua secara detail, saat Ia berada di dalam rapat kemarin. Sempat Ozi memperhatikan Akmal.


“Nampaknya Encik Akmal kecewa, sebab Cik tak datang," kata Ozi.


"Betul ke? Biarkan sahaja. Di manakah mesyuarat semalam? Jadi reka bentuk mana yang akan mereka gunakan?" tanya Allena/Saras.


Ozi menunjukan rancangan yang akan di gunakan oleh Selom Group, Allena pun menganggukan kepalanya dan mulai membuat desain yang sesunggunya.


Selom Group.


Meisita berjalan dengan anggun memasuki kantornya, membuat semua karyawannya merasa sangat terkejut, tidak ada pengumuman apapun tentang pengunduran Akmal Syeki.


"Suruh semua pekerja berkumpul masuk dewan, saya ada pengumuman nak buat kan," printa Meisita.


Zidan pun menuruti semua yang diingin kan oleh Meisita, karyawan yang mendapat pengumuman memalui pesan group membuatnya saling padang satu sama lain antara karyawan satu dengan yang lainnya.


"Sangat menakjubkan, bos kita suruh kita berkumpul? Apa yang berlaku?"


Gerumuan suara itu membuat sebagian karyawan mulai berjalan menuju aulan. Ada beberapa dari mereka mendengar jika Akmal mengundurkan dari, ada pula yang mengatakan jika Akmal turun jabatan, semuga gosip menjadi huru hara di kantor itu.


Semua karyawan sudah berkumpul di aula, Meisita berjalan dengan wibawanya menuju aula bersama Zidan, tanpa adanya Akmal. Saat itu Akmal sengaja di tugaskan untuk memeriksa karyawan baru dari luar negri.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2