Nahkoda Cinta

Nahkoda Cinta
Pencarian Akmal


__ADS_3

"Perhatian! Sebagian teks menggunakan bahasa melayu, mohon bijak dalam membaca."


"Teruskan, saya mahu awak kelihatan sangat cantik memakai pakaian rekaan beliau," sahut Akmal.


“Okay sayang, terima kasih. I love you," ucap Meisita merasa sangat bahagia.


'Aku hanya ingin memastikan jika memang dia adalah Allena, lalu siapa yang meninggal dunia yang mengatas namakan Allena Saraswati. Aku harus segera menyelidiki semua ini,' gumam Akmal di dalam hati, berpura-pura tersenyum di depan Meisita.


Rasa penasaran itu membuat Akmal memastikan identitas Saras yang sangat mirip dengan Allena.


Sepanjang malam Ia fokus dengan leptopnya, mencari keberadaan Saras, semua akun milik Saras tidak bisa di akses oleh Akmal. Sampai Ia menyuruh orang IT untuk mengakses akun itu, tetapi tetap saja tidak bisa, perlindungan akun itu sangat lah kuat, membuat Akmal kesulitan untuk mengetahui siapa sebenarnya Saras.


"Sialan! Apa ada yang dia sembunyikan? Ini sangat aneh?" gumam Akmal.


Akmal terus melihat biodata milik Saras, terus memandangi layar leptopnya. Dan dia teringat jika nama Allena adalah Allena Saraswati. Membuat Akmal langsung menyimpulkan jika Saras itu adalah Allena, tapi di sisi lain dia masih bingung dengan berita yang beredar jika Allena Saraswati telah meninggal dunia.


Akmal terus berfikir sampai akhirnya dia kelelahan dan menutup leptopnya, kembali ke ke kamar. Melihat Meisita sedang menyisir rambut panjangnya sambil menatap wajahnya di depan cermin.


"Sayang, apa yang awak buat?" tanya Meisita.


“Saya rehat, jom tidur," jawab Akmal langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


Hari yang sangat melelahkan untuk Allena yang seharian menghabiskan waktunya bersama Farhan, di dalam perjalanan tanpa Allena memberi tahu rumah Lady. Farhan pun melajukan mobilnya masuk ke dalam mansion tempat Lady tinggal.


"Kau sudah tahu tempat ku tinggal?" tanya Allena.


"Aku ingin membawa mu menemui orang yang spesial," sahut Farhan.


"Siapa dia? Ini jalan menuju rumah Nyonya Lady. Dia yang menolong ku dan membuat ku sesukses ini," jelas Allena/Saras.


"Aku sudah mengetahui nya," sahut Farhan.

__ADS_1


"Apa maksud mu? Kau mengetahui apa?" tanya Allena/Saras.


Allena pun bingung dengan ucapan Farhan yang tak penasaran dengan kesuksesan Allena. Bahkan mobilnya pun melaju masuk ke dalam mansion pribadi milik Lady. Membuat Allena semakin bingung.


"Ada apa ini, kau ini membawa ku kemana?" tanya Allena/Saras yang semakin bingung.


"Aku ingin mengenalkan mu dengan ibu ku," jawab Farhan.


"Ibu mu? Aku belom siap, kita belom ada ikatan apapun," ucap Allena/Saras, membuat Farhan langsung menatap Allena.


"Apa harus ada ikatan? Kita kan teman, memangnya aku tidak boleh mengenalkan teman ku dengan ibu ku sendiri?" tanya Farhan.


Allena hanya berdiam diri tak menjawab sepatah kata pun, rasa lelah yang melanda tubuhnya pun seketika hilang saat mendengar penuturan Farhan yang sangat bijak membuatnya tidak enak hati.


Farhan pun keluar dari mobilnya, di ikuti oleh Allena/Saras. Terlihat di taman, banyak dari mereka sedang merayakan pesta ulang tahun. Semua yang hadir menggunakan dresscode berwarna putih, Allena mengandeng Farhan yang mengenakan baju berwarna pink, membuatnya tidak percaya diri untuk berjalan.


"Hari ini ulang tahun ibu ku, jadi aku mengajak mu ke tempat ini," ucap Farhan.


"Maafkan aku, aku sudah berfikir yang buruk," kata Allena.


"Sudah lupakan saja, mari bergabung sebentar ke dalam pesta itu," ucap Farhan.


Allena dan Farhan masuk ke dalam taman itu, mereka berdua menjadi pusat perhatian, apalagi Allena yang terlihat sangat anggun dan cantik natural membuat mereka yang datang di acara itu, memuji kecantikan Allena.


Terlihat dari ujung, ada wanita paruh baya dengan pakaian yang sangat anggun sedang menunggu seseorang. Saat Farhan memanggil dengan sebutan Mama, wanita itu menoleh dengan girang melihat putra nya datang tanpa memberi tahu nya terlebih dahulu.


"Selamat hari lahir mama tersayang," suara lantang itu membuat wanita paruh baya itu menoleh ke arah sumber suara.


“Farhan! Anak mama, awak tunaikan janji awak," sahut Lady.


Allena yang melihat cukup terkejut melihat Lady yang berulang tahun dan memanggil Farhan dengan sebutan putra ku.

__ADS_1


"Puan ...," suara lirih Allena terdengar di telinga Lady.


Lady pun menoleh dengan senyuman, membuat Allena semangat bingung.


“Saya mak Farhan, maaf sebab tak bagitahu awal-awal," ucap Lady.


Di dalam hati Allena ada rasa kecewa karena mereka tidak memberitahu dari awal, tetapi kebaikan mereka membuat Allena bisa selamat dari ancaman orang-orang jahat di luaran. Tak tahu lagi Ia akan mengatakan apapun, hanya senyuman yang tersungging di bibir Allena.


"Selamat hari lahir puan, semoga sentiasa dalam lindungan Allah," ucap Allena memeluka Lady.


Farhan terlihat sangat bahagia di dalam pesta itu, canda tawa nya menggema di telinga Allena, Allena yang masih terkejut dengan semua ini hanya bisa berdiam diri dan sedikit tersenyum untuk menutupi rasa kegundahan di hati nya.


Ada salah satu klien Allena/Saras yang datang di acara itu.


"Adakah anda Saras seorang pereka fesyen?" tanya Elis.


Allena yang mendengar seseorang memanggil namanya langsung menoleh, "puan Elis, memang saya Saras. Selamat berkenalan," sapaan itu terdengar sangat lembut terucap dari bibir Saras.


“Awak tahu tak, baju yang awak buat tu cantik sangat sampai saya dipuji ramai orang, saya sangat gembira dan berjalan dengan yakin," kata Elis.


“Saya gembira Puan," sahut Allena/Saras.


Mereka berbincang sampai larut malam, saat puncak acara waktunya tiup lilin. Allena berdiri di dekat Farhan yang sangat gembira melihat ibunya akan meniup lilin itu, Allena terus menatap Farhan yang berbeda dari yang kemarin Ia kenal.


'Saat aku melihatnya di Negri Malaysia, dia terlihat berbeda. Apakah ini sifat aslinya? Ternyata dia penuh dengan misteri, tapi aku berutang budi sangat banyak, kebaikan dan ketulusannya membuat ku menjadi seperti sekarang ini,' gumam Allena di dalam hati.


Allena mengingat setiap kata penting yang terucap dibibir Farhan, 'buka lah hati mu untuk orang lain, beri lah dia kesempatan untuk menyelamatkan mu dari keterpurukan," ucapan itu terus menggema di telinga Allena.


....


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2