Nahkoda Cinta

Nahkoda Cinta
Ke luar negri


__ADS_3

"Perhatian! Sebagian teks menggunakan teks bahasa melayu, harap bijak dalam membaca."


Meisita memeriksa semua laporan pemasukan dan pengeluaran khas perusahaannya, Ia melihat semuanya berjalan dengan lancar dan tidak ada hal yang mencurigakan sama sekali. Merasa tidak ada yang perlu di periksa, Meisita pun pergi dari kantornya dan meninggalkan Akmal.


Meisita pergi menjauh dari hadapan Akmal, bibirnya tersenyum sini, Ia membayangkan saat dirinya pergi berasama Meisita dalam satu mobil, dengan cepat jari Akmal mengirim pesan kepada team nya untuk segera membereskan semua laporan yang sangat berantakan.


Dengan cepat semua laporan bulanan di manipulasi dengan begitu cepat, sehingga tidak ada yang menebak jika itu data yang palsu.


Sepertinya Akmal sudah mengetahui jika Meisita mulai mencurigainya, karena gerak-geriknya selama ini sangatlah berbeda. Tidak seperti biasanya, Akmal berusaha menyusun rencana untuk menyingkirkan Meisita.


Akmal masuk ke dalam ruangannya, berbeda dengan Allena/Saras yang masih di dalam gedung itu, Ia terduduk seperti memikirkan sesuatu. Membuat Farhan langsung duduk di sampingnya.


"Kau seperti sedang memikirkan sesuatu?" tanya Farhan.


"Aku tak habis fikir, kenapa Akmal datang kemari dengan mengenakan kaca mata hitam, dan tak lama setelah Akmal datang tiba-tiba Meisita datang dan tersenyum. Kamu ngerasa gak sih kalo Meisita sedang membuntuti suaminya?" ucap Allena.


"Mungkin hanya kebetulan saja, tapi kalo Meisita mencurigai suaminya itu wajar. Karena perusahaan Selom Group itu di pegang oleh Akmal," sahut Farhan.


"Jadi perusahaan itu milik siapa?" tanya Allena.


"Istrinya," jawab Farhan.


Allena mengira jika Akmal menikah dengan Meisita karena harta dan kekayaannya, maka dari itu dia tidak mau meninggalkan Meisita dan rela meninggalkan Allena seorang diri. Hal inu membuat Allena ingin mengakui semuanya kepada Meisita tetapi Ia tidak mau terlihat gegabah seperti itu.


Selesai membereskan semua yang akan di bawa pulang ke kantor, membuat Allena dan Farhan pergi meninggalkan gedung itu terlebih dahulu meninggalkan team nya.


Di dalam perjalanan, Allena hanya terdiam membuat Farhan pun fokus menyetir. Terasa canggung, membuat Farha membuka suara.


"Apa kau mengetahui siapa orang tua Akmal?" tanya Farhan.


"Akmal pernah memperkenalkan ku dengan orang tuanya yang saat itu sedang menelpon, kami berbincang hangat membuat kami terlihat sangat akrab, tetapi semua itu palsu ... dia bukan orang tua kandungnya melainkan orang suruhan Akmal yang memang sudah di kode untuk mengatakan sesuatu yang Akmal mau," jelas Allena.

__ADS_1


Farhan yang mendengar cerita Allena, merasa sangat kesal sambil mengepalkan tangannya, Ia merasa Akmal sudah sangat keterlaluan dan harus di beri pelajaran agar mampu memberi efek jera kepada dirinya.


"Jadi kau belom mengetahui orang tua yang sebenarnya?" tanya Farhan.


Allena yang tidak mengetahui apa-apa hanya bisa menggelengkan kepalanya, Farhan mempunyai rencana untuk mencari keberadaan otang tua Akmal yang sengaja di sembunyikan oleh nya dari awak media.


"Kita pulang ke mansion, kau harus beristirahat kau terlihat sangat kelelahan," ucap Farhan.


Sampai nya di rumah, Inka langsung berendam di kamar mandi untuk melepaskan penatnya yang terasa sangat melelahkan, sedang Farhan langsung masuk ke dalam ruangannya, Ia menghubungi salah satu tangan kanannya untuk mencari keberadaan orang tua Akmal.


Farhan terlihat sangat sibuk dengan Leptopnya mencari seluruh informasi tentang keluar Akmal, terlalu lama meghadap layar leptopnya, akhirnya Ia menemukan satu persatu informasi menegenai keluarga Akmal.


Farhan pun langsung mendapat Infomasi kembali mengenai keberadaan orang tua Akmal yang sengaja tinggal di panti jompo lokasinya berada sangat jauh, yaitu di Luar Negri. Ia sengaja meletakan orang tuanya jauh ke sana untuk menghindari awak media yang dapat menurunkan status sosialnya.


Farhan yang mendapat semua infomasi tentang Akmal merasa sangat lega, Ia mengumpulkan semua nya dan berniat akan membawa Allena untuk pergi mengunjungi orang tua Akmal.


Malam itu berlalu begitu cepat, tak terasa ketika kita tengah memejamkan mata, tetapi waktu begitu cepat berlalu membuat langit kembali mengizinkan mentari untuk terbit menyinari bumi.


Pagi itu Allena sudah bersiap untuk berangkat ke kantornya, karena hari ini dia ada rapat bersama Perusahaan Selom Group. Saat Allena duduk di meja makan, Ia sudah melihat Farhan duduk terlebih dahulu di ruang makan.


"Ingin mengajak mu pergi ke suatu tempat," jawab Farhan.


"Kemana? Tapi hari ini aku ada rapat, tidak bisa di tunda. Kita bisa pergi lain waktu," ucap Allena.


Farhan memberikan paspor kepada Allena, membuatnya sangat bingung dengan tingkah Farhan.


"Kenapa ada paspor? Apa kau akan pergi?" tanya Allena.


"Iya, tapi bersama mu," jawab Farhan.


Semakin bingung Allena langsung menatap wajah Farhan yang terlihat sangat serius dengan ucapannya.

__ADS_1


"Kita harus segera berangkat, karena nanti jam 9 pesawat akan lepas landas. Jadi kita harus segera meninggalkan rumah, aku takut jalanan macet," ucap Farhan.


"Ada apa ini? Kenapa sangat dadakan, aku ada rapat dengan klien ku, bagai mana aku bisa membatalkannya," kata Allena.


Farhan menatap Allena dengan tatapan yang penuh arti, membuat Allena semakin bingung.


"Dengar kan aku! Nanti akan aku ceritakan jika kita sudah berada di dalam pesawat. Ini sangat memdesak, aku ingin kau mengetahui nya sendiri," jelas Farhan.


Allena tak bisa menolak ajakan Farhan, karena ajakan itu memiliki arti yang sangat penting, membuatnya merasa sangat penasaran.


"Baiklah aku akan menghubungi Ozi untuk menggantikan diri ku," ucap Allena.


Allena akhirnya menelpon Ozi, suara dering ponsel Ozi pun membuatnya langsung mengangkatnya.


Allena/Saras : "Hello Ozi, awak menggantikan saya bertemu bersama Selom Group, saya mempunyai urusan mendesak yang menyebabkan saya tidak dapat menghadiri mesyuarat itu."


Ozi : "Baiklah Cik, kalau saya tahu awak hendak ke mana?"


Allena/Saras : "Saya perlu ke luar negara untuk urusan peribadi"


Ozi : "Baiklah Cik, berhati-hati di jalan raya."


telpon seluler pun terputus, Ozi langsung mempersiapkan semua yang akan di tayangkan saat rapat berlangsung, Ia mendapat arahan dari Allena untuk melakukan semua yang di inginkannya.


Allena pun bersiap-siap masuk ke dalam kamar nya, Ia menggunakan pakaian yang sangat casual dan memakai blezer panjang untuk melengkapi tampilannya yang agar terlihat sangat keren.


Farhan yang sudah menunggu nya di dalam mobil, melihat Allena keluar dari ruangannya menggenakan kaca mata hitam langsung bersiap menghidupkan mesin mobilnya.


Mereka berjalan menuju bandara Luara Lumpur International. Di dalam perjalanan Allena masih bingung dia harus kemana, terlihat tiket pesawat tujuan mereka berdua adalah di Delhi.


Allena menatap lekat wajah Farhan sampai Ia baru menyadari jika sudah sampai di bandara untuk menyerahkan tiket agar segera memasuki pesawat.

__ADS_1


Mereka berdua berjalan seperti seorang model, dengan gaya nya yang anggun Allena berjalan di dampingi Farhan yang tak kalah keren dengan penampilannya dan mengenakan kaca mata hitam.


BERSAMBUNG....


__ADS_2