Nahkoda Cinta

Nahkoda Cinta
Keputusan Meisita


__ADS_3

Mereka berdua berjalan seperti seorang model, dengan gaya nya yang anggun Allena berjalan di dampingi Farhan yang tak kalah keren dengan penampilannya dan mengenakan kaca mata hitam.


Saat berada di dalam pesawat, Allena menagih janjinya kepada Farhan.


"Ada apa? Kemana kau mengajak ku pergi ke Delhi mendadak seperti ini, apa kau tahu? Delhi sangat lah jauh?" ucap Allena.


Farhan memberikan semua file mengenai status Akmal dari keluarganya sampai hubungan asmaranya menikahi Meisita.


Allena menerima tab itu dan membaca semua yang ada ada di dalamnya. Ia sangat terkejut dan menatap Farhan dengan tatapan kosong. ini seperti kejutan yang sengaja di buat Farhan untuk nya, begitu kaget jika Akmal sangat jahat pada orang tuanya.


Pesawat itu lepas landas terbang tinggi melewati awan yang sedang bergerombol, perjalanan itu cukup panjang membuat Allena terus memikirkan ke dua orang tuan Akmal yang sengaja di letakan di Delhi.


'Ternyata dulu aku menyukai orang yang salah, dua begitu tega memperlakukan hal ini kepada orang tuanya, di mana hati nuraninya? Di mana? Akan aku hancurkan semua kariri mu, dasar pria yang tidak punya hatu,' batin Allena.


Di sisi lain, Ozi sudah siap untuk menghadiri rapat dengan Selom Group. Akmal seperti sudah mempersiapkan diri untuk bertemu dengan mantan istrinya tetapi, saat rapat akan di mulai. Ia tidak melihat Allena masuk ke dalam ruangan melainkan asisten Ozi yang masuk seorang diri.


"Kami memulakan mesyuarat, maaf jika Cik Saras tidak dapat menghadiri mesyuarat ini, kerana dia mempunyai urusan peribadi," jelas Ozi.


Akmal sangat terkejut dengan ketidak hadiran Allena yang secara tiba-tiba, membuatnya mencurigai Allena, Ia mengira mantan istrinya menghindari dirinya.


Dengan berat hati Akmal akhirnya melanjutkan rapat itu, tetapi pikirannya tidak fokus.


'Kemana perginya dia? Atau dia sengaja menghindari ku? Aku harus segera mencari tahu keberadaanya,' batin Akmal.


Rapat masih berlangsung membuat Akmal menghubungi oramg suruhannya, memalu pesab singkat untuk mencari keberadaaan Allena.


◇◇◇


Setelah menepuh perjalanan yang cukup panjang, persawat pun landing ke Bandara International Indira Gandhi. Tepatnya di india, Allena tidak habis pikir, berada di negara ini.


Mereka berdua sudah di jemput oleh salah satu teman Farhan yang sudah menunggu, akhirnya mereka bertemu dan masuk ke dalam mobil, tanpa beristirahat ke hotel, Allena memutuskan untuk langsung mengunjungi Panti Jompo.


Farhan pun sangat memahami rasa penarasan Allena terhadap orang tua Akmal. Perjalanan cukup jauh sekitar 30 menit dan sampai lah mereka di salah satu Panti Jompo Jamaludin.

__ADS_1


Allena keluar dari mobil dan memandangi tulisan Panti yang terpapang nyawa di depannya, Ia menatap Farhan dan kemudian mereka masuk ke dalam panti itu, Farhan menyuruh temannya yang bernama Jamal untuk berinteraksi dengan orang India.


Akhinya mereka di tunjukan ke salah satu ruangan terpencil di sudut kamar, Saat perawat membuka pintu itu, terlihat sepasang suami istri sedang duduk dengan tatapan sendu.


Melihat ada orang dari Malaysia datang berkunjung untuk bertemu dengannya, membuatnya sangat senang.


"Adakah anda dari Malaysia?" tanya Nurhaliza.


Allena mendekat dan menatap sedih ke arah Nurhaliza.


"Siapa nama ibu?" tanya Allena.


“Nama saya Nurhaliza? Awak kenal saya? Atau awak yang dihantar oleh anak saya melawat saya?" tanya Nurhaliza.


"Siapa nama anak awak?" ucap Allena.


“Akmal Sheikh dan Akbar Sheikh," jawab Nurhaliza.


Farhan yang mengetahui, kondisi Allena yang syok berat berusaha untuk terus berada di sisi Allena.


"Kau perlu istirahat, jangan di paksa. Besok kits lanjutkan lagi mengunjungi panti ini," ucap Farhan.


Akhirnya Allena mengikuti saran Farhan, mereka pun meninggalkan panti itu, dan kembalu ke hotel, saat di perjalanan. Air mata Allena tak kuasa di tahan dan akhirnya menetes dengan deras.


"Apa terjadi sesuatu?" tanya Farhan.


"Hati ku sangat sakit, saat menatap wanita itu. Tatapannya begitu tulus, Ia terlihat seperti merindukan seorang anak," jawab Allena.


"Besok kita akan cari tahu semua, ku kumpulkan semua bukti. Selebihnya terserah keputusan mu," ucap Farhan.


Akmal sedang di dalam kamarnya, menunggu kabar dari orang suruhannya. Tak lama ponsel pun berbunyi dari salah satu karyawannya yang mengatakan, jika Allena pergi karena urusan pribadi.


'Urusan pribadi? Memangnya urusan apa?' batin Akmal.

__ADS_1


Meisita yang melihat gerak-gerik Akmal yang sangat cemas, seperti memekirkan sesuatu membuatnya langsung mendekatinya.


Meisita memegang bahu Akmal yang saat itu Akmal sedang berdiri menatap jendela kamar, merasakan ada sentuhan lembut membuat Akmal semakin kesal.


Belom sempat mengatakan apapun, dengan berani Akmal menghempaskan tangam itu, sampai membuat Meisita terjatuh.


"Au ... ," ucap Meisita.


Akmal pun menoleh ke arah sumber suara, Ia melihat wanita yang menjerit kesakitan adalah Meisita. Begitu terkejutnya Ia dan langsung memegang tangan Meisita.


"Sayang maafkan saya," ucap Akmal.


"Adakah awak sedang memikirkan sesuatu? " tanya Meisita memegang pergelangan tangannya.


"Cuma penat memikirkan kerja pejabat, maafkan saya sayang," ucap Akmal.


“Jika ya, awak berundur dari jawatan awak, dan biarkan saya menguruskan syarikat saya," ucap Meisita.


Lagi-lagi Akmal sangat terkejut dengan keputusan Meisita yang sangat mendadak, dan ini di luar dugaannya, tidak pernah Meisita mengucapkan kata-kata seperti itu selama pernikahan mereka, Meisita seolah sangat mencintai suaminya tapi sangat berbeda dari sekarang.


“Apa yang awak cakap ni sayang?" tanya Akmal.


Meisita tersenyum simpul, menatap Akmal yang begitu panik.


"Awak kata kalau awak penat bekerja sampai awak sakit selama beberapa hari, dan sekarang awak nampak sangat tertekan. Saya sangat kasihan dengan awak, jadi biar saya uruskan segala-galanya di syarikat itu," jelas Meisita.


Akmal tidak bisa mengelak atau pun membela apapun, semua penjelasan Meisita sangat menjebaknya membuatnya harus kehilangan jabatannya yang sangat tinggi di perusahan itu.


Meisita telah banyak melakukan perubahan diri, Ia melawan rasa sayang nya kepada Akmal yang hanya memanfaatkan nya saja, saat ini Meisita menjadi wanita yang tegas dan bijaksana dalam memutuskan suatu masalah rumah tangganya.


Meisita sepertinya akan menceraikan Akmal dan akan membiarkan Akmal jatuh miskin, setelah tidak mempunyai jabatan.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2