
"Perhatian! Sebagian teks menggunakan bahasa melayu, harap bijak dalam membaca."
Saras menerima capucino yang di buatkan oleh pak Edo, Ia pun menghirup aromanya yang sangat menggoda hasrat untuk terus merasakan keharuman yang memang sudah menjadi ciri khas dari capocino itu sendiri.
Melihat pak Edo duduk di ruang tunggu, membuatnya ikut duduk di samping pak Edo.
"Adakah anda dalam masalah besar?" tanya pak Edo.
"Apa maksud Encik, Edo?" tanya Saras.
Pak Edo tersenyum menatap pemandangan di balik dinding kaca yang ada di hadapannya.
"Kata-kata Pak Edo membuatkan saya takut, apa yang Encik nampak pada saya? Kenapa boleh buat kesimpulan macam tu," tanya Saras.
“Saya lihat ada pekerja pulang lewat malam, tidak seperti biasa. Saya rasa ada masalah besar," jawab pak Edo.
"Esok kita adakan fashion show Encik, jadi saya tekankan kepada pekerja supaya lebih teliti dalam membuat persiapan untuk majlis esok," jelas Saras.
"Jadi begitulah, bersorak-sorai. Semoga acara esok berjalan dengan jayanya," ucap pak Edo.
"Terima kasih Encik," jawab Saras.
Pak Edo pun pergi meninggalkan Saras seorang diri, Ia akan berkeliling kantor untuk memastikan keadaan tetap aman.
Allena/Saras menatap kepergian pak Edo yang semakin menjauh dari nya. Ia pun kembali lagi keruangannya, menatap pekerjaan yang hampai selesai.
Mentara mulai berjalan kepermukaan langit, cahayanya pun terpancar sangat cerah membuat ayam berkokok, suara bunyi klakson mulai ramai memadati jalanan.
Allena/Saras masih terjaga sampai membuat kantung matanya menghitam, merasa lelah, Ia langsung membersihkan dirinya sebelum di liat oleh karyawannya.
Allena menutup mata pandanya dengan riasan yang cukup glamor membuatnya terlihat sangat menawan, saat dirinya sedang merapihkan rambut. Farhan datang menbuka pintu ruangannya.
"Kau sudah siap?" tanya Farhan.
Allena menoleh ke arah sumber suara, melihat Farhan datang menemui dirinya, membuat Allena/Saras tersenyum.
__ADS_1
"Kapan kau datang?" sahut Allena.
"Aku turun dari pesawat pukul 06.30, aku langsung ke kantor mu. Ku dengar kau akan mengadakan fashion show, apa kau sudah siap?" ucap Farhan.
"Seperti yang kau lihat, aku sangat siap," kata Allena.
Mereka semua berangkat menuju gedung tampatnya mengadakan acara fashion show, semua model dan make up artis sudah datang dan sedang merias model yang akan memakai rancangan dari Saras.
Saras terlihat sangat sibuk di belakang layar, semua orang sedang bekerja keras untuk acara yang sangat di nanti-nanti. Acara ini sengaja di adakan Saras secara totalitas karena Ia ingin menunjukan pada dunia bahwa fashion hawai sangatlah menarik ketenangan dalam berfikir.
Mendapat ide-ide baru membuat Allena/Saras tidak memberi tahu sebagian team nya. Saat semua model sudah di rias dan pakaian yang di rancang Saras sudah di kenakan, saatnya Ia mengarahkan para model untuk menunjukan jika memilih motif yang meyentuh alam sangatlah menenangkan hati.
Ini perdana baginya dan bagi seluruh desainer dunia, yang biasanya mengelar acara dengan menunjukan pakaian yang glamor dan mewah tetapi tidak dengan Allena/Saras yang menunjukan pakaian hawai untuk semua kalangan.
Allena sangat yakin acaranya kali ini berjalan dengan lancar, ternyata ada salah satu penyanyi international dari Amerika telah hadir tanpa di undang oleh Allena, Ia melihat dari layar monitar yang saat itu menjadi pusat perhatian.
Hampers yang di siapkan oleh Allena sangatlah sederhana tetapi bermakna.
Mendapat suport dari Farhan, kini Allena pun penuh percaya diri, senyumnya membuat Farhan terus memandanginya tak henti-henti.
"Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua. Kali ini seorang pereka terkenal yang digelar oleh ramai kalangan atasan bersama ratu pereka. Telah melancarkan produk baharu dengan nuansa semula jadi, kami mengalu-alukan Saras Putriani! ..." ucap MC.
"Cik, boleh awak beritahu apa maksud tema alam ini?" tantmya MC.
"Baiklah, jumpa saya lagi, sebab saya sebut tema alam. Maknanya kedamaian pesona alam ini benar-benar membuatkan kita berasa tenang dan menimbulkan idea-idea yang lebih jelas, jadi inti dari semua ini adalah apabila kita berada dalam keraguan dan kebimbangan. Sebaliknya tutup mata anda dan bayangkan hamparan tumbuhan hijau yang sangat indah untuk membuatkan keyakinan kita kembali semula," jelas Allena.
Semua yang yang mendengar penjelasan Allena langsung bertepuk tangan, artis international yang berada di dalam acara itu, merasa tertarik dengan acara yang di gelar Allena.
Satu persatu model yang mengenakan pakaian rancangan dari Allena langsung berjalam ke atas panggung, dengan pesonanya memakai pakaian itu.
"Ya ampun, motif pakaian itu sangat indah. Aku harus memesan sebelum kehabisan."
Suara itu saling bersautan di dalam gedung, walau pun tidak di dengar langsung oleh Saras tetapi mendapat komentar positif dari dunia maya.
Elian yanh datang menghadiri acara tersebut, merasa sangat terkejut dengan lancarnya acara.
__ADS_1
'Macam mana dia boleh ganti dengan mudah semua baju yang aku dah curi design dia, ini sangat pelik. sial,' batib Elian.
Acara pun berjalan lancar, dan berhasil. Membuat semua team yang bekeeja keras merasa sangat bahagia, karena acara ini mendapat respon baik dari semua kalangan.
Selsai acara, mereka yang sedang menunggu Saras turun dari panggung, termasuk penyanyi itu yanh ingin sekali menjabat tangan sang desainer.
Saat Saras datang menghampiri beberapa ornag yang memang ingin menemuinya, pujiam demi pujian terlontar di bibir mereka.
"Excuse me Miss, are you that woman called Saras? I'm Jemi from the America, your fashion design is very beautiful, dear love it so much," ucap Mr. Jemi.
Terjemahan.
"Permisi Nona, apakah Anda wanita bernama Saras itu? Saya Jemi dari Amerika, desain busanamu sangat indah, saya sangat menyukainya," ucap Pak Jemi.
"Thank you for the compliment," sahut Allena.
Terjemahan.
"Terima kasih atas pujiannya," sahut Allena.
"Can I have a dress made for me to perform in the country next month? " tanya Mr. Jemi.
Terjemahan.
"Boleh saya membuat baju untuk saya tampil di negara ini bulan depan?" tanya Mr. Jemi.
Dengan senang hati Allena menerima tawaran dari Mr. Jemi, dan Ia memberikan kartu namanya kepada penyanyi terkenal itu.
Mereka berpisah lantaran Jemi harus pergi untuk glady di salah satu gedung terbesar di Kuala Lumpur, mereka pun berpisah.
Dari kejauhan, seorang laki-laki berbadan tinggi dan mengenakan stelan jas berwarna abu-abu, datang membawa seikat bunga mawar berwarna merah. Ia berjalan mendekati Allena, membuat Farhan langsung mendekati pria itu.
Tatapan Farhan sangat tajam, membuat pria itu hanya tertawa terbahak-bahak.
"Mau apa kau kemari?" tanya Farhan.
__ADS_1
Allena melihat pria itu langsung terkejut, dan rasa di dalam hatinya tak menentu.
BERSAMBUNG....