
Meisita seperti mendapat dorongan entah dari siapa, hal yang tak biasa Ia lakukan sekarang malah di lakukannya seperti menyiapkan pakaian untum Akmal, membuatkan sarapan bahkan Ia sendiri yang memasak untuk suaminya.
Hal ini mengingatkan Akmal dengan Allena yang selalu melayaninya dengan baik.
Melihat Akmal berjalan keluar kamarnya mengarah ke meja makan.
“Awak dah bangun, hari ni saya masakkan sup untuk awak," ucap Meisita dengan snagat ceria.
Akmal merasa bingung dengan tingkah istrinya yang tak biasa, tetapi Ia menikmati pelayanan itu tanpa rasa curiga apapun.
Mereka menyantap sarapan pagi, Meisita yang melihat Akmal sedang memakan sup buatannya.
"Macam mana sup tu sedap?" tanya Meisita.
“Sedap sangat, mana awak belajar buat," jawab Akmal.
“Saya mendapat resipi daripada rakan saya, dia seorang gadis yang sangat bertuah," ucap Meisita.
Selesai sarapan, Akmal berangkat ke kantor. Ia masuk ke dalam mobil yang sudah ada asistennya di dalamnya.
"Bagaimana, adakah anda telah menerima balasan daripada pereka Saras?" tanya Akmal.
“Kami belum menerima jawapan daripadanya tuan, perlukah kami berjumpa dengannya di pejabatnya," jawab Zidan.
“Tak, kita tunggu esok," ucap Akmal.
Mobil memasuki jalan raya yang semua penggunanya tidak ngebut-ngebutan, terlihat pengguna roda 4 sangat lah tertib.
Begitu juga Allena yang melajukan mobilnya menuju kantor, tanpa diketahui Farhan. Ia sengaja berangkat lebih awal karena ingin mengadakan rapat untuk acara fashion show.
Sampai di kantor, Ia berjalan menuju ruang rapat yang sudah di tunggu oleh teamnya.
"Maaf kerana membuat kamu menunggu," ucap Allena.
"Tak apa Cik," sahut Ozi.
"Baiklah, mari kita mulakan mesyuarat ini," ucap Allena.
Salah satu team yang mempresentasikan beberapa fashion yang akan di menjadi pusat perhatian setiap kalangan, membuat banyak orang akan tertarik dengan desain yang memang dibuat sangat berbeda dari pada desain umunya. Mereka miliki keunikan tersendiri.
Allena/Saras terlihat sangat puas dengan hasil presentasi teamnya.
__ADS_1
"Anda hebat, teruskan semangat untuk majlis kami, semoga berjaya," ucap Allena.
Mereka semua merapatkan tangan masing-masing dan berteriak.
"Bilow Designer jaya!"
Suara itu terdengar sangat kompak. Mereka pun keluar dari ruang rapat, hanya tersisa Allena dan Oji sang sekertaris.
Cik, macam mana dengan tawaran dari Selom Group?" tanya Oji.
“Okay, saya setuju, saya nak jumpa dia esok," jawab Saras.
Oji langsung membalas melalui e-mail kepada Selom Group, mengatakan jika Bilow Designer menerima tawaran kerjasama.
Asisten Zidan mendapat notification dari tab yang selalu di bawanya, melihat e-mail nya mendapat balasan dari Bilow Designer. Membuatnya langsung memberitahu Akmal.
Zidan berjalan ke dalam ruanganya, melihat Akmal yang sedang sibuk dengan leptopnya. Ketika mendengar suara pintu terbuka, matanya menatap sumber suara.
"Apa itu?" tanya Akmal.
"Kami mendapat jawapan daripada Kumpulan Bilow," jawab Zidan.
"Adakah benar?" ucap Akmal.
"Esok sediakan produk yang akan kami lancarkan," pinta Akmal.
Akmal merasa sangat bahagia, karena Ia yakin jika Allena masih mencintainya dan tidak bisa melupakannya.
'Aku tahu, kau sangat mencitaiku ... begitu mudah kau menerima tawaran ini, akan semakin dekat hubungan ku dengannya, aku harus mencari tahu dari mana dia mendapatkan kesuksesannya,' batin Akmal.
Senyum manis Akmal bermakna seperti seorang yang sengaja meremehkan sesuatu yang menurutnya tidak penting, Ia beranggapan jika aksinya ini membuahkan hasil, tetapi Ia tak berfikir jika ada alasan tertentu Allena menerima tawaran nya.
Meisita mengendarai mobilnya tanpa meminta izin kepada Akmal, Ia merasa curiga tingkah laku Akmal yang sangat lah berubah. Mobil itu melaju ke salah satu hotel tempat adik iparnya menggelar pernikahan, awal kecurigaan nya di hotel itu.
Masuk ke area hotel, Meisita langsung menemui bagian CCTV untuk memeriksa di bagian CCTV seluruh ruangan pada hari pernikahan adik iparnya.
Penuh perdebatan karena pihak hotel pun menjaga privasi setiap konsumennya, akhirnya Meisita langsung menunjukam identitas aslinya yang termasuk orang penting di Malaysia.
Meisita berjalan menuju ruangan khusus CCTV itu berada, perugas hotel langsung memeriksa setiap gerak-gerik hotel itu, pada hari pernikahan Akbar. Terlihat setiap orang memasuki hotel itu, dan menikmati acara itu, dan menyantap makanan yang sudah di sediakan. Tidak ada kecurigaan meluli CCTV itu, tetapi ada layar CCTV yang menujukan Saras/Allena berjalan di seret oleh Akmal.
Meisita langsung menunjuk layar itu, seketika petugas langsung menghentikan pergerakan layar itu.
__ADS_1
“Boleh tak awak zoom in monitor ni? Saya kenal dia," pinta Meisita.
Petugas pun langsung membesarkan layar monitor, Meisita memperhatikan wajah pria yang tertangkap CCTV, tetapi wajahnya tak terlihat jelas. Hanya saja baju yang di kenakan sangat mirip dengan pakaian milik Akmal.
'Apakah hubungan antara Akmal dan Cik Saras?' batin Meisita.
Meisita memperhatikan pakaian yang di pakai Saras sangat lah mirip dengan wanita yang ada di CCTV.
"Bolehkah saya meminta salinan lembut CCTV di bahagian ini?" tanya Meisita.
"Ya puan," jawab petugas.
Meisita langsung menyimpan salinan video yang menyeret Allena dengan kasar ke arah kamar mandi hotel, kecurigaan nya terhadap Akmal semakin besar. Ia kembali ke mansion, dengan terburu-buru Meisita membuka leptopnya dan memeriksa identitas Saras.
Dengan detail Ia membaca semua daftar riwayat hidup yang mudah di temukan, membuatnya merasa tidak ada yang di curigai.
'Kenapa Cik Saras boleh berada di hotel dengan Akmal, adakah mereka mempunyai hubungan sulit?' batin Meisita.
Terlalu lelah berfikir membuat nya sangat lelah dan Ia mencoba untuk memejamkan matanya sejenak. Meisita baru mengingat jika dia mempunyai tangan kanan nya saat dulu masih memegang perusahaan ayahnya.
Meistia langsung menghubungi pak Adam, yang saat ini masih bekerja di perusahaanya Selom Group.
Meisita : "Hello Encik Adam, apa khabar?"
Adam : "Mesitia, adakah ini Meisita?"
Meisita : "Betul, saya Meistia ... boleh kita jumpa Encik, saya ada benda nak bincang."
Adam menyetujui permintaan Meisita, dan akhirnya mereka bertemu di salah satu cafe di pusat perbelanjaan terbesar di Malaysia.
Mereka pun bertemu dan saling menatap satu sama lain, terlihat pak Adam yang tidak lagi muda membuat Meisita menuduka kepalanya sebagai rasa hormat, karena kesetiaannya mengabdi di perusahaan Selom Group.
"Adakah anda dalam kesusahan?" tanya Adam.
“Macam mana Encik Adam tahu tentang itu, saya cuma nak cari maklumat tentang seseorang untuk mencari jawapan kepada syak wasangka saya," jelas Meisita.
“Akhirnya awak sedar semuanya," kata Adam membuat Meisita semakin bingung.
"Apa maksud Encik Adam?" tanya Meisita.
“Awak syak suami awak bukan awak, tentang wanita yang dia pernah bersama," ucap Adam.
__ADS_1
Lagi-lagi Meisita sangat terkejut mendengar ucapan dari pak Adam yang sepertinya mengetahui semua kebusukan suaminya selama ini.
BERSAMBUNG....