
Hari ini di kantor ricuh karena tanda cinta yang diberikan oleh Aira terlihat oleh semua orang. Bagaimana tidak, jika Aira dengan sengaja memberikan tanda cinta di tempat yang sangat terlihat. Untung saja Abian tipe laki-laki yang cuek, ia malah bangga jika istrinya memberi tanda cinta. Itu artinya Aira memang mencintainya. Namun demi keamanan dan kesejahteraan kantor, akhirnya Abi menutupinya dengan plaster . Agar konsentrasi orang-orang yang sedang bekerja tidak terganggu, karena melihat tanda cintanya. Bagaimana jika mereka nanti ingin ehem-ehem sepertinya. Itu akan sangat bahaya bukan.
Meskipun mereka semua mengejek Abi sebagai pengantin baru, namun itu tidak membuat konsentrasinya buyar. Abi tetap fokus dalam bekerja, karena sekarang ia mempunyai istri yang harus ia nafkahi. Walaupun harta yang ia miliki sangatlah cukup untuk memenuhi kebutuhannya selama tujuh turunan. Lalu bagaimana dengan keturunan yang kedelapan, kasihan jika tidak kebagian hartanya. Astaga, Abi ini memang sangat luar biasa bahkan keturunan kedelapan pun sudah ia pikirkan baik-baik. Hingga Angga saja dibuat geleng-geleng kepala, oleh kelakuan adik ipar rasa sahabat ini.
"Bi, aku bawakan makan siang, " ucap Angga sambil membawakan sebungkus nasi beserta lauknya. Abi melihat sekilas.
"Terima kasih, " jawab Abi. Angga hanya berdehem menanggapinya.
"Kau serius sekali,?"
"Iya, ini ada proyek penting lumayan besar. Jadi aku harus fokus mengerjakannya.
"Sampai kapan kau akan seperti ini, ?"
"Maksudmu. ?" Abi melihat kearah ke arah Angga yang sedang menyuapkan makanannya.
"Sampai kapan bos besar akan duduk sisini , ?" Tanyanya
"Sampai kapan, kau akan duduk disitu, apa kau tidak ingin duduk di ruanganmu disana yang sangat nyaman, " ucap Angga.
"Aku tidak mau disana, disana aku kesepian dan hanya ditemani oleh Pak Will aku malas" Jawabnya, Angga hanya menggeleng-gelengkan kepalanya merasa aneh dengan sikap Abi. Jika semua orang ingin terlihat dengan jabatan tinggi tinggal si tempat mewah dan juga sangat membatasi pergaulan, tapi Abi malah lebih suka dengan duduk di meja kerja yang bercampur dengan karyawan-karyawan lainnya. Dan lebih senang dikenal sebagai Abian seorang pria biasa. Ia tidak ingin di kenal sebagai Abian seorang pengusaha muda yang sukses.
__ADS_1
"Terserah kau saja, aku kadang berpikir jika otakmu ada kelainan. Karena kau sangat aneh Abi, apa kau tidak sadar, ?" Tanya Angga.
"Tidak, aku tidak merasa aneh tapi aku merasa bahagia, "Jawabnya masih fokus pada pekerjaannya.
"Seharusnya aku tidak bertanya, " ucap Angga.
*
*
*
Di kampus juga Sultan terlihat ingin mendekati Aira, namun Aira adalah gadis yang tidak mudah di dekati. Hingga membuat Sultan si anak Sultan maju mundur cantik untuk mendekatinya. Sultan tahu jika Aira sudah menikah, tapi perempuan yang sudah berstatus istri itu menarik perhatiannya dan membuatnya ingin mengenal Aira lebih dekat.
Sultan mulai duduk tidak jauh dari Aira, ia memasang wajah dingin so cool seperti yang ia selalu lakukan pada gadis lainnya. Sultan mulai sok sibuk membuka buku yang ia bawa.
"Ehem...." anak Sultan mulai beraksi, namun istri orang itu tidak mau melihatnya bahkan menengok sedikit pun tidak.
"Kenapa dia tidak melihatku, baiklah sekali lagi" gumamnya.
"Eheeemm..... eheeemm " dengan menambah volumenya agar terdengar lebih keras lagi dan berharap Aira menengok melihat kearahnya, namun ternyata deheman mautnya tidak berarti sama sekali untuk Aira.
__ADS_1
"Astaga apa dia tuli, aku berdehem keras pun ia sama sekali tidak melihat ke arahku," Sultan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ehheeeemmmmm....." Deheman keras pun akhirnya keluar juga, dan kali ini mampu membuat Aira jengah.
"Hei plankton.... Kenapa dari tadi kau berisik sekali kau itu sangat menggangu tahu !!!" Kesal Aira.
"Apa, aku mengganggu ?" Tunjuk Sultan pada dirinya sendiri. Astaga bahkan ia sama sekali tidak tertarik melihatnya.
"Iya, kau sangat sangat menggangu. Jika kau merasa tenggorokanmu itu terganggu, kenapa kau tidak minum saja. Bukan terus berdehem seperti kerbau yang akan melahirkan...!!" Ucap Aira sambil membereskan buku-bukunya dan pergi dari sana.
"A-apa dia bilang tadi, aku mirip kerbau yang akan melahirkan. Astaga dia membuat jiwa tampan paripurna ku runtuh begitu saja. Kenapa ada perempuan seperti itu Kenapa susah sekali di dekati" ucap Sultan yang masih shock dengan ucapan Aira.
*
*
*
Maaf terlambat up ya, karena naskah yang mau di up tiba-tiba gak sengaja kehapus 🥺, Mimin sedih 😥
Yang belum mampir di cerita Agam mampir ya, ISTRI TENGIL TUAN AGAM 🤗.
__ADS_1
Like dan gift nya jangan lupa untuk dukungan novel ini 🤗