
Karena khawatir dengan keadaan Tasya, akhirnya Andini memanggil dokter. Dan Angga tak hentinya mendapat ceramah panjang kali lebar kali tinggi dengan volume yang penuh. Gara-gara kelakuan gagang sapunya yang tidak disiplin kini Angga harus mendengar omelan dari adik dan juga ibunya.
"Jadi bagaimana keadaan menantu saya, dokter?" tanya Andini dengan wajah cemas.
Dokter pun tersenyum dan melihat ke arah tiga orang yang sedang tegang itu, "Nona Tasya tidak apa-apa, kalian tidak usah khawatir. Gejala seperti ini memang sudah biasa dialami oleh perempuan yang sedang mengalami hamil muda," jawab dokter itu. Sontak saja semua orang terkejut mendengar penuturan dokter itu.
"Apa!!!" Kini giliran dokter perempuan itu terlonjak kaget, mendengar respon dari trio A itu.
"I-iya, Nona Tasya sedang hamil," jawab dokter itu sambil mengusap dadanya karena terkejut mendengar suara trio A.
Kini Andini menatap Angga dengan pandangan yang sulit diartikan, hingga Angga menelan ludah kasar. Ia sangat takut jika ibunya akan menelannya bulat-bulat saat ini.
"Angga," panggil Andini.
"I-iya, Bu," jawab Angga. Andini mulai mendekati.
"Angga, sayang. Ibu sangat bangga padamu. Berkat kegigihan gagang sapumu yang nakal itu ternyata kini kau menghasilkan cucu untuk ibu. Ibu sangat bangga padamu, Nak," ucap Andini sambil memegang bahu Angga dan berbicara dengan mantap dan juga sangat bangga.
Angga yang tadi merasa tegang pun, kini mulai berbangga hati karena perjuangannya selama dua bulan ini telah membuahkan hasil.
__ADS_1
"Tentu saja,Bu. Anakmu ini sangat hebat kan?" ucap Angga tersenyum bangga.
"Benar, kau sangat hebat. Akhirnya aku akan mempunyai dua cucu sekaligus.
"Hei Aira, lihatlah sekarang aku juga akan menjadi ayah," ucap Angga.
"Iya Kak, aku senang sekali. karena aku akan punya anak dan juga keponakan. Nanti anak kita bisa bermain bersama." Aira pun bahagia mendengar kabar baik ini.
Begitu pun juga Tasya, ia adalah orang yang pertama kali bahagia saat mendengar kabar baik ini. Dan ia juga tidak menyangka jika respon dari suami dan keluarganya itu sangatlah lucu. Hingga Tasya yang masih pusing pun tidak bisa menahan tawanya.
*
*
*
Namun, saat disana ternyata Andini sedang memasak masakan spesial untuk makan malam karena ia sangat bahagia atas kehamilan Tasya dam juga Aira. Jadi Abi mengurungkan niatnya untuk pulang dan menginap disana. Karena Aira juga ingin menginap di rumah orangtuanya.
Untuk keperluannya dan juga Aira, pelayan di rumah Abi mengantarkannya ke rumah Aira atas perintah Abi.
__ADS_1
Kini makan malam pun sudah siap, semua orang sudah berkumpul dan ketiga pasangan beda generasi dan saling terikat itu sudah berkumpul di ruang makan.
"Waaah, hari ini kita makan spesial?" tanya Arman yang memang belum tahu tentang kabar kehamilan dari menantu perempuannya.
"Iya, hari ini kita makan spesial, karen kita akan mempunyai dua cucu," ucap Andini dengan antusias.
"Benarkah? Jadi Aira hamil anak kembar?" tanya Arman.
"Bukan Aira, tapi Tasya juga hamil. Jadi kita akan mendapatkan dua cucu sekaligus," tutur Andini.
"Wahh benarkah? Hei Angga, gagang sapumu tajam juga, kau sangat hebat, kecebongmu itu cepat juga larinya" ucap Arman sangat bahagia.
Arman pun sama dia sangat bahagia kan mendapatkan dua cucu sekaligus.
"Jika nanti cucuku sudah lahir, maka aku kan menjadi Opa-Opa, aku jadi merasa tampan dan kembali muda," ucap Arman tertawa bahagia.
"Kenapa kau jadi merasa muda, Yah? tanya Andini merasa heran, kenapa suaminya ini jadi merasa mendadak muda, bukankah jika ia mempunyai cucu maka ia akan bertambah tua pikirnya.
"Karena anak muda sekarang sangat menyukai Opa-Opa, Kan? Mereka bilang kalau Opa-Opa itu sangat tampan dan selalu menjadi pujaan. Dan sebentar lagi aku akan menjadi idola, Bu. Tapi Ibu tenang saja, Ayah akan tetap setia padamu. Karena ayah sangat mencintaimu," ucap Arman dengan bangga.
__ADS_1
"Astaga, suamiku ternyata sudah tidak waras, gumam Andini.