NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )

NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )
Bab 26


__ADS_3

Abi membawa Aira masuk ke dalam mobilnya dan akan meminta Aira untuk menunggunya di sana, Abi tidak bicara apa-apa pada Aira sepanjang perjalanannya menuju mobil, karena kini ia sedang menahan amarah yang begitu bergejolak di dalam hatinya.


Abi membuka pintu mobilnya dan meminta Aira untuk masuk di sana, "Aira, tunggu aku di sini aku masih ada urusan yang ingin aku selesaikan" ucap Abi sambil mencium kening Aira dengan sayang. Aira hanya mengangguk saja, sebenarnya Aira merasa bingung dengan Abi. Ia merasa penasaran kenapa pak tua itu memanggilnya dengan sebutan Tuan Muda dan juga ayah dari Melisa pun terlihat sangat takut pada Abi. Dan juga penampilan Abi saat ini sangatlah berbeda dari biasanya, ia terlihat sangat tampan dan juga gagah. Sangat kharismatik sekali, tapi ia menyimpan semua pertanyaan itu untuk nanti saja setelah keadaan cukup tenang. Karena barusan Aira melihat Abi dengan pandangan penuh amarah. Kilatan matanya sangat tajam. Hingga ia merasa takut dan mencoba untuk diam saja saat ini.


Dengan langkah cepat Abi kembali ke ruangan itu, untuk memberi pelajaran pada orang tua Melisa dan juga Melisa. Karena sudah berani menyakiti dan menghina istri yang sangat dicintainya.


Orang tua Melisa terlihat masih berada disana, bibirnya bungkam terasa kelu untuk mengucapkan sesuatu. Karena kini hidup mereka sedang dipertaruhkan di sana. Siapa sangka masalah yang dibuat oleh putrinya itu kini menjerumuskannya ke dalam masalah yang sangat besar.Bahkan mungkin hidup mereka hancur untuk saat ini


Melihat Abi yang kembali lagi membuat jantung mereka semakin berdegup dengan kencang. Detik - detik kehancuran hidup mereka sudah dimulai. Dan kini mereka tinggal menghitung mundur saja.


Semua mahasiswa yang ada di sana dibubarkan termasuk Sultan yang masih penasaran dengan sosok Abian. Tapi ia tidak bisa berbuat banyak karena Sultan tidak ingin menambah keributan yang akan terjadi nanti jika ia bersikeras untuk mencari tahu sekarang.


Mereka bertiga kini menunduk dengan sangat dalam, berbagai penyesalan kini menghampirinya. Hanya beribu kata Seandainya yang mereka pikirkan saat ini. Seandainya mereka tahu siapa Aira mungkin mereka tidak akan pernah berpikir untuk menghina dan juga menyerangnya. Namun sebesar apapun penyesalan mereka, semua itu tidak akan pernah membuat semuanya kembali seperti semula.


"Jadi... Apa sekarang kalian menyadari kesalahan kalian ?" Tanya Abian dengan tatapan tajam ke arah mereka bertiga. Kini di ruangan itu hanya ada Abian dengan Pak Will serta Melisa beserta kedua orangtuanya, juga teman-temannya dan seorang dosen yang tadi memanggil mereka yang tengah berdiri dengan sangat gugup di sana. Jujur saja ia juga merasa takut jika karena kejadian ini akan membuatnya hancur juga, semoga saja tidak harapnya.


'"Maafkan kami ?" ucapnya


" Apa dengan kata maaf, kalian bisa menghapus rasa sakit yang kalian torehkan di hati istriku ? Jawab....!!!"


"T-tidak, ". jawab ayah Melisa mewakili mereka semua.

__ADS_1


"Lalu apa yang harus aku lakukan pada kalian sekarang ?"Tanya Abian .


"Maafkan kami Tuan Muda, kami tidak tahu jika Nona Aira adalah istri anda " ucapnya dengan sangat menyesal, namun Abi malah tersenyum sinis.


"Jadi maksud kalian, jika nanti kalian akan bertemu dengan orang yang kalian anggap rendah maka kalian akan melakukan hal yang sama?!" Tanya Abi dengan geram.


"T-tidak..."


"Dengarkan aku baik-baik, kau tahu jika aku paling tidak suka dengan sebuah penghinaan dan aku juga paling tidak suka melihat orang yang sangat sombong dan juga bersikap pongah. Dan sayangnya kalian melakukannya lada istriku, dan aku tidak memberikan maaf untuk hal itu....!!!"


" Aku berikan seluruh kasih sayangku padanya, aku tanamkan hati dan jiwaku di dalam dirinya. Ku buat hari-hari indah saat bersamanya dan kalian dengan beraninya membuat ia meneteskan air matanya....!!! Aku tidak rela...!!!" Bentak Abi, hingga mereka semua terjingkat kaget.


"Pak Will...!!!" Panggil Abi, Pak Will yang sedang berdiri di belakang Abi dengan setia menghampirinya.


"Iya Tuan Muda..." jawabnya sambil menunduk.


"Hentikan dana perusahaan terhadap perusahaannya, dan pastikan tidak ada investor lain yanga menyuntikkan dana pada perusahaannya. Buat hidup mereka hancur, sehancur- hancurnya....!!!"


Deg


Inilah yang mereka takutkan sedari tadi, kehancuran yang tidak tersisa . Meminta maaf pun percuma dan menyesal pun tiada guna. Mereka hanya diam dan pasrah dengan apa yang akan dilakukan Abi pada mereka. Karena jika mereka mencoba membantah, maka hal yang lebih buruk akan terjadi pada mereka. Diam dan menerima takdir adalah hal yang paling benar untuk saat ini. Mereka tidak mungkin bisa melawan Abi, kekuasaannya di dunia bisnis sangat besar. Sedangkan mereka hanyalah butiran debu yang sangat mudah di singkirkan oleh Abi. Melawan pun percuma dan hanya bakan memperburuk keadaan saja.

__ADS_1


Setelah puas memberi hukuman pada mereka, Abi kembali ke dalam mobilnya dan menemui Aira yang sedang menunggunya.


"Maaf membuatmu menunggu " ucap Abi mencium pipi dan bibir Aira sekilas. Pak Will yang melihatnya hanya tersenyum karena Tuan Mudanya itu ternyata sangat mencintai istrinya.


"Kal Abi kau dari mana ?" Tanya Aira.


"Tadi aku memarahi mereka supaya mereka tidak nakal lagi padamu," ucap Abi.


"Benarkah kau hanya memarahi mereka ?" Tanya Aira dengan penuh selidik.


"Tentu saja, memangnya mau aku apakan. Masa aku harus menjitaknya itu tidak sopan walaupun aku sangat ingin melakukannya" ucap Abi tertawa.


"Baiklah ayo kita pulang," ucap Aira sambil memeluk pinggang Abi dan menelusupkan kepalanya di dada bidang Abi.


"Ayo pulang, aku juga sudah haus " ucapnya, untung saja Pak Will tidak mengerti dengan haus yang di maksud oleh Abi.


"Kak Abiiiii....."


****


Jangan lupa dukungannya ya sayang-sayangku 😚😚😚💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2