NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )

NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )
Bab 44


__ADS_3

Sepatu Angga masih belum selesai dibersihkan, dan ia kesana kemari hanya menggunakan kaos kaki saja. Semua orang tertawa saat melihat Angga berjalan tanpa sepatu. Namun, pria tampan ini memasang wajah cuek dan tidak perduli. Baginya yang terpenting pekerjaannya selesai.


Sepertinya hari ini Abi juga datang terlambat, dasar memang jika atasan bisa datang sesuka hati dan semaunya. Kapan pun ia datang ke kantor tidak akan mengurangi pendapatannya. Kapan Angga akan seperti itu pikirnya. Tapi Angga tidak usah khawatir karena sahabat sekaligus adik iparnya ini selalu memberikan gaji yang lebih padanya. Katanya sebagai adik ipar yang berbakti ia pun harus membahagiakan keluarga istrinya.


Setelah hari agak siang, Abi baru saja datang. Dan seperti biasa wajahnya selalu penuh dengan senyuman. Mungkin dia habis melakukan ritual aye-aye penambah imun dan iminnya. Sehingga setiap hari ia selalu bersemangat.


Sebelum masuk ke ruangannya, seperti biasa ia selalu menyapa kakak iparnya. Dan Abi langsung terbahak saat melihat Angga tidak menggunakan sepatu.


"Hei, Kakak ipar kemana sepatumu? Kau tidak menggadaikannya kan?" tanya Abi sambil tertawa, tetapi Angga hanya berdecak sebal melihat adik iparnya itu.


"Ada tragedi pagi, sudahlah jangan dibahas. Semua ini gara-gara calon menantu mamah mertua," ucapnya asal. Abi langsung membuka matanya saat mendengar Angga mengatakan menantu dan mertua. Apa itu artinya sahabatnya ini akan melepaskan masa jomblonya.


"Angga, apa kau sudah menemukan calon menantu mamah mu?" tanya Abi girang. Namun, yang ditanya malah mendelik kesal.

__ADS_1


"Kau jangan mengejekku, bagaimana bisa mamahku mempunyai calon menantu jika calon istri saja aku tidak punya," jawab Angga dengan mata masih fokus ke layar komputernya.Namun, sang adik ipar masih penasaran dengan kakak iparnya ini. Abi pun kemudian duduk disamping Angga dan ingin mengajak Angga bercengkrama, setidaknya ia ingin memberikan petuah tentang pernikahan. Abi ingin memberi tahu Angga jika menikah itu enak.


"Angga, kau harus segera mencari calon istri. Kau harus cepat-cepat menikah. Kau tidak boleh menunda-nundanya lagi, kalau kau masih seperti itu. Aku jamin kau pasti akan menyesal." Abi berkata dengan sangat serius pada Angga, hingga Angga pun mulai mendengarkan ucapan Abi dan melihat ke arahnya. Angga terlihat berpikir sebentar dan kemudian Ia pun bertanya kepada Abi.


"Memangnya kenapa jika aku tidak buru-buru menikah, memangnya apa yang terjadi kepadaku hingga aku harus menyesal?" tanya Angga penasaran.


"Astaga, aku jamin kalau kau akan menyesal saat kau memutuskan untuk tidak menikah dan menundanya. Kau akan menyesal karena ternyata menikah itu sangat enak kau mengerti kan maksudku?" mendengar ucapan Abi, ingin sekali Angga menendang kaki Abi dan sangat keras. Namun, sayangnya kali ini ia sedang tidak memakai sepatu maka tendangannya tidak akan terasa menyakitkan. Jadi Angga pun mengurungkan niatnya dan akan membalas dendam suatu saat nanti.


Namun, Abi malah tertawa melihat kekesalan Angga, dan akhirnya ia memutuskan untuk masuk ke ruangannya dan tidak mau perpanjang obrolannya dengan Angga. Karena ia takut jika sahabatnya ini akan tersiksa karena pemberontakan pisang ambon di dalam sarangnya.


"Baiklah, aku kerja dulu. Ucapanku jangan terlalu dipikirkan, nanti kau bisa tersiksa. Percayalah padaku," bisik Abi di akhir kalimat.


"Sial!"

__ADS_1


Angga menggelengkan kepala melihat kepergian Abi, gara-gara adik ipar durjananya itu pikirannya kini menjadi kotor dan berkelana pergi mendaki gunung dan melewati lembah dan samudra seperti yang selalu ninja Hatori lakukan.


Angga pun kemudian beranjak dari duduknya dan memutuskan untuk pergi ke kamar mandi dan menidurkan kembali pisang ambon kesayangannya. Jangan sampai pisangnya itu berbuat nakal dan memperlihatkan bentuknya kepada orang lain.


Namun, baru saja ia mau berdiri, tubuhnya tak sengaja menabrak tubuh calon menantu mamahnya hingga Angga kembali terduduk di kursinya. Namun, sayangnya calon menantu pun ikut terduduk di pangkuannya hingga buah melon milik calon menantu kini berada dekat dengan wajahnya.


Pemandangan ini membuat jantung Angga mendadak berdebar kencang dan terasa seperti sedang salto saking senangnya, karena melihat pemandangan indah terpampang dihadapannya. Ya, meskipun masih tertutup kemeja, Angga mampu menerawang seberapa ukuran buah melon itu. Pasti sangat segar jika di coba.


"Astaga aku jadi mendadak haus," gumamnya.


***


Angga mesum gara-gara adik iparnya 😌🤧

__ADS_1


__ADS_2