NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )

NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )
Bab 30


__ADS_3

Acara kencan hari minggu masih berlanjut dan mereka memutuskan untuk pergi menonton. Acara menonton pun keinginan masih keinginan Aira, pokoknya hari minggu ini spesial untuk Aira.


Abi bersemangat sekali saat Aira mengajaknya pergi menonton karena ia berpikir pasti jika saat menonton adalah saat yang paling romantis, karena mereka akan memilih duduk di tempat paling belakang dan juga mencari kegelapan untuk bermesraan. Semua sudah tersusun dengan indah dalam benak Abi, dan semoga saja semuanya bisa berjalan dengan baik dan lancar.


"Kak Abi kita sekarang akan nonton film horor ya," ajak Aira. Oh tidak Abi pikir Aira akan mengajaknya nonton film romantis, sehingga Abi berpikir jika saat mereka nonton nanti maka adegan romantis mereka akan langsung di praktekan di tempat tersembunyi. Namun ternyata Aira malah mengajaknya nonton film horor yang akan membuatnya tidak bisa tidur nanti malam.


Abi tidak suka melihat film bergenre menyeramkan, ia lebih suka film yang bergenre romantis hingga ia bisa membayangkan dan berkhayal tentang adegan yang indah - Indah. Sangat tidak lucu jika ia menonton film horor karena yang akan ia bayangkan nanti adalah hantu berdaster atau hantu yang berbentuk lemper itu sangat menyeramkan untuk di bayangkan.


Tapi tidak apa-apa, selama Aira bahagia itu bukan masalah untuk Abi. " Kak Abi ayo..." Ajaknya masuk, Abi pun mengangguk dan mengikuti Aira dari belakang. Melihat istrinya tersenyum saja sudah membuatnya sangat bahagia. Apalagi jika membuat istrinya ehheeeemmmmm, sudah pasti Abi akan sangat bahagia. Tapi nanti saja saat pulang dari kencan hari ini, Abi akan menerkam Aira habis-habisan nanti. Bayangan- bayangan indah sudah berseliweran di benak Abi saat ini. Ah h kapan kencan ini akan berakhir pikir Abi.


Kini mereka sudah ada di ruang bioskop , Abi dan Aira sengaja mencari tempat duduk di belakang karena mereka ingin fokus berdua tanpa gangguan.


Abi mulai memperhatikan jam yang melingkar di tangannya, "astaga masih dua jam lagi, film ini selesai" gumam Abi mendesah pelan namun masih terdengar jelas di telinga Aira.


"Kak Abi filmnya baru saja mulai tentu saja masih dua jam lagi" bisik Aira, Abi langsung melihat ke arah Aira. Jarak yang dekat membuat Aira terlihat sangat cantik.


' Ya ampun godaan ini sangat luar biasa, aku ingin sekali membawanya pulang sekarang ' batinnya


"Iya maaf, " ucap Abi dan kemudian menarik pinggang Aira agar Aira bersandar di dada bidangnya. Aira pun tidak menolak karena ia memang sangat suka jika berada dalam dekapan Abi.


*


*


*


Setelah berjuang dengan pandangan yang menyeramkan akhirnya Abi fab Aira memutuskan untuk pulang, namun sebelum itu mereka memutuskan untuk makan malam dulu di luar. Karena perut mereka sudah menagih lagi untuk di isi.


"Kak Abi kita makan di restoran yang waktu dulu kita bersama dengan Kak Angga kesana yukk..." Ajaknya


"Boleh, makanan di sana enak aku suka " jawab Abi, Aira pun menganggukan Kepalanya dengan semangat. Terlebih Abi ia sangat bersemangat karena ia tidak harus memakan lagi keluarga baso itu meskipun keluarganya tidak lengkap hingga menambah kekecewaannya nanti.


' Syukurlah malam ini aku makan nasi, dan tidak makan makana bulat berstatus anak yatim itu ' gumam Abi dalam hati sambil tersenyum.


Aira dan Abi pun kini sudah sampai di restoran yang mereka tuju, tempatnya sangat nyaman dan juga tidak banyak orang di sana membuat Abi merasa sangat nyaman berada di sana.

__ADS_1


Mereka berdua pun duduk sambil menunggu makanan mereka siap, seperti biasa Aira sedang memotret wajahnya dan juga dimana tempat ia berada. Abi hanya geleng-geleng kepala saja melihatnya, " apa ia tidak bosan terus mengambil gambar sedari tadi" gumam Abi


Hingga seseorang membuyarkan lamunan Abi, karena ia tiba-tiba menyapanya. " Hai Abi...." panggil nya, mendengar seseorang memanggil namanya ia pun langsung melihat nya Dan ternyata ada seorang gadis cantik yang sedang berdiri di sampingnya.


"Maaf kamu siapa ?" Tanya Abi.


"Ya ampun kau melupakanku, aku tersinggung " ucapnya dengan nada merajuk pada Abi, hingga membuat Aira sejenak menghentikan aktivitasnya untuk mengambil gambar dan melihat ke arah perempuan yang sedang menyapa Abi.


"Maaf Tapi aku benar-benar tidak tahu siapa kau, " ucap Abi dengan sangat santai.


"Aku Tasya, teman bermain mu waktu kecil masa kau lupa. Kita juga kuliah di tempat yang sama. Astaga kau begitu mudahnya melupakan ku " ucapnya dan duduk di samping Abi tanpa permisi dan juga tidak memperdulikan Aira yang sedang duduk di dekat Abi.


Jadi kini Tasya duduk diantara Abi dan juga Aira, tatapan maut Aira langsung ia tujukan pada Abi. Dan Abi tahu maksudnya, jika itu adalah sinyal jika ia tidak akan mendapatkan jatah Kikuk-kikuk nya.


"Tasya jangan duduk di situ " ucap Abi, Tasya terlihat acuh dan pura-pura tidak mengerti dengan ucapan Abian.


"Memangnya kenapa ?" jawabnya sambil membelakangi Aira dan ingin memandang waja Abi sendirian.


"Kau menghalangi pandangan ku untuk melihat istriku, duduklah di sana " tunjuk Abi pada meja di sampingnya yang masih kosong.


"Ohh...." Jawabnya sambil menyingkir dari tempat duduknya, tapi hanya pindah posisi saja namun masih ingin di dekat Abi. Membuat Aira menjadi jengah melihatnya.


"Kak Abi..." panggil Aira


"Kenapa, ?" Tanya Abi.


"Makannya di bungkus saja ya. Aku ingin cepat-cepat pulang " ajak Aira yang mulai tidak nyaman sejak kedatangan gadis itu karena secara terang-terangan sangat terlihat jika Tasya memang ingin mendekati suaminya Abi, dan itu membuat Aira sangat tidak rela.


"Iya baiklah, " jawab Abi.


"Abi kita sudah lama tidak bertemu kenapa buru-buru sekali" ucap Tasya dengan nada sok manjanya.


"Maaf tapi istriku ingin pulang " jawab Abi.


"Ahh ya ampun kak Abiiiii....!!!"

__ADS_1


"Ada apa ?" Abi terkejut mendengar istrinya memanggilnya dengan kencang.


"Aku ngantuk dan ingin cepat pulang, " rengeknya.


"Baik-baik sayang kita pulang, " ucap Abi. Abi pun dengan segera meminta pelayan untuk membungkus makanannya. Dan saat itulah Tasya memandangnya dengan tatapan tidak suka.


"Kenapa kau melihatku seperti itu, apa kau ingin aku colok matamu itu !" Ketus Aira.


"Coba saja, " Jawabnya tak kalah ketus. Namun dengan sengaja Aira mengambil garpu yang ada di sana karena tadi makanan yang akan di makan oleh mereka sempat di sajikan di sana sebagian.


Melihat Aira yang mengambil garpu, sontak Tasya terkejut dan langsung memilih pergi dari sana.


"Dasar gila !" umpatnya sambil pergi. Tak lama Tasya pergi Abi pun datang dengan bungkusan makanan. Melihat Tasya tidak ada, ada rasa nyaman dan lega di hati Abi.


"Aira ayo pulang, " ajak Abi. Aira pun hanya memandang Abi dengan tatapan yang sulit diartikan namun tatapan itu tanda bahaya bagi Abi karena bisa-bisa jatahnya Kikuk-kikuk tidak ada.


Aira berjalan duluan ke mobil, dan langsung duduk tanpa mengeluarkan suara cemprengnya.


perasaan Abi mulai tidak enak untuk itulah yang memutuskan untuk bertanya saja pada Aira. "Aira...." panggil Abi.


"Kenapa ?" jawab Aira dengan ketus.


"Jatahku aman kan ?" Tanya Abi.


"Jatah apa ?" Tanya nya lagi dengan nada kesal.


"Jatah eheeemm- eheeemm" ucap Abi.


"Hari ini libur dulu" jawabnya membuat Abi menjadi lesu karena kehilangan jatah menyelamnya malam ini.


' Tahu begini aku lebih baik memilih makan di baso anak yatim saja ' batin Abi.


***


Dukunganya dong 😚😚😚

__ADS_1


__ADS_2