NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )

NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )
Bab 37


__ADS_3

Sejak tahu Abian adalah CEO perusahaan dimana tempatnya bekerja, Sandi menjadi agak pendiam. Mungkin dia merasa malu atau mungkin juga dia minder karena ternyata pria yang selalu ia anggap sebagai saingan itu ternyata adalah atasannya sendiri. Mana mungkin ia bisa dibandingkan dengan Abian, meskipun seluruh gajinya di tabung pun kekayaan yang dimilik Abian masih sangat jauh di bawahnya.


Angga masuk ke dalam ruangan Abian dan memberikan laporan yang Abian minta padanya. Angga senang akhirnya Abian mau menjadi dirinya yang sebenarnya, bukan ia tidak suka bekerja berdampingan dengan sahabatnya itu. Hanya saja Angga selalu menyayangkan saja, apalagi jika berhadapan dengan manusia kepiting seperti Sandi. Abian akan selalu menjadi santapan empuk, untung saja Abian orang yang selalu santai jika tidak sudah dipastikan jika kepiting pelit itu akan Abian jadikan kepiting goreng.


"Abi, apa kau lihat perubahan sikap kepiting pelit itu padamu,?" Tanya Angga. Abi yang sedang memeriksa laporan pun langsung melihat ke arah Angga.


"Iya, aku melihatnya dia menjadi pemalu sekarang padahal biasanya kepiting itu selalu cerewet dan selalu mengajakku bercanda," jawab Abian sambil tertawa , jika sahabatnya ini bukan atasannya ingin sekali Angga menjitak kepala Abian. Kenapa sahabatnya ini selalu saja berpikiran dengan santai dan tidak pernah terpancing emosinya.


"Dia bukan mengajakmu bercanda, dia mengejekmu. Astaga jika saja kau obat penenang sudah aku telan dari tadi, !" Jawab Angga emosi.


"Tapi setiap yang diucapkannya sangat lucu, dia selalu bilang jika aku dipecat maka Aira akan di beri makan apa. Padahal Aira kan makan nasi sama seperti yang lainnya kenapa dia masih bertanya bukankah itu sangat lucu, " ucap Abian sambil tertawa, membuat Angga menghela napas kasar.


"Seharusnya aku tidak bicara padamu, otakku terlalu jahat untuk manusia polos sepertimu."


"Oh ya, kau itu jangan terlalu galak pada perempuan. Kau tidak ingin jomblo seumur hidup kan, ?"


"Hei, jaga bicaramu. Bagaimana nasib gagang sapu milikku jika aku bernasib jomblo." Angga protes dengan ucapan sahabatnya ini.


"Jika kau tidak mau gagang sapu milikmu itu bernasib buruk, janganlah galak pada perempuan terutama Tasya. Setiap bertemu kau selalu memarahinya dan berkata ketus, astaga kau sangat jahat, " ucap Abi.


"Dia adalah bibit pelakor, calon pengganggu rumah tangga adikku. Aku tidak bisa berbuat baik pada perempuan jahat." jawab Angga dan meminum kopi milik Abian. Sungguh karyawan yang tidak punya sopan santun kakak ipar Abian ini.


"Benarkah, darimana kau tahu ?"


"Astaga, aku ingin mengunyahmu sekarang juga, dia selalu menggodamu tahu. Masa kau tidak menyadarinya," jawab Angga yang semakin gemas dengan sahabatnya ini.

__ADS_1


"Tapi aku tidak pernah tergoda olehnya, hanya adikmu saja yang terlihat menggoda dimataku, " Abian kemudian tersenyum malu-malu kambing, membuat Anga berdecak sebal melihat makhluk bucin dihadapannya ini.


"Ahh aku jadi merindukannya, " gumam Abi.


"Kak Abiiiii...." tiba-tiba orang yang ia pikirkan ada dihadapannya, hingga Abian sangat bahagia melihat kedatangan istrinya ini.


"Sayang, aku baru saja memikirkanmu " ucap Abi tersenyum dan menyambut kedatangan istrinya dan kemudian mencium pipinya.


"Benarkah, aku jadi malu. Tapi itu tandanya kita sehati Kak Abi ku sayang, " ucap Aira dan kemudian memeluk Abi tanpa memedulikan sang Kakak yang ada disana.


"Dasar kalian memang makhluk bucin," Angga bergidik dan meninggalkan ruangan Abi. Karena tidak mau melihat adegan selanjutnya yang sudah pasti membuat jiwa jomblonya meronta.


Setelah kakak iparnya keluar, Abi menuntun Aira dan membawanya ke sofa, tak lupa ia mengunci pintu ruangannya karena Abi ingin bermesraan dengan Aira. Abi pun terus terus tersenyum senang ke arah Aira.


"Kak Abi kenapa kau tersenyum begitu, ?"


"Aku merindukanmu Kak, jadi aku datang kemari untuk memelukmu, " ucap Aira yang memang ia merasa sangat merindukan suaminya ini. Makanya ia datang kesini.


"Aku juga sangat merindukanmu, " ucap Abi, sepasang pengantin baru ini memang selalu merasa jika dunia ini hanya milik mereka berdua saja. Abi pun kemudian mencium bibir Aira yang memang sudah sangat candu baginya itu. Tak lupa tangannya langsung bermain di tempat kesukaannya dan menarik pakaian yang Aira pakai keatas agar ia bisa bebas menyentuhnya. Dan Aira ia selalu menyukai setiap sentuhan yang di berikan oleh Abi.


Di luar ruangan, Tasya ingin masuk ke dalam ruangan Abi namun dihalangi oleh Angga. Karena Abi sedang bersama dengan Aira.


"Mau kemana kau, ?" Tanya Angga ketus.


"Aku ingin minta tanda tangan Pak Abian, minggir kau " jawab Tasya tak kalah ketus

__ADS_1


"Dia sedang bersama istrinya, jangan mengganggu mereka, "


"Astaga aku hanya ingin minta tanda tangan saja dan itu cuma sebentar, jadi minggirlah. !" Namun Angga tidak bergeming dan masih betah menghalangi Tasya.


"Tidak !!!"


"Dasar, makhluk menyebalkan !"


"Dan kau makhluk gatal, " ejek Angga.


"Dasar kurang aj*r...! Tasya ingin m e m u k u l Angga dengan map yang dibawanya namun Angga menghindar dan tidak mengenainya.


"Coba saja kalau kau bisa, dasar pendek "ejek Angga dan hendak pergi meninggalkan Tasya.


"Kau....!!!


Karena kesal Tasya pun mendorong Angga, namun karena Angga tidak siap akhirnya ia tidak sengaja menarik Tasya hingga mereka berdua terjatuh dengan posisi Tasya berada di atas Angga, hingga tanpa sengaja Angga bisa merasakan sesuatu yang kenyal menempel di dadanya. Karena terkejut dan menyadari apa yang menempel padanya, Angga pun langsung mendorong Tasya hingga terjungkal.


"Aaarrrgghhhh.... Dasar pria menyebalkan !!!"


"Astaga, apa itu tadi, " gumam Angga.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2