
Akhirnya pernikahan Sandi dan Nilam pun digelar, sebuah pesta pernikahan yang cukup mewah di desa itu digelar. Tadinya, Sandi ingin melaksanakan pesta pernikahan yang sederhana saja. Karena sayang sekali jika uang yang ia kumpulkan selama ini harus habis dalam waktu satu hari saja. Namun, sebagai juragan tanah yang mapan, ia malu jika hanya menggelar pesta pernikahan yang biasa-biasa saja. Mau ditaruh dimana wajahnya yang tidak terlalu tampan itu. Akhirnya Sandi pun memutuskan untuk mengadakan pesta pernikahan yang cukup mewah untuk ukuran orang desa. Dengan waktu yang tak banyak pernikahan itu bisa dilaksanakan dengan lancar tanpa hambatan apapun. Bagaimana bisa pesta mewah di desa bisa diadakan dengan waktu yang sangat singkat? Tentu saja bisa, Sandi si juragan tanah yang mempunyai banyak uang bisa melakukannya. Hanya dengan kedipan mata, semuanya bisa terlaksana. Kepiting ini sungguh luar biasa saat ini.
Setelah pesta pernikahan yang mewah itu selesai, Sandi dan Nilam kini sedang beristirahat di kamar karena lelah seharian menjabat tangan orang satu desa. Sandi pun merebahkan tubuhnya di sandaran ranjang, sedangkan Nilam sedang melepaskan riasan dan juga asesorisnya yang ia gunakan saat pernikahan tadi.
"A Sandi mau mandi dulu?" tanya Nilam.
"Nanti saja aku mengantuk," jawab Sandi sambil memejamkan matanya.
__ADS_1
"Ya udah, kalau gitu Nilam mandi duluan ya,"
"Iya, kau mandi duluan saja," jawab Sandi dengan degup jantung yang tak beraturan, terasa seperti ada yang sedang menabuh gendang di sana. Bagaimana tidak, pikiran kepiting goreng ini mendadak bertraveling karena mendengar Nilam mandi. Pasti tubuh Nilam itu sangat seksi dan woaahhh pabrik susu murninya pasti sangat menggoda. Kepiting goreng mendadak haus ingin minum susu. Akan tetapi, ia malu harus memulainya dari mana. Ia kan tidak akrab dengan Nilam, kalau ia tiba-tiba minum susu pasti Nilam akan terkejut. Ahhh, ia jadi frustasi dibuatnya. Bagaimana ia memulai duluan untuk ritual aye-aye malam ini. Sudahlah, biar saja pendekatan dulu nanti baru ia mengajak Nilam main kuda-kudaan.
Hingga akhirnya malam ini hanya dilewati dengan tidur saja, tanpa ada acara minum susu atau pun cilukba si burung gagak. Nilam pun mengerti dan merasa jika Sandi mungkin saja sedang lelah, hingga ia langsung tertidur. Dengan tubuh yang juga sangat lelah, Nilam pun tidur di samping Sandi.
Setelah berpamitan pada kedua orang tua Nilam dan juga Sandi, mereka berdua berpamitan untuk pulang ke kota. Dimana sebuah kehidupan baru sedang menanti mereka berdua di sana. Kehidupan yang entah seperti apa yang akan mereka jalani, dimana keduanya masih sangat canggung menjadi pasangan suami istri.
__ADS_1
"A Sandi, di kota A Sandi kerja apa?" tanya Nilam sambil sesekali melihat ke arah Sandi yang sedang menyetir.
"Aku kerja di sebuah perusahaan besar namanya Atmaja Group, keren kan?" ucapnya dengan bangga. Namun, sedetik kemudian ia merutuki mulutnya yang seperti baskom. Kenapa ia bangga pada perusahaan milik mantan rivalnya itu. Seharusnya ia mengucapkannya dengan sangat kesal.
Sepertinya kepiting goreng ini lupa, jika ia menjadi juragan tanah berkat hasil ia bekerja di perusahaan milik Abian Atmaja.
***
__ADS_1
Like dan komentarnya sumbangin dong 😚😚😚