
Setelah berdebat tentang masalah nama, akhirnya bayi tampan itu diberi nama Arion yang artinya bersinar dan memikat hati. Dengan harapan jika suatu saat ia akan menjadi orang yang bersinar dan juga mampu memikat hati banyak orang agar mencintai dan juga menyayanginya.
Dua bulan kemudian
Akhirnya, bayi tampan itu terlihat semakin aktif dan ceria. Wajahnya juga terlihat sangat lucu dan menggemaskan. Membuat semua orang sangat gemas saat melihatnya. Aira tidak memberikan asi karena asinya tidak keluar dan itu membuat Aira sangat sedih. Namun Abi selalu menghiburnya agar tidak bersedih.
"Sudahlah sayang sayang jangan bersedih jika asi mu tidak keluar," ucap Abi menghibur Aira.
"Aku merasa tidak sempurna menjadi ibu, Kak." Aira mengusap air matanya yang menetes di pipi mulusnya.
"Hei siapa bilang, kau itu ibu sempurna. Kau hamil dan juga melahirkan, perkara kau tidak bisa menyusui bukankah masih ada aku. Kau tidak perlu khawatir karena aku sangat suka minum susu." Abi mencoba menghibur Istrinya agar tidak bersedih lagi.
"Dasar menyebalkan," kesal Aira dan mencubit roti sobek Abi. Namun, tak terasa sakit sedikit pun bagi Abi.
"Sudah jangan bersedih lagi, lihatlah Arion. Ya ampun dia sangat tampan seperti aku," ucap Abi.
"Tentu saja mirip denganmu, Kak. Mana mungkin mirip dengan tetangga," jawab Aira. Abi pun tertawa dan memeluk Aira.
Sungguh Abi merasa sangat bahagia dengan pernikahan ini apalagi kelahiran Arion membuat seluruh kebahagiaannya semakin lengkap. Ia tidak pernah menyangka jika adik sahabatnya ini akan menjadi istrinya dan juga menjadi satu-satunya wanita yang sangat ia cintai. Pernikahan paksa yang dulu Aira lakukan terhadapnya malah membuatnya berada di dalam sebuah kebahagiaan yang tak pernah Abi dapatkan selama ini.
*
*
*
__ADS_1
Sedangkan di rumahnya Tasya terlihat gelisah, ia merasa perutnya terasa kembung dan jangan juga keras. Tasya tidak merasa sakit ataupun mulas, ia hanya merasa tidak nyaman saja di perutnya. Jadi ia belum mengatakan apapun pada suami dan juga mertuanya.
Namun, Tasya yang sedari tadi mondar-mandir membuat Andini curiga. "Tasya, apa perutmu sakit?" tanya Andini yang sedang menonton acara gosip di televisinya.
"Tidak, Bu. Hanya terasa kencang saja dan seperti kembung. Mungkin aku masuk angin, jawab Tasya. Tidak puas dengan jawaban menantunya, Andini pun mendekati Tasya dan memegang perutnya.
"Ya ampun perutmu keras sekali," ucap Andini.
"Benarkan, apa mungkin aku masuk angin?" tanya Tasya.
Andini tidak menjawab malah terus mengusap-usap perut menantunya itu. Ada rasa nyaman saat Andini mengusap perutnya yang terasa kembung itu.
"Tapi perutmu terasa hangat, sepertinya bayimu ingin segera bertemu dengan kita," ucap Andini tersenyum.
"Iya sepertinya begitu, jalan-jalan saja dulu perlahan. Kalau nanti terasa sakit atau mulas katakan pada ibu. Dan telpon dulu suamimu. Ibu mau persiapkan keperluannya,"
"Sudah aku siapkan kok, Bu."
"Ya sudah kalau begitu, telepon Angga dulu. Ibu mau mandi, setelah ini kita periksa." ucap Andini berusaha tenang padahal hatinya kini sedang gelisah, akan melihat menantunya melahirkan.
"Iya, Bu." Tasya pun kemudian menelepon Angga agar pulang dan memintanya untuk mengantar Tasya ke rumah sakit sembari memastikan semuanya. Angga pun setuju dan langsung pulang setelah memberitahu adik iparnya. Dan Abi pun langsung mengijinkan Angga pulang. Ia tahu bagaimana paniknya saat mengetahui istrinya akan melahirkan.
Tak berselang lama, Angga pun sampai di rumah dan berlari masuk saking paniknya.
"Tasya!" panggil Angga.
__ADS_1
"Aku disini," jawab Tasya yang sedang duduk di ruang tamu.
"Kau akan melahirkan?" tanya Angga.
"Aku tidak tahu, tapi perutku terasa tidak nyaman," jawab Tasya.
"Kau sudah datang, Angga. Ayo cepat kita pergi ke rumah sakit." ajak Andini, Angga pun menganggukan kepalanya.
Dan kini mereka bertiga pun pergi ke rumah sakit.
Di perjalanan Tasya terlihat sedikit meringis sambil mengusap-usap perutnya, ia terlihat seperti sedang menahan sesuatu. Namun, ia tidak mengatakannya kepada Angga maupun kepada Andini, Iya tidak bikin suami dan mertuanya ini khawatir melihatnya. Jadi ia memutuskan untuk diam saja, karena rasa sakit yang dialami saat ini masih bisa ia tahan.
Tak menunggu waktu lama, akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit. Tasya pun langsung dibawa ke ruangan untuk diperiksa, dokter dengan segera memeriksa jalan lahir Tasya dan ia pun langsung melihat heran saat melihat Tasya yang sangat tenang.
"Nona, anda sudah pembukaan lima tapi anda tidak merasakan apa-apa?" tanya dokter.
"Apa!!!"
Semua orang terkejut mendengar jika Tasya ternyata sudah memasuki pembukaan 5. Namun, anehnya ia masih terlihat biasa-biasa saja dan hanya terlihat sedikit meringis membuat dokter pun merasa heran.
***
Mau end sekarang ternyata bab nya ga cukup, next part aja ya endingnya 😅😅😅.
Jika ditanya kok bisa, udah pembukaan 5 gak terlalu terasa sakit. Jawabannya tentu aja bisa karena itu pengalaman aku pribadi 😌
__ADS_1