NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )

NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )
Bab 45


__ADS_3

"Astaga aku jadi mendadak haus," gumamnya. Karena terkejut Tasya pun langsung terbangun dan membetulkan pakaiannya. Ia jadi merasa canggung pada Angga, dan memalingkan wajahnya karena malu sudah duduk di atas pangkuannya Angga. Untung saja duduknya Tasya tidak mengenai itu 😌, kalian pasti ngerti maksud Mimin kan 🤧.


Untuk pertama kalinya, Angga juga merasakan jantungnya berdegup dengan kencang gara-gara melihat pabrik susu dari dekat seperti itu. Astaga, bahkan kini gagang sapu miliknya mulai bergerak. Semoga saja dia tidak berulah dan tidak nakal dengan memberontak sarangnya.


"M-maaf," ucap Tasya gugup.


"Tidak masalah, lain kali hati-hati. Karena jika nanti itu terjadi jadi lagi, aku takut akan terjadi sesuatu. Kau tahu perbuatanmu barusan tidak baik untuk kesehatan jantungku." ucap Angga.


"T-terjadi sesuatu? Maksudmu terjadi apa?" tanya Tasya penasaran.


"Sudahlah kau tidak akan paham, diceritakan pun percuma." jawab Angga cuek. Tidak mungkin kan Angga membicarakan masalah gagang sapunya yang bangun pada Tasya, jika melihat pabriknya dari dekat. Apalagi jika sampai dibuka, Ooh astaga pikiran Angga menjadi semakin kotor saja, ia jadi membayangkan meminum minuman yang sehat itu.


"Bagaimana aku paham kalau kau tidak bercerita dasar aneh," ketus Tasya.


"Bukan aku yang aneh tapi kau yang tidak pintar, sudahlah sana aku mau mengambil dulu sepatuku. Jadi jangan dekat-dekat denganku, aku takut sepatuku kotor lagi jika kau berada di dekatku," ucap Angga, sambil berlalu meninggalkan Tasya dengan wajah kesalnya.


"Apa! Memangnya siapa yang mau mengotori sepatu jelekmu itu. Dasar pria menyebalkan," balas Tasya.


*


*


*


Tak terasa kini waktu sudah menginjak sore hari, sudah waktunya para pekerja akan pulang. Begitu juga dengan Abi dan juga Angga. Mereka berdua mulai membereskan barang-barangnya dan kemudian pergi pulang.


"Angga!" panggil Abi.


"Bersikaplah yang sopan, aku ini kakak iparmu tahu!" jawab Angga tanpa melihat ke arah Abian. Karena ia sedang membereskan barang-barangnya.


"Menggelikan, jadi aku harus memanggilmu Kakak, begitu? Astaga mulutku bisa gatal-gatal nanti." ucap Abi.


Pukk....


Angga memukul kepala Abi dengan map, untung saja disana sudah tidak ada siapa-siapa karena karyawan yang lain sudah pulang.

__ADS_1


Sepertinya Angga adalah satu-satunya karyawan yang mempunyai keberanian yang banyak karena sudah berani memukul kepala sang pemilik perusahaan.


"Dasar Kakak ipar durjana, aku akan melaporkannya pada Aira nanti." ucap Abi sambil mengelus kepalanya.


"Kau bilang jika memanggilku Kakak, maka mulutmu akan menjadi gatal-gatal begitu. Apa kau ingin dipecat menjadi adik iparku, aku ini bukan semut rang-rang kenapa mulutmu yang menyebalkan itu harus gatal-gatal," ucap Angga dengan kesal.


"Woooww, kenapa kau jadi pemarah seperti itu. Apa kau sedang datang bulan?" pertanyaan tak berakhlak keluar begitu saja dari mulut durhaka adik ipar.


"Astaga, apa kau ingin aku telan Abian! aku ini pria sejati mana mungkin aku datang bulan! Sebaiknya kau diam, sebelum aku benar-benar akan mengunyahmu," ucap Angga sambil berlalu meninggalkan Abian sendirian.


"Astaga, apa karena Angga terlalu lama menjomblo otaknya menjadi rusak. Aku harus membicarakan ini dengan Aira," gumam Abian.


*


*


*


"Apa! Maksudnya Kak Abi, kalau Kak Angga menjadi pemarah dan emosional sekarang?" tanya Aira kaget mendengar penuturan suaminya yang menyatakan jika Angga bersikap aneh tadi saat di kantor. Baru saja ia akan memejamkan matanya akan tetapi tidak jadi karena ia mendengar laporan yang aneh tentang kakak kesayangannya.


"Oh ya ampun kasihan sekali suamiku yang tampan ini," ucap Aira sambil mengelus kening Abi yang tidak kenapa-kenapa itu.


"Iya sayang, ini sangat sakit," ucap Abi sambil memeluk Aira dan bersandar di tubuh mungil itu. Tak lupa tangannya mulai menyentuh benda squishi kesukaannya.


"Kak Abi," rengek Aira karena sentuhan suaminya membuatnya kini merasa ingin di perlakukan lebih oleh suaminya saat ini.


"Kenapa sayang?" tanya Abi yang kini malah membuka kancing piyama Aira satu persatu dan mulai memperlihatkan benda yang sangat indah itu.


"Jangan sambil begini bicaranya," ucap Aira.


"Lalu harus seperti apa?" tanya Abi yang tangannya kini mulai membuka pembungkus dan menyentuhnya dengan tangan. Namun, Aira tidak menjawab lagi saat mulut dan tangan Abi bermain dengan lembut disana . Aira hanya mampu memejamkan matanya dan mengeluarkan suara yang membuat Abi semakin bersemangat melakukan apa yang sedang ia lakukan sekarang.


Tak cukup sampai disitu, Abi pun mulai merebahkan tubuh Aira dan melepaskan semua yang ia gunakan saat ini. Begitu pun dengan Abi yang juga melepaskan pakaiannya dan memperlihatkan tubuhnya yang atletis dan berotot.


Tubuh suaminya ini memang sangat menyenangkan untuk dipandang dan juga disentuh. Bagian-bagian tubuhnya yang keras kini beradu dengan tubuhnya yang sangat lembut di tubuh Abi.

__ADS_1


Kedua orang itu sama-sama saling menikmati apa yang ada dalam diri pasangannya. Dan kini mereka berdua mulai melakukan ritual sebelum tidurnya. Yaitu ritual aye-aye ritual kesukaan setiap pasangan halal.


*


*


*


Di rumahnya Angga sama sekali tidak bisa memejamkan matanya berharap ia bisa tidur cepat malam ini, agar besok ia bisa bangun tepat waktu dengan keadaan segar. Namun, bayangan Tasya yang duduk di atas pangkuannya membuat Angga terus berfantasi dan membayangkan isi yang ada di balik kemeja yang digunakan oleh Tasya. Sebuah benda keramat yang sangat indah, yang pasti sangat nyaman untuk disentuh dan dicicipi.


Ingin sekali Angga merasakannya, tetapi itu tidak mungkin karena ia hanya seorang jomblo yang tidak mempunyai kekasih. "Seharusnya dari dulu aku mencari pacar, agar hidupku tidak terlalu sengsara seperti ini,"


"Pasti rasanya sangat nyaman untuk disentuh, aku jadi mau" gumamnya. Dalam sehari pikiran Angga menjadi tidak karuan, gara-gara ia membayangkan memakan buah mangga.


"Ahhh... aku jadi ingin menikah, tapi bagaimana aku bisa menikah, calon istri saja aku tidak punya. Astaga sepertinya aku memang jomblo mengenaskan," gumamnya lagi.


"Hacihhh..."


"Hacihhh..."


"Hacihhh.. "


Tiba-tiba saja hidung Tasya terasa sangat gatal, "kenapa aku tiba-tiba bersin, aku kan tidak flu," gumamnya sambil terus menggosok hidungnya yang terasa gatal.


*


*


*


Gimana kalau Angga Mimin nikahin sama Tasya, kalian setuju nggak 😁 kasihan Angga biar gak terus berkhayal yang enggak-enggak 😅😅


****


Like komen serta gift dan Vote nya sumbangin ya, biar Mimin semangat buat up 🤗💃

__ADS_1


__ADS_2