NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )

NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )
Bab 82


__ADS_3

Siang ini Nilam pergi berbelanja untuk makan malam nanti, untunglah kepiting pelit itu rupanya tidak pelit padanya. Nafkah yang ia berikan masih dibilang normal untuknya, karena untuk Nilam yang biasa hidup di desa nafkah yang diberikan oleh Sandi sangatlah cukup untuknya.


Tak jauh dari kontrakan Sandi ada sebuah pasar tradisional yang cukup lengkap, pasarnya buka dari pagi hari sampai sore hari. Itu sangat memudahkan Nilam untuk berbelanja. Ia sangat senang, lokasi kontrakan Sandi sangat strategis. Dekat dengan jalan raya dan juga dengan tempat belanja. Mudah-mudahan saja, jika nanti mereka membeli rumah tempatnya bisa senyaman ini.


Sesampainya di pasar, Nilam mulai berbelanja barang-barang yang ia butuhkan. Ia juga membeli bumbu - bumbu yang tak ada di kontrakan, ia juga membeli stok makanan untuk ia simpan di kulkas agar ia tidak belanja ke pasar setiap hari. Dan tak lupa, bahan utama yang ia butuhkan yaitu kepiting yang akan ia masak balado. Pasti Sandi sangat suka, karena Nilam juga sangat suka bos dari Spongebob dan gurita galau Squidward. Rasanya sangat enak, gurih dan manis. Apalagi di masak pedas pasti rasanya sangat nikmat.


Setelah selesai berbelanja, Nilam pun lekas pulang untuk memasak. Ia takut Sandi keburu pulang dan masakannya belum matang. Untuk itu ia bergegas setelah mendapatkan apa yang ia butuhkan.


*


*

__ADS_1


*


Di kantor


Melihat Sandi yang sangat serius bekerja, membuat jiwa kepo Angga meronta-ronta. Ada apa dengan kepiting goreng ini, ada yang aneh dan juga berbeda dari dirinya. Biasanya, ia terlihat seperti orang yang sudah malas hidup dan tidak ada rona kebahagiaan. Tapi setelah ia menghabiskan cutinya yang cukup lama. Ia datang dengan berbagai kebahagiaan. Sangat aneh, Angga curiga jika Kepiting pelit berhasil merebut kepiting betina milik orang lain. Seperti yang biasa ia lakukan, senang sekali menggoda milik orang lain. Namun, siapa yang sudah menjadi mangsa dari Sandi. Pasti dia orang yang tidak tahu apa-apa. Kasihan sekali yang menjadi korban Sandi pikir Angga.


Merasa terus di perhatikan oleh Angga, Sandi pun merasa jengah dan mulut gatalnya sudah tidak bisa ia tahan lagi.


"M-mau apa kau?" tanya Sandi yang mulai gugup.


"Aku mau memastikan jika kau benar-benar kepiting goreng yang aku kenal," ucap Angga. Si kepiting mulai kesal dengan ucapan Angga.

__ADS_1


"Astaga, ada apa denganmu! Apa otakmu rusak? Dan apa sekarang kau menyesal karena aku tidak menjadi adik iparmu?"


"Apa!"


"Iya kan ayo mengaku saja, aku tahu sekarang kau pasti menyesal karena aku tidak menjadi adik iparmu. Sudah kudugong, kalau hari ini akan terjadi," ucap Sandi menyebalkan. Hingga lengan kekar Angga tak tahan ingin membungkam mulut asin Sandi yang selalu terdengar menyebalkan jika bicara. Namun, Angga masih berpikir normal hingga ia hanya menggerakkan satu jarinya saja pada kening Sandi. Namun, karena Sandi yang tidak siap, akhirnya Kepiting itu jatuh terjungkal.


"E- ee... eehhhh!" Sandi pun akhirnya terjatuh juga.


"Sekali lagi kau bicara, aku akan membuangmu ke kutub Utara untuk jadi makanan penguin! Semoga saja penguin di sana tidak mual-mual setelah memakan kepiting goreng sepertimu!" Setelah mengucapkan itu Angga pun kembali duduk di meja kerjanya. Para staf yang lain hanya menahan tawanya melihat kedua orang yang tak pernah akur itu.


"Awas kau, macam-macam dengan juragan tanah," gumam Sandi.

__ADS_1


__ADS_2