
Aira tersentak kaget menyadari siapa Abian sebenarnya, ternyata Abian adalah seorang pria tampan dan juga sangat kaya raya. Lalu kenapa ia sangat suka tinggal di rumahnya yang kecil dan juga sempit. Yang bahkan mungkin kamar mandinya di rumah ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan ruang tamu di rumahnya.
Astaga, ternyata ia menikahi seorang Sultan eh tidak tapi Aira menikahi Abian yang sangat kaya raya bukan Sultan. Aira masih saja tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Bahkan jika mengingat bagaimana ia memaksa Abian menikah dengannya ia sungguh merasa sangat malu. Untung saja Abian tidak menuntutnya dan menuntutnya waktu itu. Padahal mungkin Abi bisa saja menikah dengan wanita yang jauh lebih cantik dan juga lebih baik darinya. Sungguh konyol apa yang Aira lakukan waktu itu.
"Aira, lihatlah apa aku terlihat tampan ?" Tanya Abi pada Aira, karena kini mereka sedang berada di ruang ganti pakaian Abi yang sangat luas dan juga besar. Di sana ada puluhan bahkan ratusan pakaian Abi yang tersusun rapi begitu juga dengan sepatu dan juga jam tangan lengkap dengan aksesoris lainnya, sungguh luar biasa.
Abi mempunyai rumah sebesar ini tapi ia tinggal di rumah yang sederhana dengannya. Apa itu menunjukan jika Abi memberikan rumah yang pantas dengan standarnya pikir Aira. Dan itu membuat Aira sangat sedih.
Abi melihat perubahan mimik wajah Aira yang sedih dan kemudian mendekatinya dan bertanya.
"Aira kau kenapa ?" Tanya Abi mengangkat wajah Aira yang menunduk terus bahkan kini genangan air mata sudah nampak jelas di sana. Satu kedipan saja akan membuat cairan hangat itu meleleh di pipi mulusnya. Abi kaget melihat Aira menangis, kenapa dia menangis pikir Abi.
"Aku, " kini Aira malah terisak Abi jadi berpikir apa ia punya salah pada Aira hingga Aira menangis seperti itu. Apakah keputusannya meminta Aira untuk berhenti kuliah sudah menyakiti hatinya. Jika begitu maka Abi tidak akan meminta Aira untuk berhenti kuliah, dan akan memindahkan kuliah Aira saja.
"Aira, "
__ADS_1
"Kak Abi, apa kau membenciku ?" Tanya Aira di sela-sela tangisnya.
"Tidak, kenapa ? Kenapa aku membencimu, justru aku sangat mencintaimu " ucap Abi.
"Lalu, lalu kenapa kau tidak memberitahu ku siapa kau sebenarnya. Dan kau juga mengajakku tinggal di rumah yang sederhana apa karena kau malu mempunyai istri sepertiku ?" Tanya Aira dengan sangat sedih. Sungguh hatinya sany terluka saat ini. Karena berbagai pikiran buruk sedang menerpanya saat ini.
"Hei sayang kenapa kau berpikir begitu, ?" Tanya Abi, kemudian Abi pun menuntun Aira untuk duduk di sofa dan menjelaskan kenapa ia tidak memberitahu siapa dia yang sebenarnya.
"Katakan padaku, kenapa kau berpikiran seperti itu sayang . Sungguh aku sangat mencintaimu. Dan jika kau pikir aku tidak memberitahumu tentang siapa aku sebenarnya itu karena aku, aku merasa jika apa yang aku miliki ini adalah hal biasa dan tidak istimewa. Memangnya kenapa dengan rumah ini, di sini aku sangat kesepian dan para pelayan terkadang sangat kaku dan tidak bisa diajak bercanda. Kau lihat itu Pak Will, dia bahkan seperti patung hidup, astaga" jelas Abi.
"Kalau kau ingin tinggal disini, kita akan pindah kesini aku akan sangat senang karena aku tidak perlu bolak-balik kesini " ucap Abi.
Tangisan Aira semakin kencang saja, ia sangat heran kenapa ia memiliki suami yang aneh seperti Abi.
"Kak Abi, kenapa kau ini sangat aneh. Bahkan kebodohan dan kepolosan mu itu bedanya sangat tipis" ucap Aira.
__ADS_1
"Benarkah, ?" Tanya Aira
"Iya, kau adalah manusia yang sangat aneh, tapi kau juga sangat tampan dan juga aku sangat mencintaimu"
"Terima kasih sayang,"
"Jangan tinggalkan aku ya," ucap Aira.
"Tidak akan,"
"Sudah sana ganti pakaianmu"
"Tapi aku ingin buka baju,"
"Aihhh,...."
__ADS_1
'Astaga apa mereka lupa jika di sini ada Pak tua yang sedang menyaksikan mereka berdua' batin Pak Will.