NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )

NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )
Bab 54


__ADS_3

Merasakan bibir manis milik istrinya membuat Angga lupa segalanya, begitu pun dengan Tasya. Ia pun lupa jika mertuanya memintanya untuk memberitahu Angga untuk turun dan sarapan bersama.


Angga terus menggiring Tasya ke tempat tidur tanpa melepaskan ciumannya. Tasya pun hanya pasrah, otaknya meminta untuk memberontak tapi tubuhnya berkata lain. Ia sangat menikmati ciuman dari Angga.


Tangan Angga pun mulai berbuat nakal, rupanya tangan itu sudah tidak sabar ingin bermain di tempat yang akan menjadi sumber kebahagiaan dan juga mood boosternya. Awalnya hanya menyentuh dari luar, tapi Angga tidak puas hingga tangan nakal itu pun mulai menelusup kedalam pakaian Tasya.


Ingin menghindar, tapi Angga menahannya dengan kuat. Dan dengan tidak sabar Angga menarik pakaian yang Tasya pakai. Karena saat ini Tasya hanya memakai dress mini yang membuatnya terlihat sangat cantik.


Kini terpampanglah, segitiga pengaman dan kacamata pelindung milik Tasya. Angga pun terbelalak saat melihat pemandangan yang tidak biasa itu. Pemandangan yang sangat indah kini terpampang dihadapannya.


"Amazing," gumam Angga, Tasya yang malu pun langsung menutup dengan kedua tangannya dan juga tangannya. Tangannya pun menarik selimut yang ada. Namun selimut itu malah disingkirkan oleh Angga.


"Kemarikan, aku malu!"


"Oh tidak bisa, Shincanku terimalah seranganku," ucap Angga dan langsung mengungkungnya. Dan dengan sengaja menarik kacamata pelindung milik Tasya, hingga kini squishi yang cantik dan lucu itu terpampang jelas dihadapannya.


"Hei!" pekik Tasya, ia tidak bisa berbuat apa-apa karena kedua tangannya dipegang oleh Angga


Tanpa basa-basi Angga langsung menyentuh dengan bibirnya dan bermain disana. Rasanya sungguh luar biasa, keduanya bagai tersengat listrik. Baru kali ini kedua orang itu merasakan sesuatu yang sangat luar biasa dalam hidupnya.


Angga pun mulai melepaskan tangannya dan memainkan squishi yang satunya. Hingga Tasya menggigit bibirnya, lama Angga bermain disana. Seolah ia tidak bosan, hingga ia terus dan terus bermain disana.

__ADS_1


"Angga ... " napas Tasya mulai tak beraturan karena Angga semakin terus memainkannya, hinga tubuh Tasya terasa sangat panas.


Kini sudah tak ada lagi penghalang antara mereka berdua, bahkan sehelai benang pun tak tersisa. Setelah puas bermain di pabrik susu, kini Angga mulai bermain di pabrik pencetak anak.


Tasya tidak pernah menyangka, jika Angga yang terkenal cuek ini ternyata sangat menjadi-jadi jika di atas ranjang. Hingga ia dibuat gelagapan dan tak bisa berbuat apa-apa selain pasrah dengan apa yang Angga lakukan padanya.


Tiba saatnya melepaskan gagang sapu premium miliknya, kini gagang sapunya sudah siap menembak pintu pabrik yang masih tersegel itu.


Tasya merasa malu saat melihat penampakan ular anaconda milik Angga, dan ia pun memalingkan wajahnya. Angga tersenyum saat melihat wajah Tasya yang memerah karena malu.


"Kenapa wajahmu merah, kau pasti kagum melihatnya kan. Dia sangat gagah dan juga keren. Itu karena aku selalu merawatnya setiap hari.


"Astaga, menggelikan. Apa kau selalu memegangnya?' pertanyaan bodoh itu keluar begitu saja dari bibir Tasya. Hingga Angga tergelak mendengarnya.


"Tidak!"


"Baiklah, kalau begitu cukup diam dan rasakan," bisik Angga, dan ia pun mulai memasukan gagang sapunya untuk membuka pabrik pencetak bayi milik Tasya.


"Aaaaarkhhhh ... Angga pelan-pelan, ini sangat sakit,"


"Ini sangat susah, jadi aku harus bekerja keras,"

__ADS_1


"Kerja keras kepalamu, ini sangat sakiiiitttt," rintih Tasya, hingga air mata terlihat menetes di pipinya.


"Baiklah, tahan sedikit sepertinya aku harus mendobraknya." Angga pun mulai menerobosnya walaupun agak memaksa. Namun, pada akhirnya ia berhasil.


"Aaaaarkhhhh .... eemmmptt ..." Angga membungkam bibir Tasya agar teriakannya tidak terdengar oleh ibunya. Bisa bahaya jika ibunya tiba-tiba mengetuk pintu.


Pagi ini mereka lewati sebagai pagi pertama mereka melepas statusnya sebagai mantan perjaka dan mantan perawan.


Akhirnya gagang sapunya bisa muntah-muntah pada tempatnya.


*


*


*


"Mana Angga dan Tasya?" tanya Arman pada Andini yang sedang menyiapkan makanan di atas meja makan.


"Sepertinya sedang melakukan pertarungan ronde kedua," jawab Andini, padahal sebenarnya mereka baru saja melakukannya pagi ini.


"Ahhhh dasar bocah itu, sekarang sudah tahu menikah itu rasanya enak, malah jadi ketagihan, kan." Arman menertawakan anaknya.

__ADS_1


***


Like dan komentarnya jangan lupa ya 😘😘😘


__ADS_2