NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )

NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )
Bab 34


__ADS_3

Setelah adu mulut dengan Sultan Abi langsung membawa Aira pergi dari ke kampusnya, Aira menurut saja meskipun sebenarnya kelasnya sebentar lagi di mulai karena ia tidak mau Abi salah paham padanya dan mengira jika ia ada rasa pada Sultan. Aira tidak mau itu sampai terjadi karena Aira takut kehilangan suaminya yang sangat tampan dan juga baik hati ini.


Selama perjalanan dari kampus menuju mobilnya banyak sekali gadis yang menatap Abi dengan sangat kagum dan itu membuat Aira cemburu. Ia tidak suka jika suaminya ditatap dengan pandangan lapar oleh gadis lainnya. Aira langsung menggandeng tangan Abi dengan erat karena ingin menunjukan pada mereka jika Abi adalah miliknya.


Abi tersenyum melihat istrinya cemburu semakin Abi ingin membawanya pulang saja, dan main ehem-ehem di sana pasti sangat asik. Otak Abi sedang bertraveling membayangkan adegan semalam yang sangat indah, yang ingin ia ulangi lagi sekarang. Sayangnya ia ada rapat penting hari ini jadi Abi hanya akan membawa Aira saja sekarang dan mengamankannya dari godaan Sultan si anak Sultan.


"Kak Abi kita mau kemana?" Tanya Aira, kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil.


"Ke tempat aman dan tidak ada yang mengganggumu" jawab Abi sambil mencium pipi Aira.


"Oh ya mulai sekarang kau tidak usah kuliah lagi " ucap Abi lalu kemudian menjalankan mobilnya. Sontak saja ucapan Abi membuat Aira sangat terkejut. Bagaimana bisa Abi mempunyai pikiran untuk menghentikan kuliah Aira. Apa karena sikap Sultan tadi, Abi sudah tidak mau membiayai lagi kuliahnya. Kalau itu benar Aira akan membuat perhitungan dengan Sultan.


"Tapi kenapa Kak, ?" Tanya Aira.


"Aku tidak suka pria itu mendekatimu " ucap Abi dan melihat Aira dengan dalam.

__ADS_1


"Tapi....."


"Meskipun kau tidak kuliah kau tidak akan kekurangan apa pun aku akan memberikan apapun yang kau mau, jika kau suka baso anak yatim pun akan aku berikan sekaligus dengan tempat dan penjualnya, karena aku juga akan memberikan peringatan kepada penjualnya agar tidak menipu jika berdagang. Mengatakan paket lengkap tapi tetap saja tidak lengkap astaga, " ucap Abi geleng-geleng kepala.


Aira ingin sekali menjedukan kepalanya jika sudah mendengar Abi mengatakan baso anak yatim, beginilah jika jajan orang yang tidak mengerti apa-apa tentang dunia jajanan. Tapi untuk saat ini lebih Aira diam saja, takut jika Abi marah dan meninggalkannya. Ternyata Aira sudah sebucin itu pada Abi, jika saja Abi tahu ia pasti akan merasa terharu. Aiihh sudahlah kembali pada Abi.


"Terus kita akan kemana, kita tidak akan ke kamar kan?" pertanyaan Aira malah membuat gagang sapu Abi bergerak, ya ampun.


"Tidak, " jawab Abi sambil menahan sesuatu yang sedang mulai memberontak di bawah sana.


"Aku akan meeting, dan aku akan ganti pakaian dulu" ucap Abi, karena sekarang ia memang akan ada meeting penting dan ia akan datang sebagai Abian sang CEO bukan Abi seorang karyawan. Jadi Abi akan membawa Aira ke tempat dimana Pak Will sudah menyiapkan semuanya. Namun ingin kali ini Abi ingin di persiapkan oleh istrinya.


Tak lama setelah itu sampailah Abi di tempat dimana Pak Will selalu mempersiapkan semuanya. Pak Will pun sudah berada disana menunggu kedatangan Abi, saat melihat Abi datang Pak Wiil pun Langsung menghampirinya. Aira hanya menatap heran pada sebuah rumah besar dan sangat mewah dan juga banyak pelayang disana.


Rumah siapa ini pikir Aira, apa rumah Pak tua yang mendekati Abi itu. Tapi siapa dia, sebenarnya Aira hanya tahu jika Abian memang kaya tapi ia tidak tahu lebih jelas dan detailnya bagaimana dan siapa Abian sebenarnya.

__ADS_1


"Tuan Muda " panggil Pak Will.


"Apa semuanya sudah siap ?" Tanya Abi pada Pak Will.


"Sudah Tuan Muda silahkan, " ucap Pak Will dan mempersilahkan Abi berjalan duluan ke ruang ganti yang biasa ia gunakan. Aira masih bingung dengan apa yang ada dihadapannya. Aira pun menarik sedikit kemeja Abi agar Abi melihat ke arahnya.


"Kak Abi "bisik Aira, Abi pun menoleh ke arah Aira.


"Kenapa ?"


"Ini rumah siapa ?" Tanya Aira.


"Ini rumahku, " jawab Abi santai.


"Apa ! Oh astaga ternyata suamiku lebih Sultan dari Sultan" ucap Aira shock

__ADS_1


****


__ADS_2