NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )

NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )
Bab 63


__ADS_3

Di rumahnya Angga juga tengah bingung dengan keinginan Tasya yang sedang mengidam ingin memakan sesuatu yang katanya ia inginkan sedari tadi. Bukan Angga tidak mau memberikannya, pasalnya Angga juga tidak tahu makanan apa yang Tasya inginkan, bahkan ia juga baru mendengar nama makanan yang menurutnya agak aneh.


"Tasya, kenapa tidak minta makanan yang lain saja. Makanan yang kau minta itu, aku baru pertama kali mendengarnya. Ayolah jangan mempersulit suamimu," rajuk Angga, jujur ia merasa bingung dengan permintaan istrinya.


"Tapi aku hanya sedang ingin makan itu, tadi Mira memperlihatkannya padaku dan sepertinya makanan itu sangat enak. Aku mau, anakmu juga mau. Kalau kau tidak mau memberikannya, maka kau tidak boleh menjenguk anakmu!" Tasya marah dan membalikan tubuhnya.


"Aku harus membelinya dimana? Kenapa tidak minta nasi padang atau nasi rames saja yang lebih mudah, tapi kau malah memintaku makanan yang sangat susah dicari,"


"Tapi aku tidak mau, pokoknya aku mau makan nasi kentut!" Kekeuh Tasya. Angga kembali menggaruk kepalanya, dimana ia harus mencari nasi kentut. Bahkan namanya saja ia baru dengar.


"Nasi kebuli saja, ya." bujuk Angga.


"Baiklah," jawab Tasya dan Angga pun bisa bernapas dengan lega.


"Tapi pabrik untuk sementara ditutup!"


"Apa! Astaga Tasya, kau tidak kasihan pada belalaiku yang lucu. Kau sangat tega membuatnya bersedih," ucap Angga.


"Kau juga, tega membuatku bersedih," Tasya mulai terisak dan mengeluarkan air matanya. Angga menjadi tidak tega, hanya permintaan sederhana saja Angga tidak mau memberikannya. Padahal Tasya selama ini sudah melayaninya dengan baik dan juga ia kini sedang mengandung anaknya.

__ADS_1


Baiklah, Angga akan bersikap seperti lelaki sejati. Dia akan memberikan apa yang Tasya inginkan yaitu Nasi kentut. Angga pun kini mulai bersiap untuk pergi mencari makanan itu.


Ia pun mulai mencari lokasi dimana ada yang menjual makanan tersebut, dan setelah melihat map nya ternyata memang ada makanan yang Angga cari itu. Sungguh luar biasa ternyata makanan itu memang ada. Meskipun jaraknya lumayan jauh tapi itu tidak menyurutkan tekad Angga untuk kebahagiaan Tasya dan juga demi keamanan pabriknya yang harus selalu terbuka.


*


*


*


Setelah melakukan perjalanan sekitar perjalanan selama tiga puluh menit, akhirnya Angga pun sampai di sebuah rumah makan yang menyediakan menu makanan yang ia inginkan. Dan ternyata rumah makan itu lumayan penuh jadi ia harus mengantri.


"Dua bungkus Nasi kentut!!!" ucapnya dengan semangat hingga penjualnya pun sangat terkejut mendengarnya sampai ia berjingkat. Seseorang yang berada dibelakangnya pun sama ikut terkejut mendengar suara Angga.


"Tuan, apa anda tidak bisa pelan-pelan jika bicara," ucap salah satu pelanggan yang ikut mengantri di belakangnya. Setidaknya ucapan salah satu pelanggan itu mewakili hati semua orang yang ada di sana karena terkejut dengan ucapan Angga. Namun, Angga malah tersenyum tanpa merasa bersalah kepada mereka semua yang sudah dikejutkan oleh Angga.


"Maaf- maaf ... aku hanya sedang bersemangat saja karena ini adalah permintaan istriku yang sedang mengidam. Dia sangat menginginkan makanan yang bernama nasi kentut ini," jawab Angga dengan bangganya. Mereka pun kemudian mulai mengerti jika orang yang ada di hadapannya ini adalah seorang calon ayah yang sedang bahagia jadi mereka pun mulai memaklumi tingkah aneh Angga.


"Dan sebagai seorang suami yang sangat setia dan juga calon ayah yang sangat menyayangi anaknya serta sebagai pria sejati, aku tentu saja akan memberikan apapun yang istriku inginkan termasuk memakan nasi kentut yang sangat enak ini," ucap Angga. Meskipun Angga belum pernah memakan makanan ini, tetapi dari bentuknya sepertinya makanan ini adalah makanan yang sangat enak. Ia pun hampir meneteskan air liurnya karena melihat makanan di depannya yang sangat menggugah selera, pantas saja Tasya bersikukuh menginginkan makanan ini ternyata makanan ini sangat menggiurkan.

__ADS_1


Mendengar cara bicara Angga seperti orang yang sedang pidato membuat semua orang di sana berdecak dengan kagum sampai bertepuk tangan, setelah Angga berhenti berbicara tentang keinginan istrinya itu.


Ternyata dibalik sikap anehnya ini agak adalah seorang pria yang sangat menyayangi anak dan istrinya itulah yang membuat semua orang menjadi kagum hingga bertepuk tangan saat mendengar pidato Angga tentang keinginan istrinya yang sedang mengidam.


"Terimakasih, terima kasih atas dukungannya. Aku sangat bahagia hari ini." ucap Angga seperti orang yang sedang terbaru. Jika saja ada orang yang mengenali Angga mungkin mereka akan geli melihat hingga Angga ini.


"Ini Tuan pesanan anda sudah siap," ucap penjual itu pada Angga. Dengan segera Angga pun mengambil pesanannya itu dan kemudian membayarnya.


"Ini Pak uangnya, kembaliannya ambil saja karena aku sedang bahagia hari ini," ucap Angga.


"Maaf Tuan, tapi uang anda pas jadi tidak ada kembalian," jawab penjual itu.


"Apa ...!!!"


***


Vote ... Vote... Vote πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒini makanan yang dibeli Angga buat Tasya. Mimin juga mau Angga, beliin juga dong 😚😚😚


__ADS_1


__ADS_2