
Sandi masih tidak percaya dengan apa yang terjadi pada dirinya, ia merasa seperti sedang ada dalam cerita dongeng yang menyatakan jika ia tiba-tiba menjadi seorang juragan tanah. Aahh, sangat luar biasa sekali rasanya. Dari seorang karyawan dan kini menjadi juragan.
Namun, kini hatinya diliputi oleh rasa bimbang, jujur jika harus tinggal di desa ia tidak bisa. Karena ia lebih suka tinggal di kota dengan segala sesuatu yang serba praktis dan juga mudah.
Meskipun di desanya ia adalah orang kaya, tetap saja ia tidak merasa betah karena akses menuju jalan raya dan juga tempat perbelanjaan itu cukup jauh. Dan ia kurang nyaman dengan kehidupan yang seperti itu-itu saja. Bayangan - bayangan membosankan sudah melintas dipikiran Sandi.
Maka dari itu, ia memutuskan untuk tetap pulang ke kota saja, dan usaha di kampungnya, biarlah semua diurus oleh Abi nya. Dan ia hanya terima jadi saja. Dan untungnya, Abi pun tidak mempermasalahkan keputusan Sandi yang ingin tinggal di kota. Hanya saja, Abi dan Umi berharap jika Sandi bisa menikah secepatnya. Karena sebagai orangtua, Abi dan Umi tidak ingin putranya menjadi perjaka tua.
Untuk hal itu, Sandi pun tidak masalah. Hanya saja ia memang tidak punya kandidat siapa calon istrinya kelak. Maka dari itu, Abi dan Umi memberi saran pada Sandi, agar ia mau dijodohkan dengan anak teman Abi nya dulu. Selama dia cantik dan mau ikut dengan Sandi. Sandi sama sekali tidak masalah, karena jujur saja. Kali ini Sandi sedang tidak ingin mencari jodohnya sendiri karena ia sudah merasa lelah dengan hidupnya.
Kepiting goreng ini, tidak mau mencari jodohnya sendiri karena ia takut patah hati. Untuk itulah Umi dan Abi menjodohkan putra mereka itu dengan anak teman Abi.
__ADS_1
Dan kini acara pertemuan itupun dilakukan, Sandi merasa jika pertemuan ini biasa-biasa saja. Ia bahkan tidak merasa senang ataupun sedih. Jantung dan ginjalnya pun stay di tempat mereka masing-masing. Dan tidak merasa terkejut ataupun merasakan apapun. Yang terpenting bagi Sandi saat ini adalah ia bisa menikah dan status jomblonya menghilang, itu sudah cukup baginya. Tak apa ia tak mencintai wanita itu, yang terpenting adalah hidupnya tidak terlalu menyedihkan karena menjadi kepiting jomblo.
Dan akhirnya, acara lamaran pun tiba. Sandi beserta Abah dan juga Umi beserta kedua adik perempuannya beserta suami mereka, pergi ke rumah teman Abah yang anak gadisnya akan dijodohkan dengan Sandi.
Keluarga mereka disambut hangat oleh keluarga calon mempelai wanita, mereka sekeluarga terlihat sangat senang. Bagaimana tidak, jika mereka akan dilamar oleh juragan tanah yang kaya dan juga tampan.
"Jadi ... dimana calonnya?" tanya Umi tidak sabar, karena ingin melihat calon menantunya. Sedangkan Sandi, ia terlihat biasa-biasa saja. Sama sekali tidak tertarik, entahlah mungkin hatinya sudah hancur sampai ke jurang terdalam hingga membuatnya enggan merasakan apa itu cinta.
Keluarga Sandi sangat senang, melihat calon istri Sandi yang memang sangat cantik. Wajahnya tidak kalah dengan gadis-gadis kota.
"Ya ampun, cantik pisan ya. Kaya Umi waktu masih muda dulu," ucap Umi nya Sandi hingga mereka semua tertawa.
__ADS_1
"Iya ini mah cantik pisan, cocok sama anak Abi yang ganteng." sambung Abi dengan terkekeh.
Sandi yang sejak tadi menunduk pun terkejut saat melihat gadis yang akan dijodohkan dengannya.
"Nilam!" tanya Sandi terkejut.
"Iya A Sandi," jawabnya sambil tersenyum sangat manis pada Sandi.
***
A Sandi mau hajatan, nanti kalian datang ya 😘😘 kasian babang Crabt 😆😂😂
__ADS_1