
Waktunya istirahat jam makan siang sudah tiba, seluruh pekerja dan para staf pergi untuk mengisi perut mereka agar tenaga mereka kembali saat bekerja lagi nanti.
Abi pun keluar dari ruangannya untuk makan siang. Namun, ia melihat Angga masih sibuk dengan pekerjaannya. Abi pun berniat untuk mengajaknya makan siang, karena hari ini Aira tidak membuatkannya makan siang karena katanya ia ingin mengunjungi mamah mertua.
"Angga, ayo kita mencari makanan," ajak Abi, tetapi Angga malah diam saja. Abi pun berdecak sebal saat diacuhkan oleh sahabatnya itu.
Lalu kemudian ia mengingat sesuatu dan Abi pun melihat ke arah Angga, "Kakak ipar, apa kau mau ikut makan siang denganku?" tanya Abi. Dan benar saja Angga langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Abi.
'Astaga, jadi makhluk jomblo ini ingin disebut kakak olehku,' gumam Abi dalam hati.
"Ahh, rupanya kau adik ipar. Baiklah kita makan di kantin saja, dan karena berhubung kau adalah bos ku maka kau yang harus mentraktirku. Dan aku harap kita tidak mengantri disana," jawab Angga sambil tertawa. Abi langsung mengusap-usap bibirnya yang terasa gatal karena sudah memanggilnya dengan sebutan Kakak ipar, sungguh menggelikan pikir Abi.
"Tentu saja itu tidak masalah, Pak Will sudah menyiapkannya untuk kita." jawab Abi, Angga pun mengangguk senang, karena ia tidak perlu mengantri untuk makan siang.
*
*
__ADS_1
*
" Silahkan Tuan Muda, " ucap Pak Will.
"Terimakasih Pak Will, ayo kita makan bersama Pak." ajak Abian. Pak Will dan Angga pun kini makan siang bersama di tempat yang sudah Pak Will siapkan. Dan Abi sangat senang jika makan siangnya ditemani oleh sahabatnya dan juga Pak Wiil, orang yang paling ia hormati dan juga ia anggap sebelum ayahnya sendiri.
Di kantin
"Tasya, kamu ada hubungan apa dengan Angga?" tanya Mira rekan kerjanya.
"Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya, kalian kan tahu kalau aku tidak pernah akur dengannya." jawab Tasya, sebenarnya ia merasa aneh dengan pertanyaan rekan kerjanya ini.
"Aku selalu berdebat dengannya karena dia itu sangat menyebalkan, mudah sekali marah dan jika bicara tidak pernah dipikir dulu. Aku kan jadi kesal," jawab Tasya jujur, karena ia memang tidak suka pada Angga yang pemarah dan juga cerewet.
"Tapi dia itu tampan dan juga keren, dia jadi favorit di kantor ini setelah Pak Abi," ucap Mira.
"Tapi kan Pak Abi sudah menikah, dia juga sangat mencintai istrinya," sambung Santi.
__ADS_1
"Hai para gadis cantik, kenapa kalian tidak tergoda olehku? Aku kan juga sangat tampan," ucap Sandi tak jauh dari tempat duduknya mereka.
"Kau tampan? Astaga, aku lupa jika kau juga masuk deretan pria tampan di kantor ini," ucap Santi, seketika wajah kepiting itu mendadak merah seperti habis di rebus saja.
"Tapi sayangnya, aku tidak tertarik padamu. Kau kan terkenal dengan pria pelit dan perhitungan," ucapan Santi membuat wajah kepiting rebus berubah menjadi seperti goreng.
"Iya, kau kan pria yang terkenal dengan mode ungu," ucap Mira.
"Astaga, apa aku seburuk itu di mata kalian?" tanya Sandi dengan wajah sedih dan tak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Benar!!!" jawab mereka dengan kompak.
"Oh ya ampun,"
****
Jangan lupa besok vote ya 😚😚😚
__ADS_1
"