NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )

NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )
Bab 52


__ADS_3

Sebulan sudah acara lamaran berlalu, dan hari ini adalah hari pernikahan antara Angga dan juga Tasya. Semua orang tidak ada yang menyangka jika Angga dan Tasya menikah. Karena di kantor mereka setiap kali selalu bertengkar karena hal-hal yang tidak penting. Apalagi saat Angga diminta oleh orangtuanya untuk memberikan makanan untuk calon menantu begitu pun sebaliknya, mereka selalu saja adu mulut. Dan sikap mereka di kantor juga sangat acuh, tidak seperti orang yang akan menikah untuk itu mereka semua pun terkejut saat mendengar dan mendapat undangan pernikahan dari Angga dan juga Tasya.


Setelah acara ijab kabul dilangsungkan, kini mereka berdua duduk di pelaminan. Ingin sekali Abi dan Aira terbahak-bahak melihat pengantin yang keduanya ogah-ogahan. Namun, tampak sangat serasi di mata para tamu.


"Sekarang saja kalian terlihat malu-malu, nanti jika sudah sampai kamar kalian pasti...."


"Tidur!" potong Angga pada Romi salah satu rekan kerjanya di kantor.


"Wahhhh, aku tidak percaya," ucap Romi sambil terbahak. Sepertinya orang-orang kantor sangat bahagia melihat pernikahan Angga dan juga Tasya. Terbukti dari setiap tamu undangan Yang datang mereka selalu tertawa saat melihat pasangan pengantin ini.


"Terserah, pergi sana!" usir Angga. Namun, Romi malah semakin tertawa dibuatnya.


"Kenapa kau itu galak sekali?" tanya Tasya, Angga kemudian melihat Tasya. "Aku sedang latihan menjadi suami yang galak," jawab Angga.


"Kenapa tidak belajar menjadi suami yang baik hati saja,"


"Karena jika aku galak, aku akan mudah mengajakmu ehheeeemmmmm," ucap Angga, akan tetapi Tasya tidak mengerti dengan apa yang Angga maksud.


"Kau itu kenapa sihh, apa tenggorokanmu kering. Kalau kau haus tinggal minum saja," ucap Tasya.


"Aku memang haus, aku ingin minum. Aku mau minum susu, tapi nanti malam saja, aku minumnya sebelum tidur," jawab Angga.


"Menggelikan, sudah berumur masih suka minum susu," gumam Tasya, ia tidak mengerti dengan ucapan Angga. Padahal yang Angga maksud adalah minum susu langsung dari pabriknya.


"Awas kau, nanti aku buka pabrikmu," gumam Angga.


"Apa sih yang dia bicarakan," Tasya hanya mendelik saja.

__ADS_1


*


*


*


Acara pernikahan pun selesai, Tasya langsung dibawa tinggal bersama di rumah Angga dan keluarganya. Alasan Angga tidak ingin dulu pindah rumah adalah karena tidak mau meninggalkan orangtuanya yang pasti kesepian tanpa ada dirinya di rumah. Padahal kenyataannya adalah Angga ingin tidur satu kamar dengan Tasya. Karena jika mereka pisah rumah pasti Tasya tidak ingin tidur satu kamar dengannya.


Angga membawa tas yang berisi pakaian Tasya dan juga perlengkapan lainnya. "Dasar perempuan, apa sih yang ia bawa kenapa banyak sekali barang bawaannya," ucap Angga.


"Kemarikan, biar aku saja yang membawanya. Lagi pula aku tidak menyuruhmu," ucap Tasya kesal, karena mendengar Angga menggerutu.Namun, Angga mencegahnya dan menarik tas yang sedang ia bawa.


"Kau ingin menghancurkan harga diriku! "


"Lalu kenapa kau banyak menggerutu, aku kan jadi kesal," jawab Tasya.


"Apa! Oh ya ampun, tidak lebih baik aku masuk duluan." ucap Tasya sambil memegang gaun pengantinnya yang membuatnya kesusahan saat berjalan.


"Awas kau! Aku terkam sebentar lagi," gumam Angga.


Setelah itu mereka pun masuk kedalam kamar, karena kelelahan Angga tiduran di kasurnya sambil bertelanjang dada. Ia sudah terbiasa melakukannya. Sambil menunggu Tasya Keluar dari kamar mandi, ia pun memainkan dulu ponselnya dan berselancar di dunia maya. Ia melihat banyak postingan dari teman-temannya yang memasang foto pernikahannya di akun mereka, untuk mengucapkan selamat.


"Dasar menyebalkan, bahkan mereka tidak meminta ijin padaku untuk memperlihatkan ketampananku pada banyak orang," Angga berdecih.


"Tapi kenapa aku tidak terlihat bahagia. Astaga wajahku cemberut begini, menyebalkan."


"Aaakkhhh...!!!" teriak Tasya Angga yang sedang melihat ponselnya jadi terjingkat karena terkejut.

__ADS_1


"Kenapa kau berteriak, membuatku terkejut saja!" Angga yang sedang fokus melihat ponselnya terkejut saat mendengar Tasya tiba-tiba berteriak.


"Kenapa kau tidak memakai pakaian?" tanya Tasya.


"Aku gerah, memangnya kenapa?"


"Pakai pakaianmu, a-aku tidak terbiasa melihatnya," ucap Tasya gugup.


"Kau tidak terbiasa?" tanya Angga, Tasya terlihat memalingkan wajahnya. Angga pun langsung tersenyum penuh arti dan mulai mendekati Tasya.


"Tapi kan sekarang kau harus terbiasa," goda Angga.


"M-mau apa kau, kenapa kau mendekatiku?" Tasya memundurkan langkahnya, dan menjauhi Angga.


"Tentu saja aku ingin memelukmu, ayolah sayang kemari dan peluk aku. Aku akan menghangatkanmu dengan pelukanku, aahhh aku jadi tidak sabar," goda Angga.


"Hei, jangan begitu kau membuatku takut," ucap Tasya sambil terus menghindar dan tanpa ia sadari ia sudah berada dekat dengan kasur hingga ia terjatuh terlentang disana. Wangi sabun yang menguar dari tubuh Tasya seolah menarik Angga, supaya lebih mendekat kepada Tasya.


Hingga tanpa sadar Angga pun mengungkungnya, ternyata jika dilihat dari dekat wajah Tasya terlihat sangat cantik. Angga pun berpikir untuk menciumnya, menurutnya tidak apa-apa bukan, lagi pula mereka sudah sah.


Tasya pun seolah terhipnotis oleh Angga, hingga kedua tangan mungilnya ia gunakan untuk menahan tubuh Angga sejak tadi, tidak melakukan pemberontakan. Angga mulai mendekkatkan wajahnya pada Tasya, bibir pink itu seolah mengandung magnet dan menarik Angga supaya lebih dekat lagi, dan baru saja bibir mereka menempel, terdengar teriakan dari dalam kamar.


"Astaga! Angga kenapa kau tidak menutup pintu kamarnya! Kau ingin memperlihatkan acara live malam pertamamu, dasar anak nakal!" teriak Andini sambil menutup pintu kamar Angga, ia merasa malu sendiri dengan kelakuan anaknya itu.


"Astaga!"


***

__ADS_1


Udah 3 bab nihh 💃💃😚😚😚


__ADS_2