NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )

NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )
Bab 55


__ADS_3

Setelah ritual aye-aye selesai, Angga dan Tasya belum keluar kamar. Bahkan kini mereka masih berada di atas kasur dan memakai selimut. Angga dengan senangnya menggoda Tasya yang sedari tadi merasa malu karena sudah diajak main nganu-nganu oleh Angga.


"Kenapa keu tidak mau melihatku?" tanya Angga, Tasya yang merasa malu pun hanya memalingkan wajahnya. Bagaimana ia ia tidak malu, ia bahkan berteriak dan bersuara sangat keras karena terlalu meresapi.


"Aku tidak begitu, aku melihatmu," jawab Tasya sambil melihat ke arah Angga sekilas. Namun ia tidak mau melihat mata Angga. Angga menahan tawanya saat melihat sikap Marsha yang malu-malu kambing padanya.


"Dasar Shincan pemalu, ayo kemari," ucap Angga sambil menarik tangan Tasya dan mendekapnya kembali. "Kau mau apalagi?" tanya Tasya, ia kini berada dalam dekapan Angga kembali.


"Hanya memelukmu saja, memangnya tidak boleh?"


"B-bukan, begitu. Hanya saja ... hanya saja aku merasa belum terbiasa saja." jawab Tasya menundukan kepalanya sedangkan jari-jari tangannya berada di dadanya Angga, ia memainkan jarinya di dada Angga seolah ia sedang menggambar sesuatu.


"Kau sedang menggodaku lagi?" tanya Angga.


"Tidak, aku bahkan tidak bisa menggoda pria," jawabnya dengan ketus.


"Benarkah, tapi kenapa sekarang aku merasa tergoda olehmu, ya?" goda Angga. Tasya hanya melihat sekilas pada Angga.


"Dasar otakmu saja yang mesum,"


"Aku laki-laki normal, tentu saja aku sangat suka. Apalagi rasanya sangat enak. Ehh kau mau lagi?" tanya Angga.


"T-tidak, aku tidak mau. Yang tadi saja aku masih merasa perih,"


"Yang kedua aku jamin tidak akan sakit, karena segelnya sudah terbuka," ucap Angga sangat bersemangat karena akan mengajak Tasya untuk bermain nganu-nganu lagi.

__ADS_1


"Sudahlah, aku lelah," Ucap Tasya jujur karena ia memang merasa sangat lelah.


"Kau hanya tinggal diam dan merasakan, biar aku yang bergerak," ucap Angga, kemudian ia mengungkung Tasya lagi dan mulai bermain kembali di benda yang kini menjadi kesayangannya.


"Dasar Angga mesuuummmmm"


Dan terjadilah ronde kedua di pagi itu.


*


*


*


Sejak pulang dari acara pernikahan Angga, tubuh Aira merasa tidak nyaman. Namun, ia masih memaksakan diri untuk kuliah. Abian sudah melarangnya tetapi karena Aira merasa jika ia akan baik-baik saja makanya ia bersikukuh untuk kuliah.


Abi yang mendapat kabar dari Aira langsung menuju ke kampus dimana Aira berada. Abi sangat takut jika Aira pingsan dan digendong oleh pria lain atau Sultan si anak Sultan. Awas saja jika sampai Sultan berani menyentuhnya, maka Abi tidak akan segan-segan mengajaknya bergulat.


Melihat Aira hanya diam saja dan menundukan kepalanya di meja, Sultan mencoba mendekati Aira.


"Aira, apa kau baik-baik saja?" tanya Sultan, tapi Aira sama sekali tidak menyahutnya. Karena selain kepalanya terasa pusing dan berputar, Aira juga merasa sangat mual. Dan ia takut jika ia membuka mulutnya ia tidak bisa menahan rasa mualnya.


"Aira," panggil Sultan lagi karena Aira tidak menyahutnya.


"Heemmm," jawab Aira.

__ADS_1


"Kau sakit?"


"Iya, diam dan jangan cerewet!"


"Ayo aku antar kau pulang atau kita berobat dulu," ajak Sultan. Sepertinya Sultan ini masih belum mau menyerah meskipun ia tahu jika Aira sudah memiliki suami. Namun, rasa sukanya terhadap Aira masih belum hilang begitu saja.


"Suamiku sedang kesini, terima kasih sebelumnya," jawab Aira, ia tidak ingin memperlihatkan jika ia memang tidak menyukai seseorang, karena ia tidak mau dianggap sebagai orang yang tidak mempunyai sopan santun.


"Mungkin saja suamimu terjebak macet, kau sudah sangat pucat ayo kita pulang," ajak Sultan dan mencoba merangkul Aira bermaksud untuk membantunya untuk berdiri dan jika Aira tidak sanggup berdiri maka Sultan dengan senang hati akan menggendong Aira.


"Sudahlah Sultan, jangan menggangguku!"


"Aku hanya khawatir saja padamu," ucap Sultan sambil merangkul Aira, baru saja tangannya menempel di bahu Aira. Teriakan Abi membuat jantungnya sampai bergoyang saking kagetnya.


"Lepaskan tanganmu dari istriku!!!" Teriak Abi dan menghampiri Aira serta mendorong Sultan.


"Jangan dekati istriku! aku tidak suka istriku dipegang oleh pria lain, apalagi makhluk gatal sepertimu, pasti banyak virusnya!" ucap Abi sambil bergidik, hingga membuat anak Sultan tersinggung.


"Apa!!! Hei aku anak Sultan yang selalu bersih, apa kau tidak lihat jika aku ini sangat tampan," balas Sultan tidak terima disebut memiliki banyak virus.


"Ketampananmu masih jauh di bawahku, dan juga ... Astaga kau tampan tapi tidak laku." Ejek Abi sambil mengangkat bahunya acuh.


"Kau !!!"


****

__ADS_1


Aduh Mas Abi kalau ngomong suka nyebelin ternyata 😌😌


__ADS_2