NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )

NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )
Bab 70


__ADS_3

Pembukaan Tasya berjalan dengan cepat, anehnya rasa mulasnya tidak terlalu terasa hingga Tasya tidak bisa mengejan karena memang tidak ada dorongan dari dalam. Untuk itu dokter memutuskan untuk memberikan suntikan induksi pada Tasya. Karena pembukaannya sudah lengkap, setelah disuntik Tasya mulai merasakan rasa mulas di perutnya.


Perutnya yang tadi terasa biasa, kini merasakan sakit dan mulas secara bersamaan. Tangannya terkepal menahan rasa sakit yang amat sangat.


"Masss .... " rintih Tasya. Angga pun mendekat dan menggenggam tangan Tasya. Tangan Angga di rem4s kuat oleh Tasya. Keringatnya mulai bercucuran dan pandangannya mulai buram. Ia tidak pernah menyangka jika sakitnya melahirkan akan terasa seperti ini. Tubuhnya terasa remuk disaat bersamaan.


"Tasya, bertahanlah sayang ... Kau harus kuat," ucap Angga. Untuk pertama kalinya Angga berkata dengan sangat lembut pada Tasya. Biasanya dia sangat petakilan dan banyak bercanda saat bicara. Tapi kali ini kata-katanya sangat menenangkan hati Tasya


"Aaarrrgghhhh.... " Tasya mulai berteriak kesakitan. Dokter pun memberi aba-aba pada Tasya tentang apa yang harus ia lakukan. Tasya pun mulai mengikuti instruksi dari dokter


"Ayo Nona, sedikit lagi," dokter terus memberi arahan pada Tasya untuk mengejan yang benar. Dan akhirnya tak lama setelah itu bayi mungil yang di tunggu-tunggu pun lahir.


Suara tangisannya menggema di ruangan itu, tak henti-hentinya Angga dan Andini mengucap syukur. Sedari tadi Andini hanya bisa diam sambil menangis melihat menantunya yang kesakitan.


Tapi sekarang ia merasa lega karena menantu dan cucunya sudah lahir dengan selamat.


"Bayinya sangat cantik, Tuan dan Nona ..." ucap dokter itu. Angga pun tersenyum dengan bangga karena dokter mengatakan jika anaknya cantik. Tentu saja dia cantik, itu karena perpaduan Angga yang tampan dan Tasya yang cantik pikirnya. Dokter pun dengan segera mengurusi Tasya dan juga bayinya.


*


*

__ADS_1


*


Kabar melahirkannya Tasya kini sudah tersebar ke seluruh keluarga dan juga rekan-rekan kantor. Semua rekan kerjanya merasa bahagia dan berencana untuk menjenguk Tasya dan bayinya disana.


Hanya satu orang yang terlihat sedih, siapa lagi kalau bukan kepiting goreng yang merana. Setelah tahu Aira hamil dan melahirkan ia menjadi sedih. Dan disaat ia ingin mendekati Tasya, gadis yang ia incar malah menikah dengan kakak mantannya dan kini ia sudah melahirkan juga.


Sejak saat itu ia merasa putus asa dan tidak mau lagi mengejar wanita. Tadinya ia ingin dikejar oleh para gadis seperti Abi dan juga Angga. Namun, bukannya dikejar justru tidak ada orang yang mendekatinya. Sungguh miris sekali nasib kepiting ini. Bagaimana gadis-gadis akan mendekatinya jika pamor yang ada dalam dirinya adalah seorang pria yang pelit dan juga perhitungan. Padahal Sandi hanya berhemat saja bukan pelit, begitu pikirnya.


*


*


*


Dan kini saatnya semua orang ingin memberi nama kepada bayi cantik itu. Tasya yang takut anaknya diberikan nama aneh, makanya ia sudah mempersiapkan nama anaknya dari jauh-jauh hari. Bukannya apa-apa Tasya sangat menyayangi keluarga dari suaminya ini. Namun, sifat absurdnya yang selalu membuat geleng-geleng kepala membuat ia menjadi bersiaga menyiapkan nama untuk putrinya.


Tasya masih sangat ingat bagaimana perdebatan di antara mereka saat memberikan nama, kepada anaknya Aira bahkan namanya pun diganti menjadi Anas hanya agar bisa kompak dipanggil dengan huruf **A** sungguh Tasya merasa geli.


"Bagaimana namanya sudah siap?" tanya Andini.


"Benarkah, siapa namanya?" Andini antusias ingin tahu siapa nama cucunya.

__ADS_1


"Namanya Alea," ucap Tasya


"Nama yang sangat cantik, aku sangat suka," jawab Andini, Tasya pun bernapas lega akhirnya nama anaknya tidak diubah menjadi nama panggilan yang aneh.


"Benar, aku juga suka. Anas, nama anakmu lucu sekali," ucap Arman yang memang memanggil nama menantunya itu dengan panggilan Anas.


"Dia cantik karena Papanya juga tampan, lihatlah dia mirip denganku, kan? Hei lihatlah adik ipar durjana anakku sangat mirip denganku!" Angga sangat bersemangat saat menggendong putrinya.


"Mudah-mudahan sifatnya tidak sepertimu!" jawab Abi.


"Dasar menyebalkan ... bilang saja kau iri padaku, iya kan? Ayo mengaku!"


"Aku tidak iri, aku juga punya bayi ..." Abi tidak mau kalah. Mereka berdua terus berdebat, tentang hal yang tidak penting seluruh keluarga pun membiarkannya karena itu sudah menjadi kebiasaan mereka sedari.


Tasya merasa sangat bahagia karena bisa menikah dengan pria seperti Angga meskipun tampilannya sangat petakilan cuek dan juga sangat menyebalkan, akan tetapi dia adalah pria yang sangat baik dan juga bertanggung jawab terhadap keluarganya. Angga juga sangat menyayangi dan juga mencintainya. Dan dari cara Angga memperlakukan putrinya sangat terlihat jika ia sangat menyayanginya. Demi apapun Tasya sangat bahagia bersuamikan Angga.


***


Tadinya aku mau tamatin karena keluarga A udah bahagia, tapi kayanya gak jadi aku perpanjang sedikit aja ya sampai kepiting goreng punya jodoh 😂😂😂 ada yang mau spil jodohnya kepiting goreng kaya gimana 😆😆🤭😂🤣.


Jadi part selanjutnya aku cuma cerita tentang kepiting goreng ya, dan buat keluarga Absurd mereka bakal ada selang-seling di cerita ini 🤗

__ADS_1


__ADS_2