
Beberapa bulan kemudian
Hari ini Abi ada undangan pesta yang akan diselenggarakan di sebuah hotel, undangan itu dari salah satu relasinya di perusahaan dan juga masih teman dari orangtuanya Abi. Hari ini anak laki-lakinya akan bertunangan. Dan Abi mengajak Aira untuk datang kesana, karena ia tidak mau datang kesana sendirian.
"Kak Abi, aku ini sedang hamil memangnya Kak Abi tidak malu membawaku kesana?" tanya Aira.
"Hei kenapa aku harus malu, kau istriku yang cantik lucu dan menggemaskan. Justru aku sangat bangga membawamu kesana. Aku juga ingin semua orang tahu jika sebentar aku akan menjadi seorang ayah," ucap Abi dengan bangga.
Setelah beberapa saat berpikir, akhirnya Aira pun setuju untuk ikut bersama dengan Abi.
Dan malam ini, Aira sudah siap dengan riasan yang sederhana. Namun, terlihat sangat cantik di mata Abi. Rasanya Abi jadi tidak ingin pergi kesana dan mengurung istrinya saja di kamar dan bermain celap-celupan.
"Ayo Kak," ajak Aira.
"Ayo sayang," jawab Abi sambil menggandeng tangan mungil Aira.
"Kak Abi, nanti disana jangan jauh-jauh dari aku ya," ucap Aira.
"Iya sayang tenang saja, aku akan selalu menjagamu,"
"Akhir-akhir ini aku jadi sering mudah lelah," ucap Aira.
"Kalau kamu lelah bilang saja, kita tidak akan lama disana. Setelah memberi selamat langsung kita pulang." ucap Abi, Aira pun mengangguk setuju.
*
__ADS_1
*
*
Acara yang diselenggarakan di hotel itu memang sangat meriah, banyak kolega dan relasi kerja Abi datang ke pesta itu. Dan pastinya tak terlewat jika disana banyak penggemar Abi. Inilah yang membuat Abi ingin membawa Aira, karena ia merasa tidak nyaman dikelilingi oleh banyak perempuan. Satu-satunya orang yang selalu membuat Abi nyaman hanyalah Aira saja.
"Hai Abi," sapa seseorang yang sebenarnya tidak Abi kenal, seorang perempuan yang mungkin adalah salah satu anak dari koleganya.
"Hai," jawab Abi datar tanpa menunjukkan ekspresi apapun pada perempuan itu. Selain tidak mengenalnya, Abi juga takut pada Aira yang akan marah nanti.
"Abi, kau lupa padaku?" tanya gadis itu. Dan seperti biasa Abi bersikap cuek.
"Mungkin aku lupa, atau memang aku tidak mengenalmu, Nona." Jawab Abi masih acuh. Namun, jantungnya bertalu-talu karena takut Aira cemburu.
"Issh kau ini, aku Mega anaknya Pak Danu. Hari ini kakakku yang akan bertunangan. Masa kau tidak tahu?" ucapnya sambil tersenyum manis ke arah Abi.
"Ouuh," jawabnya dengan nada tidak suka saat melihat Aira.
"Ayo Kak," ajak Aira, Abi pun mengangguk dan berpamitan pada perempuan yang bernama Mega itu.
"Sepertinya dia menyukaimu, Kak?" ketus Aira.
"Yang penting hanya kau yang aku cintai, karena kita tidak bisa mengendalikan perasaan orang. Bukan begitu?" Aira pun mengangguk. Seharusnya Aira tidak perlu takut kehilangan Abi, karena sejatinya ia sangat tahu bagaimana Abi sangat mencintainya. Namun, perasaan cemburu itu selalu ada saat ada perempuan yang ingin mendekati suaminya.
Aira takut jika suaminya ini suatu saat nanti akan selingkuh, apalagi keadaan dirinya yang kini tengah hamil mungkin saja Abi tidak berminat lagi padanya. Melihat wajah Aira yang sedih, Abi pun langsung mengajak duduk istrinya. Abi juga takut jika Aira kelelahan melihat kehamilannya yang sangat besar.
__ADS_1
"Ayo duduk dulu, kamu pasti lelah?"
"Kakiku pegal kepala aku juga pusing,"
"Tunggu sebentar aku ambilkan minuman." Aira pun mengangguk mengiyakan. Ia duduk sendiri sambil mengelus perutnya yang terasa kencang.
"Jadi kau, istrinya Abi?" tanya Mega yang tiba-tiba ikut duduk disamping Aira.
"Iya, memangnya kenapa?" tanya Aira.
"Tidak apa-apa, aku pikir istrinya Abi sangatlah cantik dan luar biasa ternyata wajahnya sangat biasa," ucap Mega bohong, padahal yang sebenarnya Ia pun menyadari jika Aira memang sangat cantik. Namun, karena ada perasaan iri di hatinya Ia pun dengan sengaja mengejek Aira.
"Terserah kau saja yang penting aku terlihat cantik di mata suamiku, aku tidak peduli dengan ucapan orang lain yang penting suamiku sangat mencintaiku," jawab Aira.
"Benar," Abi sudah berdiri di belakang Aira dan juga Mega, dari tatapan matanya sangat terlihat jika AB tidak suka dengan kata-kata yang diucapkan oleh Mega kepada Aira.
Abi sangat tidak suka jika ada orang yang mengatakan hal yang tidak-tidak tentang istrinya. Abi tidak akan membiarkan orang lain menyakiti perasaan Aira, orang yang sangat ia cintai dan ia jaga dengan segenap jiwa dan raganya.
"Istriku sangat cantik di mataku bahkan dia mata orang lain. Jika ada yang mengatakan jika Aira tidak cantik. Berarti matanya memang bermasalah." ucap Abi sambil memberikan air minum untuk Aira.
"Abi ... " panggil Mega.
"Airaku sangat cantik walaupun tanpa make up, tidak sepertimu. Aku ragu wajahmu akan masih terlihat cantik jika tidak memakai bedak," ucap Abi.
"Apa!"
__ADS_1