NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )

NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )
Bab 46


__ADS_3

"Bu... Ibu, Ibu...!!! Teriak Aira pagi itu di rumahnya, setelah mendengar pengaduan dari sang suami, Aira memutuskan untuk membicarakan masalah kakaknya yang terkena sindrom jomblo. Masalah ini tidak boleh dibiarkan, Aira tidak mau kakak kesayangannya mengidap sindrom jomblo yang membahayakan dirinya. Karena menurut Abi, saat di kantor Angga menjadi pemarah dan jika bicara selalu terlihat kesal, dan jarang sekali tersenyum.


Sepertinya Abi memang sengaja melebih-lebihkan ucapannya kepada Aira. Ia sengaja mengatakan hal itu agar sahabatnya itu memiliki kekasih atau bahkan menikah saja, agar sahabatnya juga bisa merasakan indahnya menikah. Mengecap kebahagiaan bersama istrinya dan bisa merasakan nikmatnya bermain cilukba setiap hari.


"Ada apa Aira? Kamu tiba-tiba pulang, dan langsung berteriak ada apa? Apa terjadi sesuatu padamu?" tanya Andini menghampiri putrinya.


"Ibu, ayo kemari duduklah disini. Ada yang ingin aku bicarakan dengan Ibu, ini hal yang sangat penting," ucap Aira sambil menepuk-nepuk sofa yang ia duduki, supaya ibunya duduk di sampingnya.


"Ada hal penting apa?"


"Ini tentang Kak Angga, Bu,"


"Memangnya Angga kenapa? Apa dia membuat masalah? Semoga saja tidak, ibu tidak punya uang untuk mengganti rugi. Kalau ada apa-apa hubungi Abi saja, pinjam uang padanya," ucap Andini.


"Aihhhhh, Ibu ini. Jangan bilang tidak punya uang, malu di dengar tetangga. Bukankah Kak Abi selalu mentransfer uang pada Ibu setiap bulannya." Aira memberenggut kesal.


"Ahhhh ya ampun, Ibu lupa Aira," ucapnya sambil tergelak, saat mengingat jika menantunya selalu memberikan uang padanya setiap bulan.


"Jangan-jangan uangnya belum pernah dipakai?"


"Memang belum, woaahh pasti uang Ibu ada banyak sekali. Nanti kita belanja ya." Ajak Andini.


"Sudah, nanti saja belanjanya. Sekarang kita bicarakan masalah Kak Angga dulu,"


"Oh iya, kenapa anak itu?" tanya Andini penasaran.


"Aku dapat laporan dari Kak Abi, kalau Kak Angga mengidap sindrom jomblo," ucap Aira dengan sangat serius pada ibunya.

__ADS_1


"Apa...!!! Astaga kenapa anakku harus mengidap penyakit itu." jawab Andini dengan sedih.


"Iya Bu, kasihan Kak Angga dia pasti sekarang sangat menderita," ucap Aira.


"Apa penyakitnya sangat parah? Apa ia harus di operasi, untung saja uang dari Abi belum ibu gunakan. Jadi kita bisa membawanya untuk berobat," jawab Andini sangat sedih.


"Obatnya hanya satu, Bu,"


"Apa itu?"


"Nikahkan kak Angga,"


"Apa menikah? Jadi obatnya hanya menikah?" tanya Andini, dan Aira pun mengangguk dengan mantap.


"Oh ya ampun, ini yang ibu takutkan jika Angga terlalu lama sendiri, dia pasti akan mengidap penyakit aneh. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, kita harus cepat-cepat mengobatinya." ucap Andini.


"Kalau begitu kita harus cepat nikahkan dia,"


"Kau tenang saja, sepertinya Angga sudah mempunyai calon. Tapi ia masih belum mengungkapkan perasaannya pada gadis itu,"


"Darimana Ibu tahu?" tanya Aira penasaran.


"Ibu tahu karena kotak makan ibu belum kembali. Dan waktu ibu tanyakan pada Angga. Angga bilang jika kotak makannya di bawa calon menantu,"


"Benarkah Kak Angga bicara seperti itu?"


"Iya," jawab Andini mantap.

__ADS_1


"Berarti, gadis yang Kak Angga sukai ada di kantornya. Aku harus pergi ke kantor Kak Abi untuk mencari tahu,"


*


*


*


Di kantor


"Angga, ini kotak makan siang yang kemarin. Terima kasih," ucap Tasya saat memberikan kotak makan milik Angga yang berwarna pink itu.


"Sama-sama, kenapa ada isinya?" tanya Angga.


"Oh, itu aku isi brownies buatan ibuku. Kebetulan ibuku memang berjualan aneka kue. Jadi aku sengaja mengisinya dengan kue buatan ibuku." jawab Tasya


"Baiklah, terimakasih," jawab Angga tanpa melihat ke arah Tasya. Karena ia takut saat melihat Tasya pandangannya bukan melihat ke arah Tasya melainkan ke arah kacamatanya pelindungnya.


"Sama-sama," jawab Tasya kemudian ia pun pergi meninggalkan Angga.


"Apa ada yang salah denganku, kenapa dia tidak mau melihat wajahku," gumam Tasya.


Setelah Tasya pergi, ia pun mengangkat kepalanya dan menghela napas kasar, Angga juga mengacak-acak rambutnya.


"Gara-gara gadis itu pikiranku jadi kotor semalaman. Dan pagi ini ia malah membuatnya semakin kotor, aaaaarkhhhh. Aku ingin main cilukba Buuuuuu....!!!"


Sandi yang lewat di belakang Angga pun terlonjak kaget saat mendengar teriakan Angga, "Dasar gila," ucap Sandi sambil pergi berlalu.

__ADS_1


***


Besok senin jangan lupa vote nya 😘😘😘


__ADS_2